PBB: Lebih dari 7.000 anak tewas di Suriah sejak 2011
Elshinta
Sabtu, 28 Juli 2018 - 09:47 WIB |
PBB: Lebih dari 7.000 anak tewas di Suriah sejak 2011
ilustrasi. Foto: https://bit.ly/2LqUkzL

Elshinta.com - Wakil Khusus PBB Urusan Anak-Anak dan Konflik Bersenjata Virginia Gamba, Jumat (27/7), mengatakan PBB telah mengkonfirmasi lebih dari 7.000 anak meninggal atau cacat akibat konflik Suriah sejak peristiwa itu meletus pada Maret 2011.

Ketika memberi penjelasan kepada Dewan Keamanan PBB, Gamba mengatakan jumlah tersebut diperoleh melalui sistem pengabsahan yang dinamakan Monitoring and Reporting Mechanism, atau MRM, yang baru dibentuk di Suriah pada 2013. Wanita pejabat tersebut juga mengutip laporan yang belum diabsahkan sebagai jumlah rujukan yang menyebutkan 20.000 anak sebagai korban dalam krisis itu.

MRM melaporkan enam pelanggaran besar terhadap anak-anak: perekrutan dan penggunaan, pembunuhan dan membuat cacat, perkosaan dan bentuk lain kekerasan seksual, serangan terhadap rumah sakit dan sekolah, penculikan, dan tak diberikannya akses kemanusiaan.

Gamba mengatakan kepada Dewan Keamanan sejak awal 2018, MRM telah mengkonfirmasi lebih dari 1.200 pelanggaran terhadap anak-anak, demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu (28/7) pagi. Pelanggaran itu meliputi lebih dari 600 anak yang tewas atau cata, lebih dari 180 anak direkrut dan digunakan oleh kekuatan dalam konflik.

Selain itu, wanita pejabat tersebut mengatakan bahwa selama masa yang sama, lebih dari 60 gedung sekolah telah diserang sementara lebih dari 100 serangan terhadap rumah sakit dan instalasi medis atau personel dikonfirmasi.

Ia menyatakan kuartal pertama 2018 menyaksikan peningkatan 25 persen perekrutan dan penggunaan anak-anak serta lonjakan 348 persen dalam pembunuhan dan cacatnya anak-anak dibandingkan dengan kuartal terakhir 2017.

Dalam masalah kekerasan seksual dan penculikan, walaupun jumlah untuk awal 2018 meliputi sedikit kasus yang diabsahkan, semua kasus telah dilaporkan sepanjang tahun sejak 2013.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
FBI akan bantu penyelidikan ledakan Beirut
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 12:15 WIB
Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat pada Jumat (14/8) memastikan bahwa pihaknya akan memb...
Warga Inggris sambut anjuran pemerintah untuk makan di luar
Jumat, 14 Agustus 2020 - 22:45 WIB
Warga Inggris menyambut anjuran pemerintah yang melancarkan skema \'Makan di Luar untuk Membantu\', ...
Iran kecam `keras` jalinan diplomatik UAE-Israel 
Jumat, 14 Agustus 2020 - 20:37 WIB
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam `keras` jalinan hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab (UA...
Saham Hong Kong berbalik turun dengan Indeks HSI tergerus 0,05 persen
Kamis, 13 Agustus 2020 - 17:45 WIB
Saham-saham Hong Kong ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis, berbalik dari keuntungan dua hari...
Harga minyak terangkat lebih dari dua persen 
Kamis, 13 Agustus 2020 - 08:32 WIB
Harga minyak mentah global terangkat lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi W...
Emas `rebound` setelah anjlok saat kekhawatiran perlambatan berlanjut
Kamis, 13 Agustus 2020 - 08:08 WIB
Harga emas merangkak naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah kemarin mencatat pen...
Gelombang pertama vaksin COVID-19 Rusia akan diberikan ke petugas medis dalam dua pekan
Kamis, 13 Agustus 2020 - 07:54 WIB
Rusia menyatakan gelombang pertama vaksin COVID-19 akan siap untuk beberapa petugas medis dalam dua ...
Petugas medis Rusia dapat suntikan vaksin COVID-19 dalam dua pekan
Rabu, 12 Agustus 2020 - 20:45 WIB
Rusia menyatakan gelombang pertama vaksin COVID-19 akan siap untuk beberapa petugas medis dalam dua ...
AS teken kontrak pembelian vaksin COVID-19 Moderna senilai Rp22 triliun
Rabu, 12 Agustus 2020 - 10:34 WIB
Amerika Serikat meneken kontrak senilai 1,5 miliar dolar AS (sekitar Rp22 triliun) dengan produsen o...
WHO dinilai minim informasi untuk evaluasi vaksin COVID-19 Rusia
Rabu, 12 Agustus 2020 - 08:10 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minim informasi mengenai vaksin COVID-19 buatan Rusia untuk melakuk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV