Peluang usaha notebook custom yang tak butuh modal besar
Elshinta
Selasa, 31 Juli 2018 - 08:47 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Administrator
Peluang usaha notebook custom yang tak butuh modal besar
Ilustrasi notebook custom. Sumber foto: http://bit.ly/2M3muwY

Elshinta.com Notebook atau buku catatan menjadi kebutuhan bagi banyak orang, mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai karyawan kantor yang memerlukannya untuk mencatat hal-hal yang penting.  mudah ditemukan di mana-mana, seperti di toko fotokopi atau toko buku. Baik ukuran, bentuk maupun jenis kertasnya pun beragam.

Seiring dengan kecenderungan perilaku konsumen yang menurut banyak ahli lebih menyukai barang-barang yang sifatnya custom, notebook pun demikian. Ya, bisnis custom  terbilang cukup cerah karena banyak diminati oleh konsumen. Bagi mereka, desain notebook yang menarik dan eksklusif memberikan perasaan senang ketika membukanya.

Meskipun kegiatan mencatat sebenarnya sudah bisa dilakukan di perangkat gadget namun mencatat di buku bagi sebagian orang mampu memberikan kedekatan tersendiri. Dengan desain yang eksklusif tersebut, kedekatan seseorang dengan buku catatannya pun menjadi semakin terjalin.

Potensi bisnis

Dari sisi bisnis, notebook custom bisa dijalani sebagai sebuah bisnis utama atau hanya untuk sampingan, member tambahan penghasilan untuk Anda. Modal yang dikeluarkan pun tidak terlalu besar, namun mampu memberikan keuntungan yang lumayan.

Untuk melakukannya, Anda setidaknya harus memiliki tiga kemampuan. Pertama, memahami jenis-jenis kertas yang biasa dipakai untuk notebook, baik kertas isi maupun kertas kover. Hal ini berguna untuk membantu Anda menentukan harga jual kepada pembeli, serta memilih percetakan mana yang tepat untuk Anda.

Kedua soal keterampilan desain grafis. Dalam bisnis custom, ada dua kemungkinan yaitu customer membuat desainnya sendiri lalu Anda yang mencetak, atau Anda membuatkan desain untuk customer. Keduanya, memerlukan setidak banyak ilmu desain. Bila Anda membuatkan desainnya juga, maka ongkos pembuatannya itu bisa dimasukan ke dalam variabel yang menjadi harga penjualan.

Baca juga: Bagaimana menciptakan strategi pemasaran yang tepat untuk generasi millenials 

Ketiga soal marketing. Harus diakui bahwa tak semua orang perlu notebook setiap hari dan tak semua orang butuh notebook custom. Ini membuat kita harus bisa memasarkan produk notebook custom ini ke orang-orang yang tepat. Selain dari mulut ke mulut, produk seperti ini sangat efektif bila dipasarkan secara online melalui media sosial.

Bila Anda sudah memiliki itu semua, Anda setidaknya sudah bisa memulai bisnis ini. Lantas bagaimana cara memulainya?

Lakukan riset terlebih dahulu

Bisnis notebook custom bukanlah bisnis yang baru, di luar sana sudah banyak sekali orang yang menawarkannya. Karena itu, kita perlu mempelajari dari mereka, mengetahui kunci suksesnya, serta mencari celah bisnis yang bisa kita garap. Selain itu, riset juga diperlukan guna mengetahui tren desain custom notebook saat ini.

Setelah cukup banyak mendapatkan referensi desain notebook, Anda juga perlu lebih dalam mengenai fitur isi di dalam notebook tersebut. Beberapa notebook biasanya dilengkapi dengan monthly plan, to-do list, grid page, dan contact number. Anda bisa mencari referensi desain untuk ini juga. Selain itu, terkadang pembatas buku menjadi salah satu hal yang diinginkan oleh konsumen. Pembatas buku pun bisa menjadi daya tarik lainnya dari notebook custom. Pembatas buku bisa diisi dengan gambar sesuai dengan yang ada di kover atau quotes tertentu.

Riset juga diperlukan guna mengetahui percetakan mana yang sesuai dengan kriteria Anda. Selain mampu memberikan kualitas yang cukup murah, percetakan juga harus mampu memberikan hasil yang baik. Salah satu yang perlu diperhatikan dalam menilai percetakan adalah kualitas jilidannya terutama jika jilid lem. Kualitas kertas bisa jadi sama saja, namun kualitas jilidan sangat bergantung pada keterampilan operator atau manusia yang membuatnya.

