Parlemen India terima mosi tak percaya terhadap pemerintah PM Modi
Elshinta
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:52 WIB |
Parlemen India terima mosi tak percaya terhadap pemerintah PM Modi
Perdana Menteri India Narendra Modi. Sumber Foto: https://bit.ly/2uKOWfo

Elshinta.com - Parlemen India pada Rabu (18/7) menerima baik mosi tak percaya terhadap Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi, yang diajukan oleh oposisi utama Partai Kongres dan dua partai regional.

Ketua Lok Sabha (Majelis Rendah Parlemen) Sumitra Mahajan mengatakan pemberitahuan bagi mosi tak percaya itu yang diajukan oleh Kongres, partai yang berkuasa di Andhra Pradesh Partai Telugu Desam dan Partai Kongres Nasional di Maharashtra direncanakan dikeluarkan pada Jumat, lapor Xinhua.

Namun, tak ada ancaman besar buat Pemerintah India hampir 10 bulan sebelum pemilihan umum sebagai Partai Bharatiya Janata (BJP) sendiri memiliki mayoritas di Lok Sabha, kata Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam. Selain itu, BJP memiliki mitra koalisi yang bersama-sama merupakan Aliansi Demokrat Nasional.

Sebenarnya Partai Telugu Desam, yang dipimpin oleh Kepala Menteri Andhra Pradesh N. Chandrababu Naidu, dilaporkan sebagai kekuatan utama di belakang mosi tak percaya tersebut.

Partai itu pada Maret tahun ini keluar dari Aliansi Demokrat Nasional dan menarik dua menterinya dari pemerintah karena "penolakan Pemerintah Perdana Menteri Modi untuk memberi status khusus" buat negara bagian India Selatan itu.

Naidu telah marah akibat penolakan Pemerintah India untuk memberi "status khusus" buat negara bagian Andhra Pradesh sebagaimana dijanjikan setelah Telangana dipisahkan dari negara bagian tersebut pada 2014, sehingga Andhra Pradesh akan melaksanakan pemilihan umum tahun depan dan partai oposisi menghadapi taruhan berat. Pemilihan umum dijadwalkan diselenggarakan pada Mei tahun depan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korsel kembali berlakukan karantina, Dubes RI keluarkan imbauan
Sabtu, 30 Mei 2020 - 13:39 WIB
Setelah otoritas Korea Selatan mengumumkan pemberlakuan kembali langkah-langkah karantina di area Se...
Bar dan restauran di Jepang kembali dibuka pascapelonggaran pembatasan
Rabu, 20 Mei 2020 - 14:11 WIB
Ketika restoran dan bar Jepang perlahan-lahan mulai dibuka kembali pascapelonggaran pembatasan akiba...
Sebagian wilayah Pantai Bondi di Sydney kembali buka
Selasa, 28 April 2020 - 21:11 WIB
Otoritas di Australia membuka sebagian wilayah Pantai Bondi di Sydney, Selasa, setelah tutup beberap...
325 petugas kesehatan di Malaysia positif COVID-19
Jumat, 24 April 2020 - 07:46 WIB
Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) melaporkan hingga Kamis (23/4) terdapat sebanyak 325 petugasnya...
Irak longgarkan `lockdown` menjelang Ramadan
Rabu, 22 April 2020 - 18:57 WIB
Irak pada Selasa (21/4) mengurangi aturan `lockdown` (karantina wilayah) terkait COVID-19 dengan men...
Pria di Lebanon menewaskan 9 orang, termasuk sang istri
Rabu, 22 April 2020 - 14:55 WIB
Seorang pria membantai istrinya dan menembak mati delapan orang lainnya, termasuk saudara lelakinya,...
Pertahanan udara Suriah cegat serangan udara Israel di Palmyra
Selasa, 21 April 2020 - 12:42 WIB
Pertahanan udara Suriah mencegat serangan udara Israel di kota Palmyra di provinsi Homs timur di Sur...
Arab Saudi larang tarawih, itikaf di Masjidil Haram dan Nabawi saat pandemi COVID-19
Selasa, 21 April 2020 - 11:44 WIB
Arab Saudi memperpanjang penangguhan salat berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama bula...
Jepang akan umumkan keadaan darurat wabah virus corona
Selasa, 07 April 2020 - 15:33 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada hari ini akan mengumumkan keadaan darurat untuk Tokyo dan ena...
PM Jepang akan umumkan keadaan darurat akibat virus corona
Senin, 06 April 2020 - 10:49 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mengumumkan keadaan darurat akibat virus corona sedini Selasa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV