Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Kepatuhan berihram jemaah haji Indonesia masuk `rapor merah`

Selasa, 07 Agustus 2018 - 15:25 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vLKxJE
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vLKxJE

Elshinta.com - Gelombang kedatangan jemaah haji Indonesia semakin mendekati puncak kedatangan, di mana tak kurang dari 17 kloter mendarat setiap hari di Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah, meskipun kepatuhan berihram para jemaah masuk kategori 'rapor merah.'

Hanya jemaah haji asal embarkasi Solo (SOC), Jakarta-Pondok Gede (JKG), dan Jakarta-Bekasi (JKS) yang sepenuhnya berihram sejak embarkasi.  Selebihnya, jemaah asal embarkasi lainnya hanya sebagian kecil yang berihram, bahkan ada yang tidak sama sekali, seperti Embarkasi Makassar UPG-23, UPG-24 dan Embarkasi Surabaya SUB-58 dan SUB-59 yang tidak berihram.

“Bukan hanya masalah waktu tunggu di bandara yang menjadi terlalu lama, jemaah juga banyak yang kelelahan dengan harus menunggu semua selesai berihram,” ujar Kepala Daker Airport Arsyad Hidayat di Jeddah, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Redaksi Elshinta di Jakarta, Selasa (7/8).

Karena harus menunggu jemaah lain yang terlalu lama berihram beberapa jemaah harus dirawat di klinik bandara, padahal bus yang akan mengangkut mereka sudah siap sejak pesawat landing. Terlebih, banyak pula diantara mereka yang harus terpisah dari rombongannya karena bus harus segera berangkat dan ada juga yang paspornya terbawa jemaah lain yang menimbulkan masalah baru.

“Jadi akan banyak masalah yang mungkin muncul saat Jemaah tidak berihram dari embarkasi,” ungkapnya.

Oleh sebab itu Arsyad senantiasa menghimbau kepada PPIH Embarkasi benar-benar menekankan kepada jemaahnya untuk berihram dari Tanah Air. Terlebih mendekati puncak kedatangan jemaah haji di Jeddah yang menyebabkan bandara menjadi sangat padat oleh jemaah haji dari berbagai negara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - Gelombang kedatangan jemaah haji Indonesia semakin mendekati puncak kedatangan, di mana tak kurang dari 17 kloter mendarat setiap hari di Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah, meskipun kepatuhan berihram para jemaah masuk kategori 'rapor merah.'

Hanya jemaah haji asal embarkasi Solo (SOC), Jakarta-Pondok Gede (JKG), dan Jakarta-Bekasi (JKS) yang sepenuhnya berihram sejak embarkasi.  Selebihnya, jemaah asal embarkasi lainnya hanya sebagian kecil yang berihram, bahkan ada yang tidak sama sekali, seperti Embarkasi Makassar UPG-23, UPG-24 dan Embarkasi Surabaya SUB-58 dan SUB-59 yang tidak berihram.

“Bukan hanya masalah waktu tunggu di bandara yang menjadi terlalu lama, jemaah juga banyak yang kelelahan dengan harus menunggu semua selesai berihram,” ujar Kepala Daker Airport Arsyad Hidayat di Jeddah, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Redaksi Elshinta di Jakarta, Selasa (7/8).

Karena harus menunggu jemaah lain yang terlalu lama berihram beberapa jemaah harus dirawat di klinik bandara, padahal bus yang akan mengangkut mereka sudah siap sejak pesawat landing. Terlebih, banyak pula diantara mereka yang harus terpisah dari rombongannya karena bus harus segera berangkat dan ada juga yang paspornya terbawa jemaah lain yang menimbulkan masalah baru.

“Jadi akan banyak masalah yang mungkin muncul saat Jemaah tidak berihram dari embarkasi,” ungkapnya.

Oleh sebab itu Arsyad senantiasa menghimbau kepada PPIH Embarkasi benar-benar menekankan kepada jemaahnya untuk berihram dari Tanah Air. Terlebih mendekati puncak kedatangan jemaah haji di Jeddah yang menyebabkan bandara menjadi sangat padat oleh jemaah haji dari berbagai negara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com