Selasa, 11 Desember 2018 | 08:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

Pilpres 2019

Presiden: Jangan karena Pilpres kita retak

Rabu, 08 Agustus 2018 - 12:14 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Presiden Joko Widodo. Sumber Foto: https://bit.ly/2McKC3o
Presiden Joko Widodo. Sumber Foto: https://bit.ly/2McKC3o

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo membuka Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Angkatan XII Tahun 2018 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Selasa (7/8).

Presiden yang tiba pukul 08.45 WIB, dijemput Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji, dan Bupati Bogor Nurhayanti.

Presiden langsung menuju ruang tunggu dan sekitar pukul 09.00 WIB langsung masuk ke acara yang bertema “Mencetak Kader Pemimpin Muslim Berparadigma Wasathiyah” tersebut.

“Assalamualaikum,” sapa Jokowi kepada para peserta yang hadir dan sambil mengajak bersalaman.

Dalam pidatonya, Kepala Negara kembali mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dan sebagai negara muslim terbesar di dunia harus selalu menjaga kerukunan. "Jangan sampai karena Pilpres, Pilkada, yang setiap lima tahun, kita jadi retak, tidak rukun, ini kekeliruan yang harus kita luruskan," kata Presiden.

Jokowi berharap masyarakat memilih yang terbaik, dan setelah selesai rukun kembali. "Jangan sampai, sekali lagi kita ini retak, menjadi tidak saling sapa antar tetangga, teman karena pilkada dan Pilpres. Salah besar," katanya, seperti dikutip Antara.

Untuk itu, Presiden meminta kepada para ulama menyampaikan pesan damain kepada masyarakat secara terus menerus. "Saya titip kader ulama yang dikembangkan adalah berprasangka baik, berpikir penuh kecintaan, jangan sampai mencela, saling menjelekkan," katanya.

Di akhir acara Jokowi, Moeldoko, Ahmad Mukri Aji, dan Nurhayanti secara bersama-sama memainkan alat musik hadrah sebagai simbol pembukaan pendidikan kader ulama tersebut. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 11 Desember 2018 - 08:19 WIB

Phil Foden perpanjang kontrak sampai 2024 dengan Manchester City

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 08:08 WIB

Kartu disabilitas seharusnya tidak dipahami sebagai kartu bansos

Aktual Luar Negeri | 11 Desember 2018 - 07:57 WIB

Harga minyak kembali jatuh

Bencana Alam | 11 Desember 2018 - 07:46 WIB

Bogor cairkan Rp1,5 M untuk pemulihan pascabencana puting beliung

Arestasi | 11 Desember 2018 - 07:35 WIB

Polrestabes Medan gagalkan pengiriman empat kilogram sabu

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 07:26 WIB

Kemenlu pandang Islam Nusantara aset diplomasi Indonesia

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo membuka Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Angkatan XII Tahun 2018 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Selasa (7/8).

Presiden yang tiba pukul 08.45 WIB, dijemput Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji, dan Bupati Bogor Nurhayanti.

Presiden langsung menuju ruang tunggu dan sekitar pukul 09.00 WIB langsung masuk ke acara yang bertema “Mencetak Kader Pemimpin Muslim Berparadigma Wasathiyah” tersebut.

“Assalamualaikum,” sapa Jokowi kepada para peserta yang hadir dan sambil mengajak bersalaman.

Dalam pidatonya, Kepala Negara kembali mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dan sebagai negara muslim terbesar di dunia harus selalu menjaga kerukunan. "Jangan sampai karena Pilpres, Pilkada, yang setiap lima tahun, kita jadi retak, tidak rukun, ini kekeliruan yang harus kita luruskan," kata Presiden.

Jokowi berharap masyarakat memilih yang terbaik, dan setelah selesai rukun kembali. "Jangan sampai, sekali lagi kita ini retak, menjadi tidak saling sapa antar tetangga, teman karena pilkada dan Pilpres. Salah besar," katanya, seperti dikutip Antara.

Untuk itu, Presiden meminta kepada para ulama menyampaikan pesan damain kepada masyarakat secara terus menerus. "Saya titip kader ulama yang dikembangkan adalah berprasangka baik, berpikir penuh kecintaan, jangan sampai mencela, saling menjelekkan," katanya.

Di akhir acara Jokowi, Moeldoko, Ahmad Mukri Aji, dan Nurhayanti secara bersama-sama memainkan alat musik hadrah sebagai simbol pembukaan pendidikan kader ulama tersebut. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Senin, 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Senin, 10 Desember 2018 - 20:28 WIB

Pemilih disabilitas di Langkat sebanyak 1.096 orang

Senin, 10 Desember 2018 - 19:54 WIB

Wapres imbau pengawas Pemilu harus independen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com