Pilpres 2019
Besok, Gerindra deklarasi pasangan capres-cawapres. Ada Prabowo dan? 
Rabu, 08 Agustus 2018 - 07:04 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Prabowo Subianto dan Fadli Zon. Sumber foto: https://bit.ly/2vQIcxs

Elshinta.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, deklarasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung empat partai politik koalisi, yaitu Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, dan PKS, akan dilakukan pada Kamis (9/8). 

"Mudah-mudahan bisa dideklarasikan pada Kamis dan pendaftaran pasangan capres-cawapres batas akhirnya pada Jumat (10/8)," kata Fadli di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (7/8) kemarin.

Fadli mengatakan, partainya terus melakukan pembahasan untuk memastikan sosok cawapres yang akan mendampingi Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, pada Pilpres 2019. Diharapkan pada Rabu (8/8) malam nanti sudah ada keputusan.

Menurut Fadli, pihaknya sudah mengeksplorasi semua kemungkinan pasangan capres-cawapres termasuk rekomendasi ijtima ulama yang merupakan keputusan yang sangat dipegang.

"Pembicaraan-pembicaraan dengan partai sudah sangat jauh, seperti dengan Demokrat, PKS, maupun PAN. Besok malam (Rabu malam hari ini) sudah bisa kami putuskan," ujarnya.

Terkait nama Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menjadi salah satu rekomendasi ijtima ulama, Fadli mengatakan, Prabowo sudah mendapatkan pesan bahwa yang bersangkutan tetap memilih menjadi pendakwah.

Dia mengakui nama UAS mendapatkan dorongan dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Front Pembela Islam (FPI). Menurutnya hal itu tidak masalah. Namun, UAS sudah menyampaikan sikapnya ingin tetap menjadi pendakwah.

"Sudah komunikasi, pesannya langsung ditunjukkan suara UAS kepada Prabowo," katanya, dikutip Antara

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 21 Februari 2019 - 18:02 WIB
Elshinta.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan mengatakan, KPU memp...
Kamis, 21 Februari 2019 - 15:15 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 15 Camat di Makassar Sulawesi Selatan dilaporkan Tim Calon Preside...
Kamis, 21 Februari 2019 - 12:16 WIB
Elshinta.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) calon presiden dan calon wakil presiden, ...
Kamis, 21 Februari 2019 - 08:29 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo menegaska...
Kamis, 21 Februari 2019 - 07:48 WIB
Elshinta.com - Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subiant...
Rabu, 20 Februari 2019 - 21:53 WIB
Elshinta.com - Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno memastikan bahwa calon wakil pres...
Rabu, 20 Februari 2019 - 21:40 WIB
Elshinta.com - Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Maman...
Rabu, 20 Februari 2019 - 21:27 WIB
Elshinta.com - Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi...
Rabu, 20 Februari 2019 - 21:13 WIB
Elshinta.com - Sempat menuai kontroversi di tubuh internal Persatuan Islam (Persis), Alian...
Rabu, 20 Februari 2019 - 17:44 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritimam, Luhut Binsar Panjaitan mengaku diri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)