Kisruh Peradi, saksi ungkap munas di Pekanbaru terbuka
Selasa, 07 Agustus 2018 - 13:15 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Sidang kasus Peradi. Foto: Supriyarto Rudatin/Elshinta.

Elshinta.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kembali menggelar sidang lanjutan perkara gugatan Perhimpunan Avokat Indonesia (Peradi) Ketua umum (Ketum) Fauzie Yusuf Hasibuan terhadap Peradi versi Ketum Juniver Girsang. 

Dalam sidang pada Senin (6/8), Ketum Peradi versi Fauzie Yusuf Hasibuan melalui tim kuasa hukumnya mengajukan lima orang saksi. Mereka adalah H.M. Zaenal Marzuki, S.H., M.H. Selaku Ketua DPC Peradi Jember, Hadi Suratman, S.H. (Ketua DPC Peradi Pontianak), Piter Siringoringo, S.H. (Ketua DPC Peradi Jakarta Timur), H. Bun Yani, S.H, M.H. (Ketua DPC Peradi Banjarmasin), dan Charles Silalahi, S.H. (Ketua DPC Peradi Medan).


Zaenal menyampaikan, bahwa mayoritas peserta munas yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan ketum Peradi di Pekanbaru, Riau, memberikan hak suaranya di hall, meskipun saat itu waktunya sudah larut malam.

Menurut Zainal, hanya dua anggota delegasi dari DPC Peradi Jember yang terpaksa menyalurkan hak suaranya setelah didatangi ke kamar hotel karena yang pertama adalah perempuan dan yang kedua kondisinya sedang sakit.

"Jadi pemilihan itu sudah malam, ada anggota delegasi kami yang perempuan dan satu lagi kurang sehat, itu sudah balik ke kamar sehingga itu didatangi panitia dan para saksi. Tapi kami, saya tidak memilih di kamar, 6 orang itu hadir di hall dan memilih," katanya. 

Sedangkan saat ketua majelis hakim menanyakan, apakah pemilihan seperti itu adalah sah,  Zaenal menyampaikan, masing-masing cabang mempunyai hak suara melalui delegasinya.

"Kami 8 orang, yang 6 masih mengikuti sampai malam, dan kami memilih di hall. Tapi dua anggota kami, yang satu perempuan sudah di kamar yang satu sakit," ujarnya seperti dilaporkan Reporter Supriyarto Rudatin. 

Saksi juga memastikan bahwa pemungutan suara seperti ini tak ubahnya dalam pemilu di mana pihak panitia penyelenggara mendatangi warga yang mempunyai hak pilih namun tidak bisa datang ke TPS di antaranya karena sakit.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 18 April 2019 - 11:24 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Rabu, 17 April 2019 - 07:51 WIB
Elshinta.com - Pengadilan Tinggi Pekanbaru mengabulkan upaya banding tiga terpidana mati k...
Selasa, 16 April 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Y...
Selasa, 16 April 2019 - 15:24 WIB
Elshinta.com - Hari ini, Selasa (16/5) terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham...
Selasa, 16 April 2019 - 14:24 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan KPK memeriksa Direktur Produksi PT &nb...
Selasa, 16 April 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK memanggil General Manager Ro...
Selasa, 16 April 2019 - 12:57 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara KPK mengatakan, KPK memeriksa mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR...
Selasa, 16 April 2019 - 12:35 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan KPK memeriksa Kepala Biro (Karo)...
Senin, 15 April 2019 - 17:39 WIB
Elshinta.com - Tim Intel Gabungan Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, dan Ke...
Senin, 15 April 2019 - 11:26 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)