Selasa, 11 Desember 2018 | 08:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Jamaah haji diingatkan soal amalan tarwiyah

Selasa, 07 Agustus 2018 - 11:34 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Jamaah Calon Haji usai mengambil niat ihram di Tan'im yang menjadi miqat terdekat dengan Masjidil Haram, Mekkah (7/8). Sumber foto: https://bit.ly/2M1BP5n
Jamaah Calon Haji usai mengambil niat ihram di Tan'im yang menjadi miqat terdekat dengan Masjidil Haram, Mekkah (7/8). Sumber foto: https://bit.ly/2M1BP5n

Elshinta.com - Konsultan Bimbingan Ibadah Sektor Khusus Mekkah Hamzah mengingatkan jamaah calon haji Indonesia yang akan melakukan amalan Tarwiyah (menginap di Mina sebelum wukuf di  Arafah) dalam rangkaian ibadah haji untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

"Bagi yang berangkat Tarwiyah agar bertanggung jawab secara pribadi dan tidak menuntut apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Hamzah di Mekkah, Selasa (7/8).

Dia mengatakan jamaah yang akan Tarwiyah diwajibkan mendapatkan izin dari kepala sektor di Daerah Kerja Mekkah. Mereka harus membuat surat pernyataan yang disertai daftar anggota yang ikut Tarwiyah. "Indonesia luwes saja. Kemenag bikin panduan nasional, seperti Tarwiyah. Mazhab yang ada menyebut Tarwiyah dilakukan, tapi tidak mungkin dilakukan saat ini merujuk pada jumlah jamaah. Kalau dipandang sekarang, sangat sulit, Tarwiyah bahkan bisa membahayakan," kata dia.

Menurut dia, pemerintah tidak melarang Tarwiyah sekaligus tidak memfasilitasi jamaah baik untuk transportasi juga konsumsi. Tarwiyah sendiri merupakan amalan sunah dalam berhaji yang dilakukan pada 8 Dzulhijah pada kalender Islam. Dinamakan hari Tarwiyah (perbekalan) karena jamaah calon haji pada zaman Rasulullah SAW mulai mengisi perbekalan air di Mina pada hari itu untuk perjalanan ke Arafah guna melakukan wukuf.

Kini, pemerintah Arab Saudi lewat peraturan hajinya tidak memasukkan Tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji. Kemenag juga menyesuaikan hal tersebut karena pelaksanaan Tarwiyah dapat merepotkan pelaksanaan haji di masa kini, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 11 Desember 2018 - 08:27 WIB

Ada empat kasus terkait KTP-el yang tengah ditangani

Aktual Sepakbola | 11 Desember 2018 - 08:19 WIB

Phil Foden perpanjang kontrak sampai 2024 dengan Manchester City

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 08:08 WIB

Kartu disabilitas seharusnya tidak dipahami sebagai kartu bansos

Aktual Luar Negeri | 11 Desember 2018 - 07:57 WIB

Harga minyak kembali jatuh

Bencana Alam | 11 Desember 2018 - 07:46 WIB

Bogor cairkan Rp1,5 M untuk pemulihan pascabencana puting beliung

Arestasi | 11 Desember 2018 - 07:35 WIB

Polrestabes Medan gagalkan pengiriman empat kilogram sabu

Elshinta.com - Konsultan Bimbingan Ibadah Sektor Khusus Mekkah Hamzah mengingatkan jamaah calon haji Indonesia yang akan melakukan amalan Tarwiyah (menginap di Mina sebelum wukuf di  Arafah) dalam rangkaian ibadah haji untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

"Bagi yang berangkat Tarwiyah agar bertanggung jawab secara pribadi dan tidak menuntut apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Hamzah di Mekkah, Selasa (7/8).

Dia mengatakan jamaah yang akan Tarwiyah diwajibkan mendapatkan izin dari kepala sektor di Daerah Kerja Mekkah. Mereka harus membuat surat pernyataan yang disertai daftar anggota yang ikut Tarwiyah. "Indonesia luwes saja. Kemenag bikin panduan nasional, seperti Tarwiyah. Mazhab yang ada menyebut Tarwiyah dilakukan, tapi tidak mungkin dilakukan saat ini merujuk pada jumlah jamaah. Kalau dipandang sekarang, sangat sulit, Tarwiyah bahkan bisa membahayakan," kata dia.

Menurut dia, pemerintah tidak melarang Tarwiyah sekaligus tidak memfasilitasi jamaah baik untuk transportasi juga konsumsi. Tarwiyah sendiri merupakan amalan sunah dalam berhaji yang dilakukan pada 8 Dzulhijah pada kalender Islam. Dinamakan hari Tarwiyah (perbekalan) karena jamaah calon haji pada zaman Rasulullah SAW mulai mengisi perbekalan air di Mina pada hari itu untuk perjalanan ke Arafah guna melakukan wukuf.

Kini, pemerintah Arab Saudi lewat peraturan hajinya tidak memasukkan Tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji. Kemenag juga menyesuaikan hal tersebut karena pelaksanaan Tarwiyah dapat merepotkan pelaksanaan haji di masa kini, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com