Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Konsultan haji: Jemaah yang Tarwiyah tanggung jawab pribadi

Selasa, 07 Agustus 2018 - 18:12 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vIXTX9
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vIXTX9

Elshinta.com - Konsultan Bimbingan Ibadah Sektor Khusus Mekkah, Hamzah mengingatkan jemaah calon haji Indonesia yang akan melakukan amalan Tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

"Bagi yang berangkat Tarwiyah agar bertanggung jawab secara pribadi dan tidak menuntut apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Hamzah di Mekkah, Selasa (7/8).

Dilaporkan Reporter Elshinta Remond Fauzi, Hamzah mengatakan, jemaah yang akan Tarwiyah diwajibkan mendapatkan izin dari kepala sektor di Daerah Kerja Mekkah. Mereka harus membuat surat pernyataan yang disertai daftar anggota yang ikut Tarwiyah.

"Indonesia luwes saja. Kemenag bikin panduan nasional, seperti Tarwiyah. Mazhab yang ada menyebut Tarwiyah tapi tidak mungkin dilakukan saat ini merujuk pada jumlah jamaah. Kalau dipandang sekarang, sangat sulit, Tarwiyah bahkan bisa membahayakan," ungkapnya.

Menurut Hamzah, pemerintah tidak melarang Tarwiyah sekaligus tidak memfasilitasi jamaah baik untuk transportasi juga konsumsi. Tarwiyah sendiri merupakan amalan sunah dalam berhaji yang dilakukan pada 8 Dzulhijah pada kalender Islam. Dinamakan hari Tarwiyah (perbekalan) karena jamaah calon haji pada zaman Rasulullah SAW mulai mengisi perbekalan air di Mina pada hari itu untuk perjalanan ke Arafah guna melakukan wukuf.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Konsultan Bimbingan Ibadah Sektor Khusus Mekkah, Hamzah mengingatkan jemaah calon haji Indonesia yang akan melakukan amalan Tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

"Bagi yang berangkat Tarwiyah agar bertanggung jawab secara pribadi dan tidak menuntut apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Hamzah di Mekkah, Selasa (7/8).

Dilaporkan Reporter Elshinta Remond Fauzi, Hamzah mengatakan, jemaah yang akan Tarwiyah diwajibkan mendapatkan izin dari kepala sektor di Daerah Kerja Mekkah. Mereka harus membuat surat pernyataan yang disertai daftar anggota yang ikut Tarwiyah.

"Indonesia luwes saja. Kemenag bikin panduan nasional, seperti Tarwiyah. Mazhab yang ada menyebut Tarwiyah tapi tidak mungkin dilakukan saat ini merujuk pada jumlah jamaah. Kalau dipandang sekarang, sangat sulit, Tarwiyah bahkan bisa membahayakan," ungkapnya.

Menurut Hamzah, pemerintah tidak melarang Tarwiyah sekaligus tidak memfasilitasi jamaah baik untuk transportasi juga konsumsi. Tarwiyah sendiri merupakan amalan sunah dalam berhaji yang dilakukan pada 8 Dzulhijah pada kalender Islam. Dinamakan hari Tarwiyah (perbekalan) karena jamaah calon haji pada zaman Rasulullah SAW mulai mengisi perbekalan air di Mina pada hari itu untuk perjalanan ke Arafah guna melakukan wukuf.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com