Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

MUI dan Kemenkes sepakat imunisasi MR ditangguhkan sampai fatwa keluar

Rabu, 08 Agustus 2018 - 12:26 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2O1N9L5
Sumber foto: https://bit.ly/2O1N9L5

Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengambil kebijakan secara nasional terkait dengan kontroversi Vaksin Measles Rubella (MR) yang digunakan sebagai imunisasi. Hal ini didorong karena munculnya keragunan antara masyarakat soal kehalalan vaksin MR tersebut. 

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Dr Lukmanul Hakim, Msi menanggapi santai tentang vaksin MR tersebut, saat diwawancarai Elshinta, Rabu (8/8), mengatakan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Jumat (3/8) lalu dan sepakat bahwa vaksinisasi MR bagi umat Islam ditangguhkan sampai menunggu fatwa dari MUI.

"Kita sudah bertemu dengan Kemenkes pada Jumat lalu, membahas tentang vaksin MR. Dan Alhamdulillah, kita telah sepakat dengan Kemenkes bahwa vaksin MR bagi umat Islam bisa ditangguhkan sampai menunggu fatwa dari MUI," jelas Lukmanul.

Lukmanul berterimaksih kepada MUI yang memahami pentingnya vaksinisasi, namun tentunya vaksin yang digunakan adalah vaksin yang bersertifikat halal. "Saat ini Kemenkes telah membuat surat edaran terkait vaksinisasi MR tersebut, dimana bagi masyarakat yang memperhatikan (umat Islam) vaksinisasi dapat ditangguhkan dan bisa ditunda sampai ada keputusan dari MUI," ujarnya tegas. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengambil kebijakan secara nasional terkait dengan kontroversi Vaksin Measles Rubella (MR) yang digunakan sebagai imunisasi. Hal ini didorong karena munculnya keragunan antara masyarakat soal kehalalan vaksin MR tersebut. 

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Dr Lukmanul Hakim, Msi menanggapi santai tentang vaksin MR tersebut, saat diwawancarai Elshinta, Rabu (8/8), mengatakan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Jumat (3/8) lalu dan sepakat bahwa vaksinisasi MR bagi umat Islam ditangguhkan sampai menunggu fatwa dari MUI.

"Kita sudah bertemu dengan Kemenkes pada Jumat lalu, membahas tentang vaksin MR. Dan Alhamdulillah, kita telah sepakat dengan Kemenkes bahwa vaksin MR bagi umat Islam bisa ditangguhkan sampai menunggu fatwa dari MUI," jelas Lukmanul.

Lukmanul berterimaksih kepada MUI yang memahami pentingnya vaksinisasi, namun tentunya vaksin yang digunakan adalah vaksin yang bersertifikat halal. "Saat ini Kemenkes telah membuat surat edaran terkait vaksinisasi MR tersebut, dimana bagi masyarakat yang memperhatikan (umat Islam) vaksinisasi dapat ditangguhkan dan bisa ditunda sampai ada keputusan dari MUI," ujarnya tegas. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com