Selasa, 11 Desember 2018 | 08:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

OIC dirikan Sekolah Alam Leuser

Selasa, 07 Agustus 2018 - 18:22 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Murid Sekolah Alam Leuser di Dusun Kodam Bawah, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto: M Salim/Elshinta
Murid Sekolah Alam Leuser di Dusun Kodam Bawah, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto: M Salim/Elshinta

Elshinta.com - Orangutan Information Centre (OIC) dirikan Sekolah Alam Leuser setingkat SMP di Dusun Kodam Bawah, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang diresmikan oleh Pemerintah Kecamatan Besitang, Senin (6/8).

Dilaporkan Kontributor Elshinta M Salim, Direktur OIC sekaligus pembina sekolah alam Panut Hadisiswoyo mengatakan, sekolah tersebut legal formalnya setingkat SMP, memiliki dua rombongan belajar (rombel) yang seluruhnya bernuansa alam di mana dindingnya juga terbuat dari bambu, sekolah ini dibangun secara swadaya dari OIC.

"Kita mencoba mengimplementasikan dan memanfaatkan yang ada dialam untuk menunjang pendidikan formal yang dipadu dengan alam di pinggiran kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser," kata Panut.

Selanjutnya dijelaskan Panut, sekolah alam satu-satunya di Kabupaten Langkat ini didirikan bertujuan untuk mengenalkan tentang pentingnya pelestarian alam (konservasi) secara dini kepada anak-anak agar tumbuh rasa cinta mereka terhadap alam.

Kepala Sekolah Alam Leuser, Zainal Safri mengatakan, sekolah yang beroperasi pada Tahun Pelajaran 2018/2019 ini baru  mendapat siswa 16 orang, rombel satu dan 8 orang staf pengajar.

"Sekolah kita formal hanya saja lebih banyak belajar di alam terbuka daripada di ruangan, hal ini tentunya bertujuan untuk mengenalkan siswa dan berinteraksi langsung dengan alam, kami belajar kadang duduk di tikar atau bawa kursi keluar ruangan," terang Zainal.  

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 11 Desember 2018 - 08:27 WIB

Ada empat kasus terkait KTP-el yang tengah ditangani

Aktual Sepakbola | 11 Desember 2018 - 08:19 WIB

Phil Foden perpanjang kontrak sampai 2024 dengan Manchester City

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 08:08 WIB

Kartu disabilitas seharusnya tidak dipahami sebagai kartu bansos

Aktual Luar Negeri | 11 Desember 2018 - 07:57 WIB

Harga minyak kembali jatuh

Bencana Alam | 11 Desember 2018 - 07:46 WIB

Bogor cairkan Rp1,5 M untuk pemulihan pascabencana puting beliung

Arestasi | 11 Desember 2018 - 07:35 WIB

Polrestabes Medan gagalkan pengiriman empat kilogram sabu

Elshinta.com - Orangutan Information Centre (OIC) dirikan Sekolah Alam Leuser setingkat SMP di Dusun Kodam Bawah, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang diresmikan oleh Pemerintah Kecamatan Besitang, Senin (6/8).

Dilaporkan Kontributor Elshinta M Salim, Direktur OIC sekaligus pembina sekolah alam Panut Hadisiswoyo mengatakan, sekolah tersebut legal formalnya setingkat SMP, memiliki dua rombongan belajar (rombel) yang seluruhnya bernuansa alam di mana dindingnya juga terbuat dari bambu, sekolah ini dibangun secara swadaya dari OIC.

"Kita mencoba mengimplementasikan dan memanfaatkan yang ada dialam untuk menunjang pendidikan formal yang dipadu dengan alam di pinggiran kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser," kata Panut.

Selanjutnya dijelaskan Panut, sekolah alam satu-satunya di Kabupaten Langkat ini didirikan bertujuan untuk mengenalkan tentang pentingnya pelestarian alam (konservasi) secara dini kepada anak-anak agar tumbuh rasa cinta mereka terhadap alam.

Kepala Sekolah Alam Leuser, Zainal Safri mengatakan, sekolah yang beroperasi pada Tahun Pelajaran 2018/2019 ini baru  mendapat siswa 16 orang, rombel satu dan 8 orang staf pengajar.

"Sekolah kita formal hanya saja lebih banyak belajar di alam terbuka daripada di ruangan, hal ini tentunya bertujuan untuk mengenalkan siswa dan berinteraksi langsung dengan alam, kami belajar kadang duduk di tikar atau bawa kursi keluar ruangan," terang Zainal.  

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com