LP3HI: Penyidik jangan zolimi Luna Maya-Cut Tari
Selasa, 07 Agustus 2018 - 13:15 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Cut Tari, Ariel 'Noah' dan Luna Maya. Sumber foto: https://bit.ly/2vvnYtN

Elshinta.com - Lembaga Pengawas dan Pengawal Penegakan Hukum di Indonesia (LP3HI) meminta penyidik dari kepolisian untuk tidak menzolimi artis Luna Maya dan Cut Tari dengan menetapkan keduanya sebagai tersangka selama delapan tahun tanpa ada kejelasan perkara.

"Dari dokumen yang mereka perlihatkan sendiri, kegiatan penyidikan terakhir itu tertanggal 4 Agustus 2010. Tidak ada catatan lain setelah itu. Penyidik memang punya kewenangan, tetapi jangan zolim (terhadap tersangka)," kata Wakil Ketua LP3HI selaku pemohon praperadilan, Kurniawan Adi Nugroho saat ditemui Antara sebelum sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

Dia menjelaskan motivasi utama LP3HI mengajukan praperadilan, di antaranya untuk meminta pertimbangan majelis hakim terhadap aspek formal dari penyidikan kasus penyebaran video asusila dari dua aktris Cut Tari dan Luna Maya.

"Apakah ini suatu kelalaian (penetapan tersangka hingga delapan tahun)? Saya tidak melihatnya demikian. Apa pun itu, terlepas dari (dugaan) kelalaian atau kesengajaan, jika setelah 4 Agustus 2010 itu tidak ada kegiatan apa pun ya dihentikan saja," kata Kurniawan.

Ia menerangkan, penetapan tersangka seseorang itu harus mengacu pada ketentuan perundang-undangan. Artinya jika merujuk pada aturan hukum acara dan ketentuan dari institusi Polri, ada batas waktu maksimal seseorang dapat ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

Untuk informasi, Majelis Hakim PN Jakarta Selatan akan membacakan putusan terkait gugatan praperadilan penetapan tersangka Luna Maya dan Cut Tari, Selasa (7/8). Sementara itu, Luna Maya dan Cut Tari ditetapkan sebagai tersangka atas pelanggaran Pasal 282 KUHP dengan ancaman hukuman penjara satu tahun enam bulan pada 9 Juli 2010.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:23 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan pi...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:13 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Direktur Utama PT Krakata...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:49 WIB
Elshinta.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan Pelaksana tu...
Selasa, 26 Maret 2019 - 11:00 WIB
Elshinta.com - Sidang lanjutan penyebaran berita hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet dig...
Selasa, 26 Maret 2019 - 07:44 WIB
Elshinta.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyiapkan sejumlah saksi untuk memperkuat dakwaa...
Selasa, 26 Maret 2019 - 06:40 WIB
Elshinta.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menghormati dan mengikuti pro...
Selasa, 26 Maret 2019 - 06:29 WIB
Elshinta.com - Pengacara tersangka kasus perusakan barang bukti Pelaksana tugas (Plt) Ketu...
Selasa, 26 Maret 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Mantan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indone...
Senin, 25 Maret 2019 - 20:10 WIB
Elshinta.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah mempersiapkan saksi-saksi untuk memberikan keter...
Senin, 25 Maret 2019 - 16:30 WIB
Elshinta.com - Fireworks Ventures Limited, pemegang tunggal piutang (eks aset kredit) PT G...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)