Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

PLN bangun lagi PLTMG di beberapa kota di Papua

Rabu, 08 Agustus 2018 - 08:55 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2OhG6OI
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2OhG6OI

Elshinta.com - PT PLN (Persero) Wilayah Papua dan Papua Barat (PWP2B) akan membangun lagi pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) berskala 10-50 MW di beberapa kota Papua.

Asisten Analis Komunikasi PWP2B Septian Pujianto ketika dihubungi dari Timika, Papua, Rabu (8/8), mengatakan beberapa proyek, yang sedang dikerjakan itu adalah PLTMG Merauke dan PLTMG Biak dengan masing-masing berkapasitas 10 MW.

Sementara, proyek PLTMG Timika berkapasitas 50 MW belum mulai dikerjakan lantaran menunggu rampungnya izin pinjam pakai kawasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Saat ini, sudah dua PLTMG beroperasi yaitu Nabire berkapasitas 20 MW dan Jayapura 50 MW. Lalu, dalam waktu dekat ini akan beroperasi lagi PLTMG Sorong berkapasitas 50 MW," jelas Septian.

Pembangunan PLTMG di Papua dan Papua Barat itu, katanya, juga mendukung penyelenggaraan pesta olahraga PON ke-20 pada 2020 yang dilaksanakan di Papua.

Sejumlah kota besar di Papua dan Papua Barat seperti Jayapura, Timika, Manokwari, Biak, Merauke, dan Sorong kini tengah bersiap menjadi kota penyelenggara hajatan olahraga tingkat nasional empat tahun sekali itu. "Kami memastikan venue-venue PON 2020 aman dari sisi kelistrikan," kata Septian.

PWP2B juga mengimbau para investor yang ingin membuka usaha di Papua agar tidak lagi memikirkan soal ketersediaan daya listrik, sebab saat ini PLN Papua dan Papua Barat mengalami surplus daya.

"Pemadaman listrik terjadi karena gangguan alam atau karena mesin-mesin harus pemeliharaan sebab hampir seluruhnya mengandalkan pembangkit diesel. Itu yang kerap terjadi di Papua dan Papua Barat. Jadi, bukan karena defisit. Kami yakinkan ke seluruh masyarakat bahwa di Papua dan Papua Barat saat ini surplus daya," ujar Septian.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - PT PLN (Persero) Wilayah Papua dan Papua Barat (PWP2B) akan membangun lagi pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) berskala 10-50 MW di beberapa kota Papua.

Asisten Analis Komunikasi PWP2B Septian Pujianto ketika dihubungi dari Timika, Papua, Rabu (8/8), mengatakan beberapa proyek, yang sedang dikerjakan itu adalah PLTMG Merauke dan PLTMG Biak dengan masing-masing berkapasitas 10 MW.

Sementara, proyek PLTMG Timika berkapasitas 50 MW belum mulai dikerjakan lantaran menunggu rampungnya izin pinjam pakai kawasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Saat ini, sudah dua PLTMG beroperasi yaitu Nabire berkapasitas 20 MW dan Jayapura 50 MW. Lalu, dalam waktu dekat ini akan beroperasi lagi PLTMG Sorong berkapasitas 50 MW," jelas Septian.

Pembangunan PLTMG di Papua dan Papua Barat itu, katanya, juga mendukung penyelenggaraan pesta olahraga PON ke-20 pada 2020 yang dilaksanakan di Papua.

Sejumlah kota besar di Papua dan Papua Barat seperti Jayapura, Timika, Manokwari, Biak, Merauke, dan Sorong kini tengah bersiap menjadi kota penyelenggara hajatan olahraga tingkat nasional empat tahun sekali itu. "Kami memastikan venue-venue PON 2020 aman dari sisi kelistrikan," kata Septian.

PWP2B juga mengimbau para investor yang ingin membuka usaha di Papua agar tidak lagi memikirkan soal ketersediaan daya listrik, sebab saat ini PLN Papua dan Papua Barat mengalami surplus daya.

"Pemadaman listrik terjadi karena gangguan alam atau karena mesin-mesin harus pemeliharaan sebab hampir seluruhnya mengandalkan pembangkit diesel. Itu yang kerap terjadi di Papua dan Papua Barat. Jadi, bukan karena defisit. Kami yakinkan ke seluruh masyarakat bahwa di Papua dan Papua Barat saat ini surplus daya," ujar Septian.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com