Kamis, 16 Agustus 2018 | 23:22 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Peristiwa / Musibah

Basarnas terus cari dua nelayan Serui yang hilang

Selasa, 07 Agustus 2018 - 18:45 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Kepala Kantor SAR Biak Melkianus Kotta. Foto: Aman Hasibuan/Elshinta
Kepala Kantor SAR Biak Melkianus Kotta. Foto: Aman Hasibuan/Elshinta

Elshinta.com - Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Biak, Selasa (7/8) masih terus mencari dua nelayan yang hilang setelah berangkat dari Serui menuju Manokwari, Provinsi Papua Barat pada Senin (6/8) kemarin.

Korban yang hilang diketahui bernama Herman Aurbaba (45) dan Aulia Ayomi (40), nelayan asal Serui, Provinsi Papua.

“Tim SAR Biak sejak Senin kemarin hingga kini masih melakukan pencarian terhadap dua nelayan yang hilang kemarin,” kata Kepala Kantor SAR Biak Melkianus Kotta, Selasa (7/8), sebagaimana dilaporkan Kontributor Elshinta Aman Hasibuan.

Dalam pencarian kedua korban ini, kata Melkianus, SAR Biak mengerahkan satu unit Rescue Car milik Pos SAR Serui, empat Personel Rescuer Pos SAR Serui dan dua unit HT frequensi serta satu unit GPS portable.

“Daerah Pencarian di Perairan Tanjung Woka Kord. 1°37'16.00”S-135°22'52.00" E Arah 287°Jarak 55 Nm dari Serui,” jelasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 22:03 WIB

Ditemukan hewan tak layak kurban di Kediri

Arestasi | 16 Agustus 2018 - 21:55 WIB

Bawa sabu, Sekdin Pendidikan Bojonegoro ditangkap

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 21:45 WIB

KPID Sumut kembali adakan KPID Award 2018

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 21:32 WIB

102.976 narapidana dapat remisi HUT Kemerdekaan RI

Kesehatan | 16 Agustus 2018 - 21:12 WIB

Saran ahli kesehatan untuk posisi tidur terbaik

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com