Mantan PM Najib didakwa lakukan pencucian uang
Rabu, 08 Agustus 2018 - 06:49 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Sumber Foto: https://bit.ly/2vMoToF

Elshinta.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak akan didakwa pada Rabu (8/8) berdasarkan undang-undang pencucian uang, menurut lembaga anti korupsi, terkait dengan skandal miliaran dolar di 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Najib, 65 tahun, dan keluarganya telah menghadapi pemeriksaan ketat sejak Mei, ketika hasil pemilihan di Malaysia membawa Mahathir Mohamad, mantan mentor yang jadi musuh, kembali naik ke tampuk kekuasaan.

Mahathir, 93 tahun, dengan cepat membuka kembali penyelidikan atas 1MDB dan melarang Najib beserta istrinya, Rosmah Mansor, meninggalkan negara itu.

Bulan lalu, Najib ditangkap dan didakwa menyalahgunakan kekuasaan dan pelanggaran kepercayaan terkait dengan dugaan transfer dana senilai 42 juta ringgit (10,31 juta dolar AS) ke rekening bank pribadnya dari SRC International, bekas unit dari 1MDB.

Ia telah mengaku tak bersalah atas dakwaan-dakwaan tersebut dan dibebaskan setelah memberikan uang jaminan.

Pada Selasa, ia dipanggil ke kantor Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC), sehari sebelum pemeriksaan menjelang peradilannya di pengadilan.

Najib diperiksa sekitar 45 menit. Dalam sebuah pernyataan segera setelah Najib meninggalkan kantor MACC, komisi itu mengatakan ia akan didakwa berdasarkan undang-undang anti pencucian uang. "Dakwaan-dakwaan tersebut terkait perkara SRC International," demikian kata MACC dalam satu pernyataan.

Juru bicara Najib menolak untuk memberikan komentar.

1MDB sedang diselidiki sedikitnya enam negara, termasuk Singapura, Swiss dan Amerika Serikat, terkait dugaan pencucian uang dan korupsi.

Departemen Kehakiman AS mengatakan, diperkirakan dana senilai 4,5 miliar dolar dari 1MDB telah disalahgunakan para pejabat tinggi dan orang-orang dekatnya, demikian dikutip dari Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 18 April 2019 - 17:07 WIB
Elshinta.com - Orang-orang bersenjata membunuh 14 penumpang setelah membajak bus penumpang...
Kamis, 18 April 2019 - 11:17 WIB
Elshinta.com - Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif pada Rabu (16/4) mengecam veto Preside...
Kamis, 18 April 2019 - 08:48 WIB
Elshinta.com - Arab Saudi mengumumkan akan menjadi tuan rumah KTT G20 pada November tahun ...
Kamis, 18 April 2019 - 08:40 WIB
Elshinta.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawal uji coba senjata taktis jenis baru pad...
Selasa, 16 April 2019 - 20:59 WIB
Elshinta.com - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menegaskan negaranya tidak terintimidasi oleh ...
Selasa, 16 April 2019 - 14:07 WIB
Elshinta.com - Kebakaran melanda Masjid Al Aqsha di Jerusalem pada Senin (15/4) waktu sete...
Senin, 15 April 2019 - 12:02 WIB
Elshinta.com - Pasukan keamanan menewaskan komandan ISIS dan empat anggota lainnya di daer...
Sabtu, 13 April 2019 - 06:59 WIB
Elshinta.com - Brunei Darussalam mengatakan penerapan undang-undang baru berupa hukuman ma...
Kamis, 11 April 2019 - 12:55 WIB
Elshinta.com - Seorang pelajar asal Indonesia di China yang hilang selama lima hari akhirnya di...
Kamis, 11 April 2019 - 12:34 WIB
Elshinta.com - Warga Australia akan menyuarakan pilihan mereka pada Pemilu 18 Mei, demikian Per...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)