Kamis, 13 Desember 2018 | 16:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Mataram bentuk tim investigasi gedung sekolah pascagempa

Rabu, 08 Agustus 2018 - 06:58 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber Foto: https://bit.ly/2ORhKMA
Sumber Foto: https://bit.ly/2ORhKMA

Elshinta.com - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat membentuk tim investigasi gedung sekolah untuk menilai kelayakan gedung sekolah tersebut untuk ditempati kembali pascagempa bumi 7 Skala Richter (SR).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Mahmuddin Tura di Mataram, Selasa (7/8), mengatakan, investigasi gedung sekolah ini menjadi prioritas karena Kamis (9/8) siswa sudah mulai masuk sekolah pascagempa bumi.

"Hari ini tim yang beranggotan lima orang, sudah mulai turun melakukan investigasi sejumlah gedung sekolah. Harapannya, segera ada hasil agar kami bisa segera membuat rekomendasi layak atau tidak layak ke Dinas Pendidikan," katanya.

Ia mengatakan, dari lebih 100 sekolah khususnya SD dan SMP yang berada di bawah penanganan pemerintah kota, Dinas Pendidikan memprioritaskan untuk dilakukan investigasi pada sekolah SDN 5, 9, Mataram, 2 Ampenan, dan SDN 10 Cakranegara.

Sedangkan untuk tingkat SMP, diprioritaskan di SMPN 6, 7, 12 dan 14 Mataram, karena dari laporan pihak sekolah kondisinya mengkhawatirkan. "Jadi tim kami akan bekerja sesuai dengan skala prioritas dari Dinas Pendidikan," katanya.

Menurutnya, apabila dari hasil evaluasi tim investigasi tersebut menyebutkan kondisi bangunan tidak layak, maka PUPR akan memberikan rekomendasi kepada Dinas Pendidikan sesuai dengan hal tersebut.

Dengan demikian, Dinas Pendidikan bisa segera mencari solusi cepat dan tepat untuk menangani masalah tersebut. Misalnya, dengan mencari tempat belajar yang aman dan nyaman sementara bagi siswa, meliburkan siswa atau solusi lainnya. "Dengan demikian, siswa bisa nyaman belajar tanpa ada ancaman keselamatan mereka," katanya, seperti dikutip Antara.

Lebih jauh Mahmuddin menyebutkan, selain membentuk tim investigasi gedung sekolah, PUPR Mataram juga membentuk tim investigasi gedung publik lainnya untuk menilai kelayakan gedung pascagempa bumi.

Tim yang dimaksudkan antara lain, tim investigasi gedung RSUD Mataram, Pendopo Wali Kota, Kantor Badan Keuangan Daerah dan Kantor BPK. Satu tim beranggotakan empat hingga lima orang dari berbagai unsur. "Namun, yang saat ini mendesak adalah investigasi gedung sekolah," katanya lagi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 16:45 WIB

Perpustakaan Nasional punya perayaan khusus untuk Hari Ibu

Musibah | 13 Desember 2018 - 16:25 WIB

6 bulan hilang, warga Kudus ditemukan tinggal kerangka

Manajemen | 13 Desember 2018 - 16:15 WIB

Jangan langgar tiga etika bisnis ini di bisnis online

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 16:07 WIB

Menteri PUPR: Rp15 miliar bangun jembatan roboh

Elshinta.com - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat membentuk tim investigasi gedung sekolah untuk menilai kelayakan gedung sekolah tersebut untuk ditempati kembali pascagempa bumi 7 Skala Richter (SR).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Mahmuddin Tura di Mataram, Selasa (7/8), mengatakan, investigasi gedung sekolah ini menjadi prioritas karena Kamis (9/8) siswa sudah mulai masuk sekolah pascagempa bumi.

"Hari ini tim yang beranggotan lima orang, sudah mulai turun melakukan investigasi sejumlah gedung sekolah. Harapannya, segera ada hasil agar kami bisa segera membuat rekomendasi layak atau tidak layak ke Dinas Pendidikan," katanya.

Ia mengatakan, dari lebih 100 sekolah khususnya SD dan SMP yang berada di bawah penanganan pemerintah kota, Dinas Pendidikan memprioritaskan untuk dilakukan investigasi pada sekolah SDN 5, 9, Mataram, 2 Ampenan, dan SDN 10 Cakranegara.

Sedangkan untuk tingkat SMP, diprioritaskan di SMPN 6, 7, 12 dan 14 Mataram, karena dari laporan pihak sekolah kondisinya mengkhawatirkan. "Jadi tim kami akan bekerja sesuai dengan skala prioritas dari Dinas Pendidikan," katanya.

Menurutnya, apabila dari hasil evaluasi tim investigasi tersebut menyebutkan kondisi bangunan tidak layak, maka PUPR akan memberikan rekomendasi kepada Dinas Pendidikan sesuai dengan hal tersebut.

Dengan demikian, Dinas Pendidikan bisa segera mencari solusi cepat dan tepat untuk menangani masalah tersebut. Misalnya, dengan mencari tempat belajar yang aman dan nyaman sementara bagi siswa, meliburkan siswa atau solusi lainnya. "Dengan demikian, siswa bisa nyaman belajar tanpa ada ancaman keselamatan mereka," katanya, seperti dikutip Antara.

Lebih jauh Mahmuddin menyebutkan, selain membentuk tim investigasi gedung sekolah, PUPR Mataram juga membentuk tim investigasi gedung publik lainnya untuk menilai kelayakan gedung pascagempa bumi.

Tim yang dimaksudkan antara lain, tim investigasi gedung RSUD Mataram, Pendopo Wali Kota, Kantor Badan Keuangan Daerah dan Kantor BPK. Satu tim beranggotakan empat hingga lima orang dari berbagai unsur. "Namun, yang saat ini mendesak adalah investigasi gedung sekolah," katanya lagi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com