Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:56 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

Dua hal penting ini jadi bahan pertimbangan fatwa MUI terkait vaksin MR

Rabu, 08 Agustus 2018 - 13:45 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2LZTzhf
Sumber foto: https://bit.ly/2LZTzhf

Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, ada dua hal yang setidaknya akan dibahas dalam komisi fatwa terkait pembahasan tentang vaksin Measles Rubella (MR) yang digunakan sebagai imunisasi.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Dr Lukmanul Hakim, Msi kepada Elshinta, Rabu (8/8), mengatakan, dua hal tersebut terkait halal atau haram, serta subsistensi urgensi vaksin MR di Indonesia. 

"Ada dua hal yang setidaknya dibahas komisi fatwa MUI, yaitu sebagai subsistensi halal haram vaksin tersebut, apakah mengandung bahan haram tidak, apakah halal tidak. Lalu yang kedua adalah subsistensi bagaimana urgensi vaksin MR di Indonesia," jelasnya.

"Jadi semua masih dalam kajian, ya mudah-mudahan informasi yang kami minta ke produsen semoga semua bisa segera ditanggapi, karena semakin cepat juga bisa kita bahas dan keluarkan fatwanya. Intinya semua adalah informasi yang terbuka, transparan dari produsen. Bahan apa saja yang terlibat dalam pembuatan vaksin itu," jelasnya.

Lukmanul berharap dengan adanya fatwa MUI tentang vaksin MR dapat menjadi pegangan bagi pemerintah dan masyarakat seluruh Indonesia mengenai vaksin yang digunakan untuk imunisasi. 

"Yang kita harapkan adalah, ke depannya bagi program-program vaksin dari pemerintah harus memperhatikan kelalannya, agar tidak menjasi kontroversi di masyarakat," tegasnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Lingkungan | 18 Oktober 2018 - 21:48 WIB

TMMD, Warga beri lahan, TNI buat jalan

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 21:36 WIB

Naikan branding, Pemkab Kudus optimalkan Tim Jaring Pukat

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Warga temukan ratusan peluru di tempat pembuangan sampah

Pemasaran | 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Pentingnya menggunakan email marketing bagi bisnis online

Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, ada dua hal yang setidaknya akan dibahas dalam komisi fatwa terkait pembahasan tentang vaksin Measles Rubella (MR) yang digunakan sebagai imunisasi.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Dr Lukmanul Hakim, Msi kepada Elshinta, Rabu (8/8), mengatakan, dua hal tersebut terkait halal atau haram, serta subsistensi urgensi vaksin MR di Indonesia. 

"Ada dua hal yang setidaknya dibahas komisi fatwa MUI, yaitu sebagai subsistensi halal haram vaksin tersebut, apakah mengandung bahan haram tidak, apakah halal tidak. Lalu yang kedua adalah subsistensi bagaimana urgensi vaksin MR di Indonesia," jelasnya.

"Jadi semua masih dalam kajian, ya mudah-mudahan informasi yang kami minta ke produsen semoga semua bisa segera ditanggapi, karena semakin cepat juga bisa kita bahas dan keluarkan fatwanya. Intinya semua adalah informasi yang terbuka, transparan dari produsen. Bahan apa saja yang terlibat dalam pembuatan vaksin itu," jelasnya.

Lukmanul berharap dengan adanya fatwa MUI tentang vaksin MR dapat menjadi pegangan bagi pemerintah dan masyarakat seluruh Indonesia mengenai vaksin yang digunakan untuk imunisasi. 

"Yang kita harapkan adalah, ke depannya bagi program-program vaksin dari pemerintah harus memperhatikan kelalannya, agar tidak menjasi kontroversi di masyarakat," tegasnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com