Jumat, 19 Oktober 2018 | 19:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

KSEI luncurkan sistem penyelesaian transaksi efek terbaru

Rabu, 08 Agustus 2018 - 13:57 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Foto: M Sahid/elshinta.com
Foto: M Sahid/elshinta.com

Elshinta.com - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal hari ini meluncurkan platform generasi terbaru sistem utama penyelesaian transaksi efek terpadu. Sistem utama yang dipakai bernama The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) yang sudah dipakai sejak tahun 2000 tersebut diperbarui menjadi C-BEST Next Generation (C-BEST Nex-G). 

Peluncuran sistem penyelesaian transaksi efek ini merupakan upaya KSEI dalam mendukung perkembangan Pasar Modal Indonesia terutama dari sisi peningkatan jumlah investor dan peningkatan jumlah penyelesaian transaksi. 

Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya mengungkapkan, inisiatif ini sudah dilakukan cukup lama dan kebutuhan terhadap sistem ini semakin nyata. 

"Kalau kita melihat, memang kebutuhan akan adanya sistem seperti ini sangat nyata sekali karena waktu tahun 2012, jumlah investor masih sekitar 281 ribuan, saat ini sudah tercatat 1.369.810," jelas Friderica dalam sambutannya di Main Hall, Bursa Efek Indonesia, Rabu (8/8). 

Peningkatan jumlah investor setelah pengembangan C-BEST Next G tersebut mencapai 387% (sