Senin, 22 Oktober 2018 | 07:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kuliner

Kopi Lumajang tembus pasar luar provinsi dengan cita rasa spesial

Selasa, 07 Agustus 2018 - 18:35 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kopi Robusta Lumajang, Jawa Timur. Foto: Efendi Murdiono/Elshinta
Kopi Robusta Lumajang, Jawa Timur. Foto: Efendi Murdiono/Elshinta

Elshinta.com - Kopi Robusta Lumajang, Jawa Timur masuk kopi spesial berdasarkan hasil uji Kakao di Jember karena mempunyai skor 84,50 mempunyai cita rasa spesial yang khas karena tanaman berada di kemiringan arah timur yang lebih banyak memperoleh sinar matahari dengan ketinggian 600-900 meter di atas permukaan laut.

Salah satu petani kopi warga Pasrujambe, Robert menyampaikan, dalam kontes nasional di Bali 2010 dirinya memperoleh juara dua, kemudian pada 2011 kontes di tingkat regional Sidoarjo menjadi juara pertama.

Dikatakan, nominasi itu tidak lepas karena dirinya terus menjaga kualitas dengan petik merah. Dia melirik pangsa pasar seperti Bali dan beberapa kota di luar Jawa Timur dengan permintaan perbulan sekira 400 kilogram dalam bentuk bubuk atau setara 4 kwintal bentuk biji.

"Produk kopi Arabika dan Esensial juga dihasilkan petani di Lumajang wilayah Klakah, Randuagung, Gucialit dan Pasrujambe untuk menjaga kualitas dan nilai jual diperlukan mengedukasi masyarakat agar hasil panen yang diperoleh mendapatkan untung lebih banyak. Contoh kopi Arabika di Pasrujambe dengan skor 84,75. Punya nilai harga juga lebih tinggi dan petani harus menjaga kualitas," kata Robert di Lumajang, Selasa (7/8), dilaporkan Kontributor Elshinta Efendi Murdiono.

Untuk mempertahankan cara penyajian minum kopi, Robert masih mengadopsi peninggalan Belanda yang diturunkan oleh leluhurnya, yaitu kopi bubuk dalam cangkir dituangkan air mendidih, bila si peminum perlu manis tinggal menambahkan gula sesuai dengan keinginan.

"Menghargai budaya leluhur dengan menu kopi tubruk tidak menggunakan alat modern," pungkas Robert.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 07:28 WIB

Lahan bantul belum bisa ditanami padi

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 07:18 WIB

Fotografer lelang foto untuk korban gempa tsunami Palu

Event | 22 Oktober 2018 - 07:04 WIB

Indra Sjafri bangga semangat juang pemain Timnas U-19

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:55 WIB

Kunjungan delegasi IMF-WB berdampak bagi ekonomi NTT

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 06:43 WIB

Presiden hadiri PKN-Revolusi mental di Sulut

Elshinta.com - Kopi Robusta Lumajang, Jawa Timur masuk kopi spesial berdasarkan hasil uji Kakao di Jember karena mempunyai skor 84,50 mempunyai cita rasa spesial yang khas karena tanaman berada di kemiringan arah timur yang lebih banyak memperoleh sinar matahari dengan ketinggian 600-900 meter di atas permukaan laut.

Salah satu petani kopi warga Pasrujambe, Robert menyampaikan, dalam kontes nasional di Bali 2010 dirinya memperoleh juara dua, kemudian pada 2011 kontes di tingkat regional Sidoarjo menjadi juara pertama.

Dikatakan, nominasi itu tidak lepas karena dirinya terus menjaga kualitas dengan petik merah. Dia melirik pangsa pasar seperti Bali dan beberapa kota di luar Jawa Timur dengan permintaan perbulan sekira 400 kilogram dalam bentuk bubuk atau setara 4 kwintal bentuk biji.

"Produk kopi Arabika dan Esensial juga dihasilkan petani di Lumajang wilayah Klakah, Randuagung, Gucialit dan Pasrujambe untuk menjaga kualitas dan nilai jual diperlukan mengedukasi masyarakat agar hasil panen yang diperoleh mendapatkan untung lebih banyak. Contoh kopi Arabika di Pasrujambe dengan skor 84,75. Punya nilai harga juga lebih tinggi dan petani harus menjaga kualitas," kata Robert di Lumajang, Selasa (7/8), dilaporkan Kontributor Elshinta Efendi Murdiono.

Untuk mempertahankan cara penyajian minum kopi, Robert masih mengadopsi peninggalan Belanda yang diturunkan oleh leluhurnya, yaitu kopi bubuk dalam cangkir dituangkan air mendidih, bila si peminum perlu manis tinggal menambahkan gula sesuai dengan keinginan.

"Menghargai budaya leluhur dengan menu kopi tubruk tidak menggunakan alat modern," pungkas Robert.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com