Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Hiburan / Aktual Hiburan

Eropa denda Google 5 miliar dolar AS

Kamis, 19 Juli 2018 - 18:08 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: https://bit.ly/2mqKUFr
Sumber foto: https://bit.ly/2mqKUFr

Elshinta.com - Regulator antimonopoli Eropa mengenakan denda 4,34 miliar euro, atau setara 5 miliar dolar AS kepada Google dan meminta perusahaan tersebut tidak lagi menggunakan Android untuk memblokir lawan.

Penalti ini berjumlah hampir dua kali lipat dibanding hukuman sebelumnya, tahun lalu Google harus membayar 2,4 miliar euro karena layanan pencarian toko daring mereka dianggap tidak adil bagi kompetitor, dilansir Antara dari Reuters.

Alphabet, perusahaan induk Google, mengatakan akan menyisihkan uang untuk membayar denda ini, berakibat profit mereka di kuartal kedua akan terpotong 5 miliar dolar. Analis Wall Street memperkirakan keuntungan Google kuartal ini mencapai 6,8 miliar dolar.

Menurut data dari firma analis Strategy Analytics, sistem operasi Android dipakai oleh 80 persen ponsel di dunia, salah satunya karena Google membukakan akses gratis ke Android untuk para produsen.

Uni Eropa mengendus praktik Google sudah berjalan sejak 2011 lalu, antara lain memaksa manufaktur untuk memasang Google Search dan Chrome, juga Play Store di perangkat Android buatan mereka.

Google membayar mereka untuk hanya memasang Google Search dan melarang mereka untuk menggunakan aplikasi dari rival Android.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

Elshinta.com - Regulator antimonopoli Eropa mengenakan denda 4,34 miliar euro, atau setara 5 miliar dolar AS kepada Google dan meminta perusahaan tersebut tidak lagi menggunakan Android untuk memblokir lawan.

Penalti ini berjumlah hampir dua kali lipat dibanding hukuman sebelumnya, tahun lalu Google harus membayar 2,4 miliar euro karena layanan pencarian toko daring mereka dianggap tidak adil bagi kompetitor, dilansir Antara dari Reuters.

Alphabet, perusahaan induk Google, mengatakan akan menyisihkan uang untuk membayar denda ini, berakibat profit mereka di kuartal kedua akan terpotong 5 miliar dolar. Analis Wall Street memperkirakan keuntungan Google kuartal ini mencapai 6,8 miliar dolar.

Menurut data dari firma analis Strategy Analytics, sistem operasi Android dipakai oleh 80 persen ponsel di dunia, salah satunya karena Google membukakan akses gratis ke Android untuk para produsen.

Uni Eropa mengendus praktik Google sudah berjalan sejak 2011 lalu, antara lain memaksa manufaktur untuk memasang Google Search dan Chrome, juga Play Store di perangkat Android buatan mereka.

Google membayar mereka untuk hanya memasang Google Search dan melarang mereka untuk menggunakan aplikasi dari rival Android.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 09:47 WIB

Anggun akan tur keliling Italia awal tahun depan

Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Ed dan Lorraine Warren ambil bagian di `Annabelle 3`

Senin, 15 Oktober 2018 - 13:55 WIB

Keira perempuan dengan tujuh kepribadian

Minggu, 14 Oktober 2018 - 12:41 WIB

Penyanyi legendaris Saleem meninggal dunia

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com