Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Eropa

Sekjen PBB berduka setelah 80 tewas dalam kebakaran hutan hebat Yunani

Kamis, 26 Juli 2018 - 09:52 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Seorang perempuan menahan tangis saat ia mencoba menemukan anjingnya, menyusul kebakaran besar di Desa Mati, dekat Athena, Yunani. Sumber foto: https://bit.ly/2NNzjfs
Seorang perempuan menahan tangis saat ia mencoba menemukan anjingnya, menyusul kebakaran besar di Desa Mati, dekat Athena, Yunani. Sumber foto: https://bit.ly/2NNzjfs

Elshinta.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan duka cita yang mendalam kepada kerabat para korban dan pemerintah Yunani setelah kebakaran hutan menewaskan lebih dari 80 orang di negara itu.

Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres pada saat yang sama memuji langkah nasional yang dilakukan pihak berwenang Yunani dalam menangani kebakaran tersebut. 

Selain itu, Dujarric mengatakan bahwa Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan merasa prihatin atas terjadinya kebakaran hutan hebat di Yunani. "Perserikatan Bangsa-bangsa selalu siap mendukung pemerintah dan upaya internasional dalam menangani bencana ini," tambahnya.

Pada Senin sore, kebakaran hutan mulai terjadi di Gunung Penteli di Semenanjung Attika, Yunani, membuat tempat-tempat peristirahatan pinggir pantai menjadi panas serta memaksa ribuan orang pergi meninggalkan wilayah itu. Hingga Rabu, setidaknya sudah 80 orang kehilangan nyawa dan 187 lagi cedera dalam kebakaran itu, yang menjadi tragedi kebakaran paling maut dalam satu dasawarsa terakhir.

Wali-wali kota setempat mengkhawatirkan jumlah korban tewas akan segera meningkat sementara para petugas penanganan darurat terus melakukan penyisiran terhadap ribuan rumah dan mobil. Yunani sedang menjalani hari berkabung nasional sejak Selasa, demikian Xinhua yang dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:46 WIB

Evaluasi empat tahun Jokowi-JK, PSI: Pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 19:35 WIB

Menkes sebut angka kekerdilan turun jadi 30,8 persen

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 19:12 WIB

Wapres: Tidak ada dasar hukum pemerintah biayai saksi parpol

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 18:56 WIB

Wiranto: Umat Islam tidak mungkin sengaja bakar Bendera Tauhid

Aktual Pemilu | 23 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Kemenkumham: Dana kampanye harus masuk pembukuan khusus

Elshinta.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan duka cita yang mendalam kepada kerabat para korban dan pemerintah Yunani setelah kebakaran hutan menewaskan lebih dari 80 orang di negara itu.

Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres pada saat yang sama memuji langkah nasional yang dilakukan pihak berwenang Yunani dalam menangani kebakaran tersebut. 

Selain itu, Dujarric mengatakan bahwa Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan merasa prihatin atas terjadinya kebakaran hutan hebat di Yunani. "Perserikatan Bangsa-bangsa selalu siap mendukung pemerintah dan upaya internasional dalam menangani bencana ini," tambahnya.

Pada Senin sore, kebakaran hutan mulai terjadi di Gunung Penteli di Semenanjung Attika, Yunani, membuat tempat-tempat peristirahatan pinggir pantai menjadi panas serta memaksa ribuan orang pergi meninggalkan wilayah itu. Hingga Rabu, setidaknya sudah 80 orang kehilangan nyawa dan 187 lagi cedera dalam kebakaran itu, yang menjadi tragedi kebakaran paling maut dalam satu dasawarsa terakhir.

Wali-wali kota setempat mengkhawatirkan jumlah korban tewas akan segera meningkat sementara para petugas penanganan darurat terus melakukan penyisiran terhadap ribuan rumah dan mobil. Yunani sedang menjalani hari berkabung nasional sejak Selasa, demikian Xinhua yang dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com