Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Rupiah melemah karena sentimen cadangan devisa

Rabu, 08 Agustus 2018 - 09:52 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2KAVjYA
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2KAVjYA

Elshinta.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (8/8) pagi bergerak melemah 11 poin menjadi Rp14.432 dibanding sebelumnya Rp14.421 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan bahwa sentimen dari dalam negeri mengenai cadangan devisa Indonesia yang menurun menjadi salah satu sentimen negatif bagi fluktuasi mata uang rupiah. "Tampaknya sebagian pelaku pasar memanfaatkan sentimen itu untuk melepas sebagian aset denominasi rupiah," katanya.

Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia sebesar 118,3 miliar pada akhir Juli 2018, lebih rendah dibandingkan dengan 119,8 miliar dolar AS pada akhir Juni 2018. Bank Indonesia menilai cadangan devisa itu mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Kendati demikian, menurut dia, depresiasi rupiah terhadap dolar AS relatif masih terbatas menyusul minat investor terhadap obligasi di dalam negeri masih tinggi. "Rata-rata imbal hasil obligasi untuk tenor panjang sekitar 7,653 persen hingga 8,15 persen," paparnya, seperti dikutip Antara.

Chief Market Strategist FXTM, Hussein Sayed mengatakan bahwa sentimen terhadap ekonomi Indonesia masih baik karena laporan pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II-2018 tumbuh 5,27 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,01 persen. "Pertumbuhan itu dapat meningkatkan optimisme mengenai prospek pertumbuhan Indonesia," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (8/8) pagi bergerak melemah 11 poin menjadi Rp14.432 dibanding sebelumnya Rp14.421 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan bahwa sentimen dari dalam negeri mengenai cadangan devisa Indonesia yang menurun menjadi salah satu sentimen negatif bagi fluktuasi mata uang rupiah. "Tampaknya sebagian pelaku pasar memanfaatkan sentimen itu untuk melepas sebagian aset denominasi rupiah," katanya.

Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia sebesar 118,3 miliar pada akhir Juli 2018, lebih rendah dibandingkan dengan 119,8 miliar dolar AS pada akhir Juni 2018. Bank Indonesia menilai cadangan devisa itu mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Kendati demikian, menurut dia, depresiasi rupiah terhadap dolar AS relatif masih terbatas menyusul minat investor terhadap obligasi di dalam negeri masih tinggi. "Rata-rata imbal hasil obligasi untuk tenor panjang sekitar 7,653 persen hingga 8,15 persen," paparnya, seperti dikutip Antara.

Chief Market Strategist FXTM, Hussein Sayed mengatakan bahwa sentimen terhadap ekonomi Indonesia masih baik karena laporan pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II-2018 tumbuh 5,27 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,01 persen. "Pertumbuhan itu dapat meningkatkan optimisme mengenai prospek pertumbuhan Indonesia," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com