Remaja gua Thailand ditahbiskan jadi calon biksu
Elshinta
Senin, 23 Juli 2018 - 15:45 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Remaja gua Thailand ditahbiskan jadi calon biksu
Sumber Foto: https://bit.ly/2NyzevV

Elshinta.com - Sebagian besar anggota tim sepak bola remaja Thailand yang diselamatkan dari gua akan digunduli, mengenakan jubah dan ditahbiskan dalam upacara Buddha pekan ini, kata pejabat, Minggu (22/07).

Tim sepak bola “Wild Boars” menikmati beberapa hari pertama mereka di rumah setelah keluar dari rumah sakit dan menceritakan kepada media tentang pengalaman mengerikan mereka di dalam gua Tham Luang di dekat perbatasan Myanmar.

Ke-12 remaja tersebut, berusia 11 sampai 16 tahun, dan pelatih mereka pergi ke kompleks gua Tham Luang pada 23 Juni setelah latihan dan terjebak akibat banjir dari hujan lebat.

Mereka bertahan hidup dengan air yang menetes dari bebatuan selama sembilan hari sebelum ditemukan di pinggiran berlumpur oleh penyelam penyelamat, yang membantu mengeluarkan tim satu pekan kemudian dalam misi yang berbahaya.

Semuanya pulih dengan cepat setelah dirawat di rumah sakit selama sepekan, dan di hari pertama mereka keluar, mereka berdoa untuk keberuntungan dalam upacara tradisional dan meratapi seorang mantan angkatan laut Thailand yang meninggal dalam upaya penyelamatan.

Sekarang mereka akan melangkah lebih jauh dan menghabiskan waktu hidup di biara sebelum kembali ke kehidupan normal, praktik umum di negara-negara mayoritas Buddha seperti Thailand. “Mereka akan ditahbiskan selama sembilan hari,” kata Prachon Pratsakul, gubernur Chaing Rai, kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor distrik Mae Sai.

“Akan ada sekitar 11 anak laki-laki yang ditahbiskan sebagai calon biksu dan yang ditahbiskan sebagai biksu yaitu Pelatih Ek,” katanya, merujuk kepada Ekkapol Chantawong, yang pernah masuk biara dan dikabarkan membuat anak-anak tetap tenang di dalam gua.

Praphun Khomjoi, kepala kantor Buddhis Chiang Rai, mengatakan bahwa anggota tim sepak bola “Wild Boars” akan digunduli pada 24 Juli dan menghadiri upacara jubah pada hari berikutnya.

Mereka kemudian akan tinggal di biara-biara berbeda sampai keluar pada 4 Agustus.

Salah satu anak, Adul Sam-on, tidak akan bergabung dengan mereka karena dia memeluk agama Kristen, kata gubernur itu, Demikian dilansir Antara dari AFP.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bar dan restauran di Jepang kembali dibuka pascapelonggaran pembatasan
Rabu, 20 Mei 2020 - 14:11 WIB
Ketika restoran dan bar Jepang perlahan-lahan mulai dibuka kembali pascapelonggaran pembatasan akiba...
Sebagian wilayah Pantai Bondi di Sydney kembali buka
Selasa, 28 April 2020 - 21:11 WIB
Otoritas di Australia membuka sebagian wilayah Pantai Bondi di Sydney, Selasa, setelah tutup beberap...
325 petugas kesehatan di Malaysia positif COVID-19
Jumat, 24 April 2020 - 07:46 WIB
Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) melaporkan hingga Kamis (23/4) terdapat sebanyak 325 petugasnya...
Irak longgarkan `lockdown` menjelang Ramadan
Rabu, 22 April 2020 - 18:57 WIB
Irak pada Selasa (21/4) mengurangi aturan `lockdown` (karantina wilayah) terkait COVID-19 dengan men...
Pria di Lebanon menewaskan 9 orang, termasuk sang istri
Rabu, 22 April 2020 - 14:55 WIB
Seorang pria membantai istrinya dan menembak mati delapan orang lainnya, termasuk saudara lelakinya,...
Pertahanan udara Suriah cegat serangan udara Israel di Palmyra
Selasa, 21 April 2020 - 12:42 WIB
Pertahanan udara Suriah mencegat serangan udara Israel di kota Palmyra di provinsi Homs timur di Sur...
Arab Saudi larang tarawih, itikaf di Masjidil Haram dan Nabawi saat pandemi COVID-19
Selasa, 21 April 2020 - 11:44 WIB
Arab Saudi memperpanjang penangguhan salat berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama bula...
Jepang akan umumkan keadaan darurat wabah virus corona
Selasa, 07 April 2020 - 15:33 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada hari ini akan mengumumkan keadaan darurat untuk Tokyo dan ena...
PM Jepang akan umumkan keadaan darurat akibat virus corona
Senin, 06 April 2020 - 10:49 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mengumumkan keadaan darurat akibat virus corona sedini Selasa...
Kasus corona meningkat di Asia Tenggara, ini seruan WHO
Rabu, 18 Maret 2020 - 10:39 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara di wilayah Asia Tenggara untuk segera meningk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV