Rabu, 17 Oktober 2018 | 07:05 WIB

Daftar | Login

MacroAd

UKM / Manajemen

Perhatikan hal ini sebelum memilih nama untuk startup

Rabu, 08 Agustus 2018 - 13:32 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2ANEPNu
Sumber foto: https://bit.ly/2ANEPNu

Elshinta.com -  Pertumbuhan startup di dunia dan di Indonesia khususnya mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data dari Startupranking yang diakses hari ini 8 Agustus 2018, Indonesia menempati urutan keenam di dunia sebagai negara dengan startup terbanyak dengan jumlah startup 1,867. Posisi pertama ditempati oleh Amerika Serikat dengan jumlah 45,482 startup,  India 5,459 startup dan  Inggris 4,756 startup. Sementara di posisi keempat dan kelima ditempati oleh Kanada dan German.  

Apa dampak terhadap banyaknya startup yang bermunculan tersebut? Salah satunya adalah perebutan nama startup yang tepat. Memang, dari sekian ribu startup tersebut berkecimpung pada bidang yang berbeda-beda sehingga ada banyak peluang nama yang berbeda pula. Pertanyaan, bagaimana agar nama startup milik kita bisa diterima dengan mudah dan diingat oleh konsumen? Untuk itu, ada beberapa tips dalam menemukan nama startup yang tepat. 

Cari yang mudah didengar dan diucapkan

Usahakan agar nama yang dipilih mudah diucapkan dan diingat oleh masyarakat. Kesuksesan sebuah brand salah satunya disebabkan oleh bagaimana iklan dapat menanamkan nama produk atau perusahaan ke alam pikiran konsumen. Misalnya ketika diminta menyebutkan kata yang berhubungan dengan mie instan, pasti terlintas dalam pikiran kamu satu atau dua merek produk mie instan. Proses ini memang membutuhkan waktu dan startegi iklan yang baik. Namun, langkah pentingnya adalah dengan menciptakan nama yang mudah diingat terlebih dahulu.  

Baca juga:  Rumah Custom, menjawab peluang bisnis kustomisasi

Lebih baik bila langsung merepresentasikan produk

Nama startup lebih baik bisa mampu merepresentasikan produknya, dengan kata lain memiliki makna yang mudah ditangkap oleh konsumen. Misalnya, bila orang mendengar kata Tokopedia, kemungkinan besar mereka akan mengaitkan kata toko dan ensiklopedia sehingga secara visual, orang membayangkan bahwa Tokopedia merupakan kumpulan banyak sekali toko. 

Cek di mesin pencari, hindari kesamaan dengan produk lain

Usahakan pula nama startup yang kamu gunakan bersifat unik. Artinya, belum ada produk sejenis maupun berbeda jenis yang menggunakan nama tersebut. Langkah paling mudahnya adalah dengan mencarinya di mesin pencari. Ketikkan nama startup yang kamu inginkan di mesin pencari, apakah sudah ada yang menggunakan atau belum. Beberapa startup tetap menggunakan sebuah nama meskipun ada sedikit perbedaan. Misalnya bookabuku.com, sebuah startup pinjam meminjam buku tersebut mirip namaya dengan bukabuku.com yang merupakan sebuah toko buku online. 

Cek juga apakah sudah terdaftar HAKI nya atau belum

Salah satu langkah penting dalam menentukan nama startup adalah melakukan pengecekan pada daftar HAKI. Ini penting agar nama startup yang dipilih tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Banyak kasus di mana sebuah perusahaan harus dituntut ke pengadilan karena nama merek yang mereka gunakan telah didaftarkan hak ciptanya oleh pihak lain.  Anda bisa melakukan pengecekan daftar merek yang sudah didaftarkan hak ciptanya pada situs https://pdki-indonesia.dgip.go.id/

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 17 Oktober 2018 - 06:29 WIB

