Polisi periksa istri Kapitra terkait molotov
Elshinta
Selasa, 07 Agustus 2018 - 10:16 WIB | Penulis : Devi Novitasari | Editor : Administrator
Polisi periksa istri Kapitra terkait molotov
Mantan Ketua Tim Advokasi GNPF MUI, Kapitra Ampera. Sumber foto: https://bit.ly/2OPT4E7

Elshinta.com - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa sejumlah saksi termasuk istri Kapitra Ampera, Yosandra Podang Handini terkait insiden pelemparan molotov di rumahnya.

"Pembantu rumah tangga bernama Yanti diminta keterangan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Djafar di Jakarta Selasa (7/8).

Indra menuturkan penyidik Polres Metro Jakarta dan Polsek Tebet masih menyelidiki dan mengidentifikasi pelaku pelemparan molotov berdasarkan olah tempat kejadian perkara yang melibatkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

Tim Khusus Eagle Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan pimpinan Ajun Komisaris Besar Polisi Stefanus Tamuntuan dan 10 anggota Polsek Tebet terlibat penyidikan kasus molotov itu.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menyita dua botol minuman berenergi yang bersumbu dan berisi bahan bakar minyak, serta kamera pemantau.

Sementara itu, Kapitra yang tercatat sebagai calon anggota legislatif PDI Perjuangan dan mantan pengacara pemimpin Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab itu menegaskan tidak takut dengan aksi teror tersebut, dikutip dari Antara.

Kapitra menduga aksi pelemparan molotov itu terkait pencalonannya sebagai calon anggota legislatif PDI Perjuangan.

"Saya tidak takut, tidak gentar dan tidak akan mundur terhadap serangan apapun," tegas Kapitra.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Panglima: Purnawirawan TNI merupakan suri tauladan dan guru bangsa
Kamis, 20 Juni 2019 - 14:58 WIB
Elshinta.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan para purnawirawan yang tela...
Pangdam I/BB resmikan Taman Perjuangan dan Monumen Letjen TNI Jamin Ginting
Kamis, 20 Juni 2019 - 14:38 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kodam I/BB Ke-69, Pangdam I/Buki...
SPBU `nakal` di Kabupaten Indramayu disegel Direktorat Metrologi
Kamis, 20 Juni 2019 - 13:51 WIB
Elshinta.com - Direktorat Metrologi bersama Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga ...
Hendardi: Pemeriksaan Novel Baswedan untuk pendalaman
Kamis, 20 Juni 2019 - 12:37 WIB
Elshinta.com - Hendardi, anggota tim gabungan bentukan Polri untuk kasus Novel Baswedan me...
DPRD Riau minta Pemprov serius kembangkan pariwisata
Kamis, 20 Juni 2019 - 11:52 WIB
Elshinta.com - Dinas Pariwisata Provinsi Riau diminta oleh Komisi V DPRD Riau untuk serius...
Pemkot Balikpapan operasikan bus sekolah berbayar botol plastik
Kamis, 20 Juni 2019 - 10:55 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mengoperasikan bus sekolah den...
Konsep pembangunan Kota Bogor jauhi Istana Presiden
Kamis, 20 Juni 2019 - 09:56 WIB
Elshinta.com - Pada periode kedua menjabat sebagai Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya ...
Perayaan HUT Ratu Inggris di Jakarta jadi momen perpisahan Dubes Malik
Kamis, 20 Juni 2019 - 09:48 WIB
Elshinta.com - Perayaan Ulang Tahun Ratu Inggris ke-93 Ratu Inggris Elizabeth II di Jakart...
Pemerintah pertegas posisi untuk hadapi diskriminasi sawit
Kamis, 20 Juni 2019 - 09:28 WIB
Elshinta.com - Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah sebagai tindak lanjut dari joint mis...
Papua punya banyak sesar aktif gempa bumi
Kamis, 20 Juni 2019 - 08:24 WIB
Elshinta.com - Wilayah Papua mempunyai banyak sesar aktif yang dapat menyebabkan gempa bum...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
TwokWono