Selasa, 11 Desember 2018 | 08:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Pilpres 2019

Besok, Gerindra deklarasi pasangan capres-cawapres. Ada Prabowo dan? 

Rabu, 08 Agustus 2018 - 07:04 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Prabowo Subianto dan Fadli Zon. Sumber foto: https://bit.ly/2vQIcxs
Prabowo Subianto dan Fadli Zon. Sumber foto: https://bit.ly/2vQIcxs

Elshinta.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, deklarasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung empat partai politik koalisi, yaitu Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, dan PKS, akan dilakukan pada Kamis (9/8). 

"Mudah-mudahan bisa dideklarasikan pada Kamis dan pendaftaran pasangan capres-cawapres batas akhirnya pada Jumat (10/8)," kata Fadli di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (7/8) kemarin.

Fadli mengatakan, partainya terus melakukan pembahasan untuk memastikan sosok cawapres yang akan mendampingi Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, pada Pilpres 2019. Diharapkan pada Rabu (8/8) malam nanti sudah ada keputusan.

Menurut Fadli, pihaknya sudah mengeksplorasi semua kemungkinan pasangan capres-cawapres termasuk rekomendasi ijtima ulama yang merupakan keputusan yang sangat dipegang.

"Pembicaraan-pembicaraan dengan partai sudah sangat jauh, seperti dengan Demokrat, PKS, maupun PAN. Besok malam (Rabu malam hari ini) sudah bisa kami putuskan," ujarnya.

Terkait nama Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menjadi salah satu rekomendasi ijtima ulama, Fadli mengatakan, Prabowo sudah mendapatkan pesan bahwa yang bersangkutan tetap memilih menjadi pendakwah.

Dia mengakui nama UAS mendapatkan dorongan dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Front Pembela Islam (FPI). Menurutnya hal itu tidak masalah. Namun, UAS sudah menyampaikan sikapnya ingin tetap menjadi pendakwah.

"Sudah komunikasi, pesannya langsung ditunjukkan suara UAS kepada Prabowo," katanya, dikutip Antara

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 11 Desember 2018 - 08:27 WIB

Ada empat kasus terkait KTP-el yang tengah ditangani

Aktual Sepakbola | 11 Desember 2018 - 08:19 WIB

Phil Foden perpanjang kontrak sampai 2024 dengan Manchester City

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 08:08 WIB

Kartu disabilitas seharusnya tidak dipahami sebagai kartu bansos

Aktual Luar Negeri | 11 Desember 2018 - 07:57 WIB

Harga minyak kembali jatuh

Bencana Alam | 11 Desember 2018 - 07:46 WIB

Bogor cairkan Rp1,5 M untuk pemulihan pascabencana puting beliung

Arestasi | 11 Desember 2018 - 07:35 WIB

Polrestabes Medan gagalkan pengiriman empat kilogram sabu

Elshinta.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, deklarasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung empat partai politik koalisi, yaitu Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, dan PKS, akan dilakukan pada Kamis (9/8). 

"Mudah-mudahan bisa dideklarasikan pada Kamis dan pendaftaran pasangan capres-cawapres batas akhirnya pada Jumat (10/8)," kata Fadli di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (7/8) kemarin.

Fadli mengatakan, partainya terus melakukan pembahasan untuk memastikan sosok cawapres yang akan mendampingi Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, pada Pilpres 2019. Diharapkan pada Rabu (8/8) malam nanti sudah ada keputusan.

Menurut Fadli, pihaknya sudah mengeksplorasi semua kemungkinan pasangan capres-cawapres termasuk rekomendasi ijtima ulama yang merupakan keputusan yang sangat dipegang.

"Pembicaraan-pembicaraan dengan partai sudah sangat jauh, seperti dengan Demokrat, PKS, maupun PAN. Besok malam (Rabu malam hari ini) sudah bisa kami putuskan," ujarnya.

Terkait nama Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menjadi salah satu rekomendasi ijtima ulama, Fadli mengatakan, Prabowo sudah mendapatkan pesan bahwa yang bersangkutan tetap memilih menjadi pendakwah.

Dia mengakui nama UAS mendapatkan dorongan dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Front Pembela Islam (FPI). Menurutnya hal itu tidak masalah. Namun, UAS sudah menyampaikan sikapnya ingin tetap menjadi pendakwah.

"Sudah komunikasi, pesannya langsung ditunjukkan suara UAS kepada Prabowo," katanya, dikutip Antara

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Senin, 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Senin, 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Senin, 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas Pemilu harus independen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com