Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Perempuan / Reproduksi

Risiko jika perempuan tak gunakan tisu di toilet

Sabtu, 04 Agustus 2018 - 19:45 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2LQSrwy
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2LQSrwy

Elshinta.com - Tidak semua toilet umum menyediakan tisu, ada kalanya kita terpaksa tidak mengeringkan organ intim setelah buang air. Kebiasaan itu sebenarnya tidak baik untuk kesehatan area kewanitaan, kata dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan Bram Pradipta.

Menurut dr Bram, vagina atau alat reproduksi wanita harus dijaga kebersihannya dari basah, lembab karena vagina rentan terhadap infeksi. 

“Akibat dekatnya batas antara uretra dengan anus dapat menyebabkan kuman penyakit dapat masuk dengan mudah ke liang vagina seperti jamur, bakteri, parasit ataupun virus,” ujar dr Bram, Sabtu (4/8). 

Hal ini bisa terjadi karena area kewanitaan tidak bersih akibat penggunaan celana dalam yang tidak tepat, tidak diganti, atau basah.
 
Hal ini juga dibenarkan oleh Health Claim Senior Manager Sequis dr. Yosef Fransiscus. Menurut dia, terjadinya keluhan sakit pada organ intim perempuan biasanya dimulai karena tidak membiasakan menjaga kebersihan daerah intim. 

Misalnya saja membiarkan pakaian dalam tetap digunakan dalam keadaan basah karena keringat atau keputihan atau tidak membersihkan sampai kering setelah buang air kecil. “Basah dan lembab pada daerah selangkangan, kelamin dan sekitar pantat dalam jangka waktu yang lama dapat mengembangkan bakteri sehingga menyebabkan bau tak sedap atau infeksi,” ujarnya, seperti dikutip Antara.

Dia menyarankan agar perempuan rajin menjaga daerah vagina agar tetap bersih dan kering. 
 
Adapun keluhan umum di daerah vagina yang sering terjadi misalnya rasa gatal, nyeri saat buang air kecil, bau yang tidak sedap, adanya darah saat bersenggama serta adanya cairan putih atau dikenal dengan keputihan yang keluar dari vagina. 

Menurut Bram, keputihan jangan diabaikan karena bila secara terus menerus akan mengalami perubahan seperti jumlahnya bertambah banyak, konsistensinya berubah, warna berubah lebih keruh, rasa gatal yang semakin sering dan timbul bau yang tidak sedap.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

Elshinta.com - Tidak semua toilet umum menyediakan tisu, ada kalanya kita terpaksa tidak mengeringkan organ intim setelah buang air. Kebiasaan itu sebenarnya tidak baik untuk kesehatan area kewanitaan, kata dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan Bram Pradipta.

Menurut dr Bram, vagina atau alat reproduksi wanita harus dijaga kebersihannya dari basah, lembab karena vagina rentan terhadap infeksi. 

“Akibat dekatnya batas antara uretra dengan anus dapat menyebabkan kuman penyakit dapat masuk dengan mudah ke liang vagina seperti jamur, bakteri, parasit ataupun virus,” ujar dr Bram, Sabtu (4/8). 

Hal ini bisa terjadi karena area kewanitaan tidak bersih akibat penggunaan celana dalam yang tidak tepat, tidak diganti, atau basah.
 
Hal ini juga dibenarkan oleh Health Claim Senior Manager Sequis dr. Yosef Fransiscus. Menurut dia, terjadinya keluhan sakit pada organ intim perempuan biasanya dimulai karena tidak membiasakan menjaga kebersihan daerah intim. 

Misalnya saja membiarkan pakaian dalam tetap digunakan dalam keadaan basah karena keringat atau keputihan atau tidak membersihkan sampai kering setelah buang air kecil. “Basah dan lembab pada daerah selangkangan, kelamin dan sekitar pantat dalam jangka waktu yang lama dapat mengembangkan bakteri sehingga menyebabkan bau tak sedap atau infeksi,” ujarnya, seperti dikutip Antara.

Dia menyarankan agar perempuan rajin menjaga daerah vagina agar tetap bersih dan kering. 
 
Adapun keluhan umum di daerah vagina yang sering terjadi misalnya rasa gatal, nyeri saat buang air kecil, bau yang tidak sedap, adanya darah saat bersenggama serta adanya cairan putih atau dikenal dengan keputihan yang keluar dari vagina. 

Menurut Bram, keputihan jangan diabaikan karena bila secara terus menerus akan mengalami perubahan seperti jumlahnya bertambah banyak, konsistensinya berubah, warna berubah lebih keruh, rasa gatal yang semakin sering dan timbul bau yang tidak sedap.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com