Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Gerindra hormati keputusan UAS pilih jalur dakwah

Rabu, 08 Agustus 2018 - 08:44 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
 Ustadz Abdul Somad. Sumber Foto: https://bit.ly/2KAeodK
Ustadz Abdul Somad. Sumber Foto: https://bit.ly/2KAeodK

Elshinta.com - Partai Gerindra menghormati sikap Ustadz Abdul Somad (UAS) yang tetap memilih jalur dakwah, sehingga tidak bersedia menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

"Kami dapat informasi dari Tanjung Pinang bahwa beliau memilih jalur dakwah dan pendidikan karena dianggap sama pentingnya dengan jalur-jalur politik, dan itu kami hormati," kata Muzani di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Selasa (7/8) malam.

Menurut dia, Prabowo sangat menghargai dan menghormati hasil ijtima ulama dan meskipun secara personal belum mengenal UAS namun mengetahui isu ceramah UAS di media sosial.

Muzani mengatakan, Prabowo menilai UAS sebagai pendakwah yang memberikan semangat keagamaan dan ke-Islaman yang mempersatukan. "Beberapa ceramah yang diunggah di media sosial, Prabowo merasa bahwa ceramah UAS membangunkan semangat spirit keagamaan, keyakinan iman, keimanan, ke-Islaman dan mempersatukan, menggairahkan," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Di sisi lain Muzani menjelaskan Gerindra berusaha mempertemukan Prabowo Subianto dengan UAS namun hal itu belum terwujud karena UAS sibuk dengan jadwal dakwahnya.

Muzani mengatakan, masih membuka peluang agar Prabowo bisa bertemu dengan UAS meskipun pendaftaran pasangan capres-cawapres terakhir tanggal 10 Agustus mendatang. "Sejauh ini Ustadz Abdul Somad jadwalnya sangat padat sehingga untuk berjumpa dengan Prabowo sampai sekarang belum terjadi," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Partai Gerindra menghormati sikap Ustadz Abdul Somad (UAS) yang tetap memilih jalur dakwah, sehingga tidak bersedia menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

"Kami dapat informasi dari Tanjung Pinang bahwa beliau memilih jalur dakwah dan pendidikan karena dianggap sama pentingnya dengan jalur-jalur politik, dan itu kami hormati," kata Muzani di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Selasa (7/8) malam.

Menurut dia, Prabowo sangat menghargai dan menghormati hasil ijtima ulama dan meskipun secara personal belum mengenal UAS namun mengetahui isu ceramah UAS di media sosial.

Muzani mengatakan, Prabowo menilai UAS sebagai pendakwah yang memberikan semangat keagamaan dan ke-Islaman yang mempersatukan. "Beberapa ceramah yang diunggah di media sosial, Prabowo merasa bahwa ceramah UAS membangunkan semangat spirit keagamaan, keyakinan iman, keimanan, ke-Islaman dan mempersatukan, menggairahkan," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Di sisi lain Muzani menjelaskan Gerindra berusaha mempertemukan Prabowo Subianto dengan UAS namun hal itu belum terwujud karena UAS sibuk dengan jadwal dakwahnya.

Muzani mengatakan, masih membuka peluang agar Prabowo bisa bertemu dengan UAS meskipun pendaftaran pasangan capres-cawapres terakhir tanggal 10 Agustus mendatang. "Sejauh ini Ustadz Abdul Somad jadwalnya sangat padat sehingga untuk berjumpa dengan Prabowo sampai sekarang belum terjadi," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com