Kamis, 13 Desember 2018 | 16:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Gelombang pertama jamaah Haji Indonesia di Madinah berakhir

Rabu, 08 Agustus 2018 - 08:10 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Istimewa. Foto: Redaksi
Istimewa. Foto: Redaksi

Elshinta.com - Kloter terakhir calon jamaah haji (CJH) akhirnya diberangkatkan ke Mekkah kemarin. Dengan demikian, tidak ada lagi CJH gelombang pertama yang tersisa di Madinah.

Rombongan terakhir itu berasal dari kloter 9 Embarkasi Palembang (PLM). Total ada 488 jamaah yang tergabung dalam kloter tersebut. Mereka diberangkatkan menggunakan 10 bus dari Hotel Rehab Al-Masi. 

Pelepasan dilakukan dengan seremonial sederhana oleh Direktur Jenderal Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Nizar Ali di lobi hotel. "Secara keseluruhan, hari ini ada 6.166 jamaah yang kita berangkatkan ke Mekkah," ujar Nizar. 

Semua rombongan akan mampir di Bir Ali untuk salat sunat dan membaca niat umrah wajib. Pelepasan itu menandai berakhirnya aktivitas CJH gelombang pertama di Madinah. "Totalnya ada 218 kloter dengan 88.927 jamaah (yang masuk gelombang pertama, Red)," jelasnya, seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.

Perjalanan ke Mekkah diperkirakan membutuhkan waktu lima jam. Di Mekkah, rombongan dari Madinah akan disebar ke 164 hotel yang telah disewa oleh kemenag.

Nizar menyebutkan, pihaknya telah melakukan evaluasi terkait kedatangan CJH gelombang pertama di Madinah. Ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Teutama soal perubahan aturan yang terbilang mendadak. Dia mencontohkan fast track di Bandara Jeddah dan Madinah. CJH yang melalui jalur cepat itu memang tidak perlu berlama-lama menjalani pemeriksaan imigrasi di bandara. Mereka bisa langsung menuju hotel. Namun, kedatangan yang terlalu cepat membuat mereka tidak bisa langsung masuk kamar hotel. "Karena jamaah datang sebelum jam check-in hotel," katanya.

Perubahan lain adalah batasan jumlah CJH yang boleh berangkat ke Mekkah. Kini, pemerintah Arab Saudi membatasi maksimal hanya 3.000 CJH yang boleh berangkat di saat bersamaan. Pembatasan mendadak itu membuat keberangkatan beberapa CJH harus diikutkan bus berikutnya. ’’Ada juga jamaah yang tertinggal bus karena paspornya belum diregistasikan di majmuah,’’ terangnya.

Kepada para jamaah, Nizar berpesan agar mengatur ritme ibadah selama di Mekkah. Jamaah tidak perlu bolak-balik melakukan umrah sunah jika kondisi fisik tidak memungkinkan. ’’Jangan sampai gara-gara mengerjakan amalan sunnah, lantas haji yang wajib malah tidak terlaksana karena kecapekan,’’ katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 16:45 WIB

Perpustakaan Nasional punya perayaan khusus untuk Hari Ibu

Musibah | 13 Desember 2018 - 16:25 WIB

6 bulan hilang, warga Kudus ditemukan tinggal kerangka

Manajemen | 13 Desember 2018 - 16:15 WIB

Jangan langgar tiga etika bisnis ini di bisnis online

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 16:07 WIB

Menteri PUPR: Rp15 miliar bangun jembatan roboh

Elshinta.com - Kloter terakhir calon jamaah haji (CJH) akhirnya diberangkatkan ke Mekkah kemarin. Dengan demikian, tidak ada lagi CJH gelombang pertama yang tersisa di Madinah.

Rombongan terakhir itu berasal dari kloter 9 Embarkasi Palembang (PLM). Total ada 488 jamaah yang tergabung dalam kloter tersebut. Mereka diberangkatkan menggunakan 10 bus dari Hotel Rehab Al-Masi. 

Pelepasan dilakukan dengan seremonial sederhana oleh Direktur Jenderal Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Nizar Ali di lobi hotel. "Secara keseluruhan, hari ini ada 6.166 jamaah yang kita berangkatkan ke Mekkah," ujar Nizar. 

Semua rombongan akan mampir di Bir Ali untuk salat sunat dan membaca niat umrah wajib. Pelepasan itu menandai berakhirnya aktivitas CJH gelombang pertama di Madinah. "Totalnya ada 218 kloter dengan 88.927 jamaah (yang masuk gelombang pertama, Red)," jelasnya, seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.

Perjalanan ke Mekkah diperkirakan membutuhkan waktu lima jam. Di Mekkah, rombongan dari Madinah akan disebar ke 164 hotel yang telah disewa oleh kemenag.

Nizar menyebutkan, pihaknya telah melakukan evaluasi terkait kedatangan CJH gelombang pertama di Madinah. Ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Teutama soal perubahan aturan yang terbilang mendadak. Dia mencontohkan fast track di Bandara Jeddah dan Madinah. CJH yang melalui jalur cepat itu memang tidak perlu berlama-lama menjalani pemeriksaan imigrasi di bandara. Mereka bisa langsung menuju hotel. Namun, kedatangan yang terlalu cepat membuat mereka tidak bisa langsung masuk kamar hotel. "Karena jamaah datang sebelum jam check-in hotel," katanya.

Perubahan lain adalah batasan jumlah CJH yang boleh berangkat ke Mekkah. Kini, pemerintah Arab Saudi membatasi maksimal hanya 3.000 CJH yang boleh berangkat di saat bersamaan. Pembatasan mendadak itu membuat keberangkatan beberapa CJH harus diikutkan bus berikutnya. ’’Ada juga jamaah yang tertinggal bus karena paspornya belum diregistasikan di majmuah,’’ terangnya.

Kepada para jamaah, Nizar berpesan agar mengatur ritme ibadah selama di Mekkah. Jamaah tidak perlu bolak-balik melakukan umrah sunah jika kondisi fisik tidak memungkinkan. ’’Jangan sampai gara-gara mengerjakan amalan sunnah, lantas haji yang wajib malah tidak terlaksana karena kecapekan,’’ katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com