Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Wagub DKI larang warga Taman Kota bangun rumah kembali setelah kebakaran

Rabu, 08 Agustus 2018 - 12:03 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno melarang warga Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, untuk membangun rumah kembali setelah kebakaran. Pemerintah Provinsi DKI tidak memberi izin membangun rumah permanen atau semi permanen. Pemprov juga tidak memberi izin usaha di lokasi yang terbakar itu.

"Nggak ada izin, itu tanah negara dan ruang terbuka, dan itu sudah puluhan tahun di sana. Waktu izin itu sebelum Lebaran bahwa mereka ada beberapa izin berusaha di sana dan tidak diberikan izinnya, tapi kita sampaikan silakan pindah ke tempat yang sudah disediakan pemprov yaitu di rusun," ujarnya di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (8/8), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Sandiaga menyatakan telah memerintahkan setelah kebakaran, berkoordinasi dengan wilayah setempat, warga akan direlokasi ke rusun. “ Jangan membangun di situ, baik secara semi permanen maupun permanen. Karena itu tempat akan difungsikan sebagai ruang terbuka," paparnya.

Pascakebakaran, warga Taman Kota diminta untuk pindah ke Rusun Rawa Buaya, Jakarta Barat. Namun warga menolak pindah karena sudah mendapat izin membangun rumah kembali. 

Sandiaga mengatakan akan berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Barat mencarikan solusi, ingin warga Taman Kota tetap pindah ke rumah susun. 

"Saya nanti bicara sama Pak Wali Kota bagaimana penanganan yang paling baik. Intinya masyarakat tahu solusinya pindah ke tempat yang sudah disediakan atau menyewa di sekitar situ, uangnya bisa kita bantu melalui Baziz," ucapnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno melarang warga Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, untuk membangun rumah kembali setelah kebakaran. Pemerintah Provinsi DKI tidak memberi izin membangun rumah permanen atau semi permanen. Pemprov juga tidak memberi izin usaha di lokasi yang terbakar itu.

"Nggak ada izin, itu tanah negara dan ruang terbuka, dan itu sudah puluhan tahun di sana. Waktu izin itu sebelum Lebaran bahwa mereka ada beberapa izin berusaha di sana dan tidak diberikan izinnya, tapi kita sampaikan silakan pindah ke tempat yang sudah disediakan pemprov yaitu di rusun," ujarnya di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (8/8), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Sandiaga menyatakan telah memerintahkan setelah kebakaran, berkoordinasi dengan wilayah setempat, warga akan direlokasi ke rusun. “ Jangan membangun di situ, baik secara semi permanen maupun permanen. Karena itu tempat akan difungsikan sebagai ruang terbuka," paparnya.

Pascakebakaran, warga Taman Kota diminta untuk pindah ke Rusun Rawa Buaya, Jakarta Barat. Namun warga menolak pindah karena sudah mendapat izin membangun rumah kembali. 

Sandiaga mengatakan akan berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Barat mencarikan solusi, ingin warga Taman Kota tetap pindah ke rumah susun. 

"Saya nanti bicara sama Pak Wali Kota bagaimana penanganan yang paling baik. Intinya masyarakat tahu solusinya pindah ke tempat yang sudah disediakan atau menyewa di sekitar situ, uangnya bisa kita bantu melalui Baziz," ucapnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com