Perhatikan juga kualitas warna yang setelah dicetak, apakah mengalami penurunan warna atau tidak. Banyak percetakan harganya murah namun kualitas cetakannya sangat buruk sehingga desain yang sudah dibuat dengan susah payah, menjadi jelek setelah dicetak. Ini dikarenakan karena beberapa sebab salah satunya mesin cetaknya itu sendiri.

Mulailah dengan membuat harga jual

Setelah cukup banyak mengetahui jenis-jenis desain notebook custom, percetakan yang bisa Anda ajak kerjasama kemudian lakukanlah perhitungan untuk menentukan harga jual. Untuk mengetahui harga sebuah notebook dari percetakan, Anda bisa mencoba menanyakan langsung ke percetakan atau mencoba mengunjungi situs https://printondemand.co.id. Di situs tersebut, kita bisa mengetahui ongkos yang diperlukan untuk mencetak notebook, lengkap dengan fitur yang bisa mengganti jenis kertas, ukuran dan sebagainya.

Buat portofolio

Langkah selanjutnya yaitu mulai membuat portofolio notebook. Buatlah beberapa contoh desain custom yang bisa Anda buat. Agar lebih menarik, implementasikan desain tersebut dalam mockup foto yang bisa didapatkan gratis di internet. Penggunaan mockup tersebut agar Anda tak perlu mencetak portofolio.

Dengan membuat portofolio, berarti Anda juga membuat pilihan-pilihan desain untuk konsumen. Bisa saja pilihan itu dibuat sebagai template yang mana pelanggan tinggal memilih template lalu diberikan sedikit sentuhan tambahan seperti nama dan sebagainya. Cara ini lebih menghemat banyak waktu nantinya.

Mulai tawarkan di media sosial

Tampilkan portofolio yang sudah Anda buat di media sosial. Saat ini, media sosial yang paling efektif untuk produk notebook custom seperti ini adalah Instagram. Di media sosial ini kita bisa membuat galeri portofolio notebook custom, baik yang sudah pernah dicetak maupun yang masih dalam bentuk mockup.

Instagram menjadi salah satu media sosial yang sangat efektif untuk memasarkan produk, terlebih lagi bagi produk seperti notebook custom. Konten visual yang memang menjadi layanan utama Instagram, sangat baik untuk produk seperti ini.

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pengamat: UU Ciptaker memungkinkan UMKM sebagai pelaku usaha KEK
Rabu, 18 November 2020 - 10:20 WIB
Peneliti ekonomi dari The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nu...
Anti mainstream! pasangan pengusaha muda ini berikan 100 paket bantuan usaha
Senin, 21 September 2020 - 14:19 WIB
Lebih dari 60 persen industri di Indonesia terpaksa mengalami kelumpuhan imbas corona, namun tidak s...
Melihat peluang bisnis pengiriman di masa pandemi, simak tipsnya
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:49 WIB
Bisnis pengiriman di era makin semaraknya bisnis online ikut meroket. Semua e-commerce dipastikan me...
Di tengah pandemi, UMKM didorong maksimalkan Bantuan Insentif Pemerintah
Senin, 15 Juni 2020 - 08:49 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong pelaku Usa...
Terdampak pandemi, mahasiswa berjiwa wirausaha diberikan beasiswa
Senin, 18 Mei 2020 - 15:25 WIB
Para pelajar dan mahasiswa yang berjiwa wirausaha diharapkan tetap bisa eksis dengan inovasi berbas...
Jaga daya beli masyarakat, ini stimulus untuk UMKM di tengah pandemi COVID-19
Jumat, 27 Maret 2020 - 10:29 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak semua pihak termasuk swasta, BUMN, dan masyarakat un...
Jalankan program santripreneur, Kemenperin: Kami bina 52 ponpes di 7 provinsi
Jumat, 20 Maret 2020 - 11:20 WIB
Santri di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) berpotensi besar menjadi wirausaha industri baru, khu...
Dongkrak industri fesyen muslim, Kemenperin: Konsumsi di dunia capai USD270 miliar
Rabu, 11 Maret 2020 - 14:22 WIB
Kementerian Perindustrian bertekad mewujudkan Indonesia menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia...
Industri kreatif sumbang lebih Rp1.100 T, subsektor apa yang paling berkontribusi?
Selasa, 10 Maret 2020 - 09:48 WIB
Ekonomi kreatif memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Capaian ini terlihat pad...
Ada 6 SNI tentang kopi, apa saja? Ini penjelasan Kepala BSN
Senin, 09 Maret 2020 - 11:58 WIB
Untuk menghasilkan kopi yang berkualitas, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan 6 Stan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV