Jumat, 17 Agustus 2018 | 06:39 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Hukum

LP3HI: Penyidik jangan zolimi Luna Maya-Cut Tari

Selasa, 07 Agustus 2018 - 13:15 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Cut Tari, Ariel 'Noah' dan Luna Maya. Sumber foto: https://bit.ly/2vvnYtN
Cut Tari, Ariel 'Noah' dan Luna Maya. Sumber foto: https://bit.ly/2vvnYtN

Elshinta.com - Lembaga Pengawas dan Pengawal Penegakan Hukum di Indonesia (LP3HI) meminta penyidik dari kepolisian untuk tidak menzolimi artis Luna Maya dan Cut Tari dengan menetapkan keduanya sebagai tersangka selama delapan tahun tanpa ada kejelasan perkara.

"Dari dokumen yang mereka perlihatkan sendiri, kegiatan penyidikan terakhir itu tertanggal 4 Agustus 2010. Tidak ada catatan lain setelah itu. Penyidik memang punya kewenangan, tetapi jangan zolim (terhadap tersangka)," kata Wakil Ketua LP3HI selaku pemohon praperadilan, Kurniawan Adi Nugroho saat ditemui Antara sebelum sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

Dia menjelaskan motivasi utama LP3HI mengajukan praperadilan, di antaranya untuk meminta pertimbangan majelis hakim terhadap aspek formal dari penyidikan kasus penyebaran video asusila dari dua aktris Cut Tari dan Luna Maya.

"Apakah ini suatu kelalaian (penetapan tersangka hingga delapan tahun)? Saya tidak melihatnya demikian. Apa pun itu, terlepas dari (dugaan) kelalaian atau kesengajaan, jika setelah 4 Agustus 2010 itu tidak ada kegiatan apa pun ya dihentikan saja," kata Kurniawan.

Ia menerangkan, penetapan tersangka seseorang itu harus mengacu pada ketentuan perundang-undangan. Artinya jika merujuk pada aturan hukum acara dan ketentuan dari institusi Polri, ada batas waktu maksimal seseorang dapat ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

Untuk informasi, Majelis Hakim PN Jakarta Selatan akan membacakan putusan terkait gugatan praperadilan penetapan tersangka Luna Maya dan Cut Tari, Selasa (7/8). Sementara itu, Luna Maya dan Cut Tari ditetapkan sebagai tersangka atas pelanggaran Pasal 282 KUHP dengan ancaman hukuman penjara satu tahun enam bulan pada 9 Juli 2010.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 17 Agustus 2018 - 06:26 WIB

KPK eksekusi Anang ke Lapas Sukamiskin

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 06:15 WIB

Polda Metro kerahkan 7.883 personel amankan HUT RI

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 22:03 WIB

Ditemukan hewan tak layak kurban di Kediri

Arestasi | 16 Agustus 2018 - 21:55 WIB

Bawa sabu, Sekdin Pendidikan Bojonegoro ditangkap

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 21:45 WIB

KPID Sumut kembali adakan KPID Award 2018

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 21:32 WIB

102.976 narapidana dapat remisi HUT Kemerdekaan RI

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 17 Agustus 2018 - 06:15 WIB

Polda Metro kerahkan 7.883 personel amankan HUT RI

Kamis, 16 Agustus 2018 - 22:03 WIB

Ditemukan hewan tak layak kurban di Kediri

Kamis, 16 Agustus 2018 - 21:45 WIB

KPID Sumut kembali adakan KPID Award 2018

Kamis, 16 Agustus 2018 - 21:32 WIB

102.976 narapidana dapat remisi HUT Kemerdekaan RI

Kamis, 16 Agustus 2018 - 21:06 WIB

Warga kibarkan bendera raksasa di Sukoharjo

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com