Kamis, 16 Agustus 2018 | 23:17 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Gaya Hidup / Kesehatan

Ini pentingnya ASI dan edukasi menyusui

Selasa, 07 Agustus 2018 - 14:06 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MnVGYk
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MnVGYk

Elshinta.com - Dalam sebuah grup aplikasi Whatsapp Gerakan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif yang sebagian besar terdiri dari ibu hamil dan menyusui di Gorontalo, seorang ibu bertanya, "Produksi ASI saya berkurang, bagaimana cara agar melimpah lagi".

Produksi ASI berkurang, hasil perah yang sedikit, atau bahkan tidak keluar pada hari pertama kelahiran bayi menjadi pertanyaan yang paling banyak dilontarkan di grup tersebut. Hal itu menunjukkan kemungkinan besar banyak ibu dan calon ibu di luar sana, mempunyai kekhawatiran dan masalah yang sama.

Pasalnya, belum semua ibu menyusui memahami bahwa prinsip produksi ASI adalah permintaan dan persediaan. Makin sering payudara diisap atau dikosongkan, maka makin banyak ASI diproduksi.

"Hal ini yang berulang kali saya lontarkan menjawab keresahan akan produksi ASI. Bagi ibu baru, biasanya ketidaktahuan akan tahapan produksi ASI akan menjadi faktor yang memicu pilihan kepada susu formula," kata konsultan laktasi di Gorontalo, Nur Dariatni M. Ismail.

Bagi ibu yang bekerja di luar rumah, masalah yang kerap menghampiri adalah hasil perah atau pompa yang minim dan membutuhkan waktu lama. Untuk menjawab keluhan tersebut, perempuan yang biasa dipanggil Nita itu, mengingatkan bahwa memerah ASI pun butuh kedisiplinan.

"Pompalah setiap dua hingga tiga kali dan pada jam yang sama. Cara ini efektif untuk mengirim pesan ke otak dan merangsang hormon untuk segera memproduksi ASI di waktu yang sama," tambahnya.

Isapan bayi atau pompa akan merangsang syaraf-syaraf yang ada pada puting ibu. Syaraf-syaraf ini kemudian menyebabkan hormon prolaktin dan oksitosin dilepaskan ke aliran darah ibu yang berguna untuk mendorong otot-otot kecil di sekitar sel penghasil ASI untuk berkontraksi, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 22:03 WIB

Ditemukan hewan tak layak kurban di Kediri

Arestasi | 16 Agustus 2018 - 21:55 WIB

Bawa sabu, Sekdin Pendidikan Bojonegoro ditangkap

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 21:45 WIB

KPID Sumut kembali adakan KPID Award 2018

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 21:32 WIB

102.976 narapidana dapat remisi HUT Kemerdekaan RI

Kesehatan | 16 Agustus 2018 - 21:12 WIB

Saran ahli kesehatan untuk posisi tidur terbaik

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 16 Agustus 2018 - 21:12 WIB

Saran ahli kesehatan untuk posisi tidur terbaik

Kamis, 16 Agustus 2018 - 19:10 WIB

Lima tips tidur nyenyak dan berkualitas

Kamis, 16 Agustus 2018 - 15:16 WIB

Pariwisata jadi andalan kebijakan penguatan devisa

Kamis, 16 Agustus 2018 - 12:03 WIB

Duduk lama, ini cara jaga tubuh tetap sehat dan bugar

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com