Senin, 22 Oktober 2018 | 07:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Puluhan kapal nelayan rusak dihantam gelombang pasang

Selasa, 07 Agustus 2018 - 10:46 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vJYN5M
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vJYN5M

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat ada puluhan kapal nelayan yang rusak akibat diterjang gelombang pasang yang terjadi dalam dua pekan terakhir ini.

"Ada 37 kapala nelayan yang rusak akibat bencana ini dengan rincian 30 unit di Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap dan tujuh unit di Pantai Cisolok, Kecamatan Cisolok," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman di Sukabumi, Selasa (7/8).

Menurutnya, kapal nelayan yang rusak tersebut saat tengah ditambatkan di pesisir dan dermaga karena gelombang pasang dan arus laut deras akibatnya kapal tersebut terombang-ambing dan berbenturan yang akhirnya rusak.

Tidak hanya kapal atau perahu nelayan yang rusak, tetapi empat mesin diesel milik nelayan pun ikut tenggelam sehingga sampai saat ini banyak nelayan yang tidak melaut.

Untuk saat ini, gelombang di perairan laut selatan Sukabumi sudah tidak terlalu tinggi namun belum normal dengan ketinggian dua sampai tiga meter. Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada nelayan agar selalu waspada dengan anomali cuaca yang bisa berubah kapan saja apalagi di tengah laut, dilansir dari Antara.

"Tidak hanya kapal nelayan saja yang rusak akibat bencana gelombang tinggi atau pasang ini, tetapi puluhan warung, rumah dan tempat usaha lainnya serta fasilitas di objek wisata rusak. Untuk kerugiannya dalam perhitungan karena kami masih menginventarisir," imbuh Eka.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 07:28 WIB

Lahan bantul belum bisa ditanami padi

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 07:18 WIB

Fotografer lelang foto untuk korban gempa tsunami Palu

Event | 22 Oktober 2018 - 07:04 WIB

Indra Sjafri bangga semangat juang pemain Timnas U-19

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:55 WIB

Kunjungan delegasi IMF-WB berdampak bagi ekonomi NTT

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:43 WIB

Presiden hadiri PKN-Revolusi mental di Sulut

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat ada puluhan kapal nelayan yang rusak akibat diterjang gelombang pasang yang terjadi dalam dua pekan terakhir ini.

"Ada 37 kapala nelayan yang rusak akibat bencana ini dengan rincian 30 unit di Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap dan tujuh unit di Pantai Cisolok, Kecamatan Cisolok," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman di Sukabumi, Selasa (7/8).

Menurutnya, kapal nelayan yang rusak tersebut saat tengah ditambatkan di pesisir dan dermaga karena gelombang pasang dan arus laut deras akibatnya kapal tersebut terombang-ambing dan berbenturan yang akhirnya rusak.

Tidak hanya kapal atau perahu nelayan yang rusak, tetapi empat mesin diesel milik nelayan pun ikut tenggelam sehingga sampai saat ini banyak nelayan yang tidak melaut.

Untuk saat ini, gelombang di perairan laut selatan Sukabumi sudah tidak terlalu tinggi namun belum normal dengan ketinggian dua sampai tiga meter. Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada nelayan agar selalu waspada dengan anomali cuaca yang bisa berubah kapan saja apalagi di tengah laut, dilansir dari Antara.

"Tidak hanya kapal nelayan saja yang rusak akibat bencana gelombang tinggi atau pasang ini, tetapi puluhan warung, rumah dan tempat usaha lainnya serta fasilitas di objek wisata rusak. Untuk kerugiannya dalam perhitungan karena kami masih menginventarisir," imbuh Eka.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 07:28 WIB

Lahan bantul belum bisa ditanami padi

Senin, 22 Oktober 2018 - 06:55 WIB

Kunjungan delegasi IMF-WB berdampak bagi ekonomi NTT

Senin, 22 Oktober 2018 - 06:43 WIB

Presiden hadiri PKN-Revolusi mental di Sulut

Senin, 22 Oktober 2018 - 06:33 WIB

PKB: Parpol harus dekat dengan rakyat

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com