Rabu, 17 Oktober 2018 | 07:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

UAS paling ramai diperbincangkan sebagai cawapres Prabowo

Selasa, 07 Agustus 2018 - 14:45 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ketum PAN, Zulkifli Hasan. Foto: Dody Handoko/Elshinta.
Ketum PAN, Zulkifli Hasan. Foto: Dody Handoko/Elshinta.

Elshinta.com - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan nama  Ustadz Abdul Somad  (UAS) paling ramai diperbincangkan sebagai cawapres Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

"Paling ramai diperbincangkan ini UAS. Cuma  UAS-nya belum tahu ya," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/8).

Dikatakannya bahasan soal cawapres memang masih menjadi persoalan tersendiri, baik di koalisi Jokowi maupun Prabowo. Salah satu solusi ialah dengan mengambil kandidat non parpol untuk menempati posisi cawapres. 

"Tentu karena kalau kita ngotot yang lain juga ngotot . Kalau ngotot semua gimana? Kan wakilnya cuma satu. Mungkin jalan tengah dicari yang bisa memperkuat kandidat tapi tidak berparpol," paparnya.

Ditambahkannya,"Tapi itu kan perlu waktu. Nanti kita lihat ya," ucapnya seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko. 

 Ia tak menjawab  soal kemungkinan UAS dibahas dalam rakernas PAN yang akan diselenggarakan pada Kamis (9/8). 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 17 Oktober 2018 - 06:29 WIB

Timnas Indonesia vs Hong Kong imbang, ini pengakuan Bima Sakti

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Bencana Alam | 16 Oktober 2018 - 21:57 WIB

BPBD: Dampak kekeringan Gunung Kidul meluas

Elshinta.com - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan nama  Ustadz Abdul Somad  (UAS) paling ramai diperbincangkan sebagai cawapres Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

"Paling ramai diperbincangkan ini UAS. Cuma  UAS-nya belum tahu ya," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/8).

Dikatakannya bahasan soal cawapres memang masih menjadi persoalan tersendiri, baik di koalisi Jokowi maupun Prabowo. Salah satu solusi ialah dengan mengambil kandidat non parpol untuk menempati posisi cawapres. 

"Tentu karena kalau kita ngotot yang lain juga ngotot . Kalau ngotot semua gimana? Kan wakilnya cuma satu. Mungkin jalan tengah dicari yang bisa memperkuat kandidat tapi tidak berparpol," paparnya.

Ditambahkannya,"Tapi itu kan perlu waktu. Nanti kita lihat ya," ucapnya seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko. 

 Ia tak menjawab  soal kemungkinan UAS dibahas dalam rakernas PAN yang akan diselenggarakan pada Kamis (9/8). 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:28 WIB

Upah minimum provinsi naik 8,03 persen tahun 2019

Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Luhut: Meikarta tak pernah keluhkan masalah izin

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com