Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Pilpres 2019

Presiden: Jangan karena Pilpres kita retak

Rabu, 08 Agustus 2018 - 12:14 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Presiden Joko Widodo. Sumber Foto: https://bit.ly/2McKC3o
Presiden Joko Widodo. Sumber Foto: https://bit.ly/2McKC3o

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo membuka Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Angkatan XII Tahun 2018 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Selasa (7/8).

Presiden yang tiba pukul 08.45 WIB, dijemput Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji, dan Bupati Bogor Nurhayanti.

Presiden langsung menuju ruang tunggu dan sekitar pukul 09.00 WIB langsung masuk ke acara yang bertema “Mencetak Kader Pemimpin Muslim Berparadigma Wasathiyah” tersebut.

“Assalamualaikum,” sapa Jokowi kepada para peserta yang hadir dan sambil mengajak bersalaman.

Dalam pidatonya, Kepala Negara kembali mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dan sebagai negara muslim terbesar di dunia harus selalu menjaga kerukunan. "Jangan sampai karena Pilpres, Pilkada, yang setiap lima tahun, kita jadi retak, tidak rukun, ini kekeliruan yang harus kita luruskan," kata Presiden.

Jokowi berharap masyarakat memilih yang terbaik, dan setelah selesai rukun kembali. "Jangan sampai, sekali lagi kita ini retak, menjadi tidak saling sapa antar tetangga, teman karena pilkada dan Pilpres. Salah besar," katanya, seperti dikutip Antara.

Untuk itu, Presiden meminta kepada para ulama menyampaikan pesan damain kepada masyarakat secara terus menerus. "Saya titip kader ulama yang dikembangkan adalah berprasangka baik, berpikir penuh kecintaan, jangan sampai mencela, saling menjelekkan," katanya.

Di akhir acara Jokowi, Moeldoko, Ahmad Mukri Aji, dan Nurhayanti secara bersama-sama memainkan alat musik hadrah sebagai simbol pembukaan pendidikan kader ulama tersebut. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Lingkungan | 18 Oktober 2018 - 21:48 WIB

TMMD, Warga beri lahan, TNI buat jalan

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 21:36 WIB

Naikan branding, Pemkab Kudus optimalkan Tim Jaring Pukat

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Warga temukan ratusan peluru di tempat pembuangan sampah

Pemasaran | 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Pentingnya menggunakan email marketing bagi bisnis online

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo membuka Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Angkatan XII Tahun 2018 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Selasa (7/8).

Presiden yang tiba pukul 08.45 WIB, dijemput Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji, dan Bupati Bogor Nurhayanti.

Presiden langsung menuju ruang tunggu dan sekitar pukul 09.00 WIB langsung masuk ke acara yang bertema “Mencetak Kader Pemimpin Muslim Berparadigma Wasathiyah” tersebut.

“Assalamualaikum,” sapa Jokowi kepada para peserta yang hadir dan sambil mengajak bersalaman.

Dalam pidatonya, Kepala Negara kembali mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dan sebagai negara muslim terbesar di dunia harus selalu menjaga kerukunan. "Jangan sampai karena Pilpres, Pilkada, yang setiap lima tahun, kita jadi retak, tidak rukun, ini kekeliruan yang harus kita luruskan," kata Presiden.

Jokowi berharap masyarakat memilih yang terbaik, dan setelah selesai rukun kembali. "Jangan sampai, sekali lagi kita ini retak, menjadi tidak saling sapa antar tetangga, teman karena pilkada dan Pilpres. Salah besar," katanya, seperti dikutip Antara.

Untuk itu, Presiden meminta kepada para ulama menyampaikan pesan damain kepada masyarakat secara terus menerus. "Saya titip kader ulama yang dikembangkan adalah berprasangka baik, berpikir penuh kecintaan, jangan sampai mencela, saling menjelekkan," katanya.

Di akhir acara Jokowi, Moeldoko, Ahmad Mukri Aji, dan Nurhayanti secara bersama-sama memainkan alat musik hadrah sebagai simbol pembukaan pendidikan kader ulama tersebut. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:35 WIB

PKB Lumajang optimis raih 200 ribu suara

Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:25 WIB

Honorer DKI dukung Prabowo-Sandiaga

Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:25 WIB

KPU Langkat buka 277 posko layanan pemilih

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com