Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:57 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Indonesia bisa jadi importir kopi

Rabu, 08 Agustus 2018 - 13:06 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Menko Perekonomian, Darmin Nasution. Foto: Dody Handoko/Elshinta.
Menko Perekonomian, Darmin Nasution. Foto: Dody Handoko/Elshinta.

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, dalam dua hingga tiga tahun ke depan Indonesia bisa menjadi importir kopi karena peningkatan konsumsi yang tinggi ini tak diimbangi dengan jumlah produksi kopi. Rata-rata pertumbuhan kopi hanya 0,3% tiap tahunnya.

"Itu pertumbuhan kopi justru stagnan bahkan sedikit negatif. Apabila kita tidak antisipasi ini tidak tertutup kemungkina 2-3 tahun mendatang kita jadi importir kopi," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (8/8).

Dikatakannya, produksi kopi dalam negeri stagnan. Padahal tingkat konsumsi kopi dalam negeri tumbuh pesat. Dalam lima tahun terakhir rata-rata per tahun konsumsi kopi nasional meningkat 8,8%.

Di tahun 2017 areal kebun kopi Indonesia hanya 1,25 juta hektare (ha). Luasnya kalah dengan kebun kelapa sawit dan karet yang bahkan mencapai 2 juta ha. Dengan luasan tersebut, produktifitas petani kopi robusta hanya 0,53 ton per hektare, padahal berpotensi hingga 2 juta ron per hektare. Begitupula dengan kopi arabika yang sebanyak 0,55 ton per hektare dari potensi sebesar 1,5 ton per hektare.

"Kopi robusta kira-kira hanya memenuhi seperempat dari potensi, untuk arabica sepertiganya dari potensi. Itu bukan suatu yang luar biasa," jelasnya seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Lingkungan | 18 Oktober 2018 - 21:48 WIB

TMMD, Warga beri lahan, TNI buat jalan

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 21:36 WIB

Naikan branding, Pemkab Kudus optimalkan Tim Jaring Pukat

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Warga temukan ratusan peluru di tempat pembuangan sampah

Pemasaran | 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Pentingnya menggunakan email marketing bagi bisnis online

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, dalam dua hingga tiga tahun ke depan Indonesia bisa menjadi importir kopi karena peningkatan konsumsi yang tinggi ini tak diimbangi dengan jumlah produksi kopi. Rata-rata pertumbuhan kopi hanya 0,3% tiap tahunnya.

"Itu pertumbuhan kopi justru stagnan bahkan sedikit negatif. Apabila kita tidak antisipasi ini tidak tertutup kemungkina 2-3 tahun mendatang kita jadi importir kopi," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (8/8).

Dikatakannya, produksi kopi dalam negeri stagnan. Padahal tingkat konsumsi kopi dalam negeri tumbuh pesat. Dalam lima tahun terakhir rata-rata per tahun konsumsi kopi nasional meningkat 8,8%.

Di tahun 2017 areal kebun kopi Indonesia hanya 1,25 juta hektare (ha). Luasnya kalah dengan kebun kelapa sawit dan karet yang bahkan mencapai 2 juta ha. Dengan luasan tersebut, produktifitas petani kopi robusta hanya 0,53 ton per hektare, padahal berpotensi hingga 2 juta ron per hektare. Begitupula dengan kopi arabika yang sebanyak 0,55 ton per hektare dari potensi sebesar 1,5 ton per hektare.

"Kopi robusta kira-kira hanya memenuhi seperempat dari potensi, untuk arabica sepertiganya dari potensi. Itu bukan suatu yang luar biasa," jelasnya seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 18 Oktober 2018 - 21:48 WIB

TMMD, Warga beri lahan, TNI buat jalan

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:26 WIB

Malinau jadi tempat pelaksanaan TMMD ke-103

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com