Suka dengan dunia anak? Cobalah peluang bisnis penitipan anak!
Elshinta
Selasa, 07 Agustus 2018 - 09:14 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Administrator
Suka dengan dunia anak? Cobalah peluang bisnis penitipan anak!
Sumber foto: https://bit.ly/2OLaQsa

Elshinta.com -  Mobilitas masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di kawasan perkotaan seringkali membuat para orang tua tidak punya waktu banyak untuk bersama-sama dengan si anak. Tuntutan hidup yang semakin tinggi juga memaksa kedua orang tua untuk bekerja sehingga rumah akan ditinggalkan pada siang harinya. 
Beberapa orang tua yang memiliki cukup banyak uang bisa saja mencari orang untuk menjadi pembantu atau baby sister di rumahnya.

Dengan cara seperti ini, orang tua tidak perlu khawatir dengan keselamatan si anak karena sudah dijaga oleh pembantu rumah tangga atau baby sister. Namun, memiliki pembantu rumah tangga juga bukan solusi yang baik bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang belum mampu untuk membayar gaji baby sister

Gaji pokok untuk seorang baby sister saja minimal Rp3 juta, belum termasuk biaya makan, pakaian, dan bonus-bonus. Sementara penitipan anak, tarifnya mulai dari Rp2 juta ke atas. Namun, untuk daycare yang kelasnya “premium” tarifnya bisa jadi sama saja dengan Anda membayar gaji baby sister atau mungkin lebih. 
Solusi yang cukup aman dan murah yaitu dengan menitipkan anak ke tempat penitipan anak yang sudah lazim terdapat di kawasan perkotaan.

Di tempat penitipan anak atau yang lebih dikenal sebagai daycare ini sang anak bisa mendapatkan haknya untuk bermain sambil belajar hal-hal sederhana dari pengasuh yang sudah profesional.  Adanya kebutuhan terhadap jasa penitipan anak tersebut membuka peluang usaha bagi siapa saja. Dilihat dari prospek pasaranya, jasa penitipan anak ini cukup bagus mengingat kebutuhannya yang semakin tinggi seiring dengan semakin tingginya mobilitas masyarakat perkotaan. Segmentasinya juga sudah jelas, yaitu para orang tua yang sibuk bekerja di rumah sementara anaknya terpaksa mereka titipkan pada orang lain.

Memulai usaha

Perlu diketahui bahwa jasa penitipan anak atau daycare bukanlah sebuah bisnis biasa yang hanya tahu untung dan rugi. Bisnis ini melibatkan bayi dan balita milik orang tua mereka yang harus sepenuhnya Anda jaga dan beri hak-haknya. Maka dari itu, sebelum memulai usaha ini, Anda perlu setidaknya memiliki kecintaan terhadap dunia anak, memahami bagaimana cara memperlakukan anak sesuai dengan jenjang usianya. Setelah Anda memahami tersebut, baru bisa memikirkan langkah-langkah memulai usahanya. Berikut beberapa langkah memulai usaha jasa penitipan anak yang bisa Anda ikuti. 

Menentukan segmentasi pasar

Anda harus terlebih dahulu mengetahui segmentasi orang tua seperti apa yang ingin Anda coba bidik. Pelajari kelas ekonomi mereka sehingga Anda punya gambaran yang cukup untuk membuat daycare yang seperti apa. Memahami segmentasi orang tua ini juga diperlukan untuk menentukan seberapa besar tarif yang Anda bisa kenakan, yang tentu saja berimbas pada fasilitas apa yang nanti mereka bisa peroleh. 

Baca jugaPeluang usaha notebook custom yang tak butuh modal besar

Menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten

Bisnis seperti ini, hampir sama seperti bisnis TK atau PAUD yakni memerlukan SDM yang berkompeten dalam bidangnya. Pengasuh anak di daycare sebaiknya adalah orang yang mengerti betul kondisi psikologi anak dan mampu menerapkannya dengan baik. Di penitipan, anak tidak sekedar dititipkan untuk kemudian disediakan fasilitas bermain, namun permainannya pun coba diarahkan oleh si pengasuh. 

Daycare tidak sekadar bisnis penitipan anak, lebih dari itu daycare merupakan wahana bagi si anak untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Karena itu lah, pengasuh daycare dan fasilitas yang disediakan harus mampu mendukung perkembangan si anak. 

Siapkan tempat

Tempat menjadi faktor yang krusial dalam bisnis tempat penitipan anak. Sediakanlah tempat penitipan anak yang cukup besar sehingga anak dapat dengan leluasa bermain ke sana dan ke mari. Sediakan pula aneka jenis mainan di dalamnya sehingga anak bisa merasa senang. Hindari adanya ruangan yang bisa menyebabkan pengawas luput perhatiannya dalam mengawasi anak-anak. 

Dalam membuat desain interior untuk daycare, perhatikan warna, gambar, motif yang lucu sehingga membuat anak merasa senang. Fasilitas berupa mainan juga wajib diperhatikan agar sesuai dengan umur dan aman bagi anak. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pengamat: UU Ciptaker memungkinkan UMKM sebagai pelaku usaha KEK
Rabu, 18 November 2020 - 10:20 WIB
Peneliti ekonomi dari The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nu...
Anti mainstream! pasangan pengusaha muda ini berikan 100 paket bantuan usaha
Senin, 21 September 2020 - 14:19 WIB
Lebih dari 60 persen industri di Indonesia terpaksa mengalami kelumpuhan imbas corona, namun tidak s...
Melihat peluang bisnis pengiriman di masa pandemi, simak tipsnya
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:49 WIB
Bisnis pengiriman di era makin semaraknya bisnis online ikut meroket. Semua e-commerce dipastikan me...
Di tengah pandemi, UMKM didorong maksimalkan Bantuan Insentif Pemerintah
Senin, 15 Juni 2020 - 08:49 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong pelaku Usa...
Terdampak pandemi, mahasiswa berjiwa wirausaha diberikan beasiswa
Senin, 18 Mei 2020 - 15:25 WIB
Para pelajar dan mahasiswa yang berjiwa wirausaha diharapkan tetap bisa eksis dengan inovasi berbas...
Jaga daya beli masyarakat, ini stimulus untuk UMKM di tengah pandemi COVID-19
Jumat, 27 Maret 2020 - 10:29 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak semua pihak termasuk swasta, BUMN, dan masyarakat un...
Jalankan program santripreneur, Kemenperin: Kami bina 52 ponpes di 7 provinsi
Jumat, 20 Maret 2020 - 11:20 WIB
Santri di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) berpotensi besar menjadi wirausaha industri baru, khu...
Dongkrak industri fesyen muslim, Kemenperin: Konsumsi di dunia capai USD270 miliar
Rabu, 11 Maret 2020 - 14:22 WIB
Kementerian Perindustrian bertekad mewujudkan Indonesia menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia...
Industri kreatif sumbang lebih Rp1.100 T, subsektor apa yang paling berkontribusi?
Selasa, 10 Maret 2020 - 09:48 WIB
Ekonomi kreatif memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Capaian ini terlihat pad...
Ada 6 SNI tentang kopi, apa saja? Ini penjelasan Kepala BSN
Senin, 09 Maret 2020 - 11:58 WIB
Untuk menghasilkan kopi yang berkualitas, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan 6 Stan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV