Kamis, 13 Desember 2018 | 16:54 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

KPK panggil saksi kasus suap Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf

Rabu, 08 Agustus 2018 - 11:03 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (kiri). Foto: Doddy Handoko/elshinta.com
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (kiri). Foto: Doddy Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, KPK memanggil Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Indra Baskoro, dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus suap yang menjerat Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf.

"Sebagai saksi untuk IY (Irwandi Yusuf)," ujarnya di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/8), seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Dody Handoko.

Irwandi diduga menerima uang suap dari Ahmadi (Bupati Bener Meriah nonaktif) sebesar Rp500 juta. Uang itu merupakan bagian dari commitment fee Rp1,5 miliar atau 10 persen demi mendapatkan ijon proyek infrastruktur yang menggunakan alokasi dana otonomi khusus atau otsus. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 16:45 WIB

Perpustakaan Nasional punya perayaan khusus untuk Hari Ibu

Musibah | 13 Desember 2018 - 16:25 WIB

6 bulan hilang, warga Kudus ditemukan tinggal kerangka

Manajemen | 13 Desember 2018 - 16:15 WIB

Jangan langgar tiga etika bisnis ini di bisnis online

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 16:07 WIB

Menteri PUPR: Rp15 miliar bangun jembatan roboh

Elshinta.com - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, KPK memanggil Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Indra Baskoro, dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus suap yang menjerat Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf.

"Sebagai saksi untuk IY (Irwandi Yusuf)," ujarnya di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/8), seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Dody Handoko.

Irwandi diduga menerima uang suap dari Ahmadi (Bupati Bener Meriah nonaktif) sebesar Rp500 juta. Uang itu merupakan bagian dari commitment fee Rp1,5 miliar atau 10 persen demi mendapatkan ijon proyek infrastruktur yang menggunakan alokasi dana otonomi khusus atau otsus. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com