Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Kurs rupiah Selasa pagi Rp14.478 per dolar AS

Selasa, 07 Agustus 2018 - 10:33 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2nhbUHK
Sumber foto: https://bit.ly/2nhbUHK

Elshinta.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (7/8) pagi bergerak melemah sebesar 15 poin menjadi Rp14.478 dibanding sebelumnya Rp14.463 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Selasa (7/8) mengatakan mata uang dolar AS cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang dunia termasuk rupiah disebabkan oleh eskalasi perang dagang yang meningkat antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Dolar AS kembali menjadi 'save heaven' sehingga menopang pergerakannya terhadap mata uang lainnya," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan kedua 2018 yang tumbuh sebesar 5,27 persen (yoy), kemungkinan belum akan cukup banyak membantu pergerakan rupiah hari ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II-2018 tumbuh 5,27 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,01 persen, dikutip dari Antara.

"Pertumbuhan konsumsi domestik menjadi faktor utama yang mendorong naiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Elshinta.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (7/8) pagi bergerak melemah sebesar 15 poin menjadi Rp14.478 dibanding sebelumnya Rp14.463 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Selasa (7/8) mengatakan mata uang dolar AS cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang dunia termasuk rupiah disebabkan oleh eskalasi perang dagang yang meningkat antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Dolar AS kembali menjadi 'save heaven' sehingga menopang pergerakannya terhadap mata uang lainnya," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan kedua 2018 yang tumbuh sebesar 5,27 persen (yoy), kemungkinan belum akan cukup banyak membantu pergerakan rupiah hari ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II-2018 tumbuh 5,27 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,01 persen, dikutip dari Antara.

"Pertumbuhan konsumsi domestik menjadi faktor utama yang mendorong naiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:29 WIB

Pemkab Aceh Barat hadiahkan Rp1 juta tiap santri

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com