Timnas Indonesia vs Hong Kong imbang, ini pengakuan Bima Sakti

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Bencana Alam | 16 Oktober 2018 - 21:57 WIB

BPBD: Dampak kekeringan Gunung Kidul meluas

Elshinta.com -  Pertumbuhan startup di dunia dan di Indonesia khususnya mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data dari Startupranking yang diakses hari ini 8 Agustus 2018, Indonesia menempati urutan keenam di dunia sebagai negara dengan startup terbanyak dengan jumlah startup 1,867. Posisi pertama ditempati oleh Amerika Serikat dengan jumlah 45,482 startup,  India 5,459 startup dan  Inggris 4,756 startup. Sementara di posisi keempat dan kelima ditempati oleh Kanada dan German.  

Apa dampak terhadap banyaknya startup yang bermunculan tersebut? Salah satunya adalah perebutan nama startup yang tepat. Memang, dari sekian ribu startup tersebut berkecimpung pada bidang yang berbeda-beda sehingga ada banyak peluang nama yang berbeda pula. Pertanyaan, bagaimana agar nama startup milik kita bisa diterima dengan mudah dan diingat oleh konsumen? Untuk itu, ada beberapa tips dalam menemukan nama startup yang tepat. 

Cari yang mudah didengar dan diucapkan

Usahakan agar nama yang dipilih mudah diucapkan dan diingat oleh masyarakat. Kesuksesan sebuah brand salah satunya disebabkan oleh bagaimana iklan dapat menanamkan nama produk atau perusahaan ke alam pikiran konsumen. Misalnya ketika diminta menyebutkan kata yang berhubungan dengan mie instan, pasti terlintas dalam pikiran kamu satu atau dua merek produk mie instan. Proses ini memang membutuhkan waktu dan startegi iklan yang baik. Namun, langkah pentingnya adalah dengan menciptakan nama yang mudah diingat terlebih dahulu.  

Baca juga:  Rumah Custom, menjawab peluang bisnis kustomisasi

Lebih baik bila langsung merepresentasikan produk

Nama startup lebih baik bisa mampu merepresentasikan produknya, dengan kata lain memiliki makna yang mudah ditangkap oleh konsumen. Misalnya, bila orang mendengar kata Tokopedia, kemungkinan besar mereka akan mengaitkan kata toko dan ensiklopedia sehingga secara visual, orang membayangkan bahwa Tokopedia merupakan kumpulan banyak sekali toko. 

Cek di mesin pencari, hindari kesamaan dengan produk lain

Usahakan pula nama startup yang kamu gunakan bersifat unik. Artinya, belum ada produk sejenis maupun berbeda jenis yang menggunakan nama tersebut. Langkah paling mudahnya adalah dengan mencarinya di mesin pencari. Ketikkan nama startup yang kamu inginkan di mesin pencari, apakah sudah ada yang menggunakan atau belum. Beberapa startup tetap menggunakan sebuah nama meskipun ada sedikit perbedaan. Misalnya bookabuku.com, sebuah startup pinjam meminjam buku tersebut mirip namaya dengan bukabuku.com yang merupakan sebuah toko buku online. 

Cek juga apakah sudah terdaftar HAKI nya atau belum

Salah satu langkah penting dalam menentukan nama startup adalah melakukan pengecekan pada daftar HAKI. Ini penting agar nama startup yang dipilih tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Banyak kasus di mana sebuah perusahaan harus dituntut ke pengadilan karena nama merek yang mereka gunakan telah didaftarkan hak ciptanya oleh pihak lain.  Anda bisa melakukan pengecekan daftar merek yang sudah didaftarkan hak ciptanya pada situs https://pdki-indonesia.dgip.go.id/

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:45 WIB

Apakah bisnis pakaian merupakan bisnis musiman?

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:30 WIB

Bagaimana caranya menambah pelanggan baru?

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:44 WIB

Langkah dan strategi membuka restoran

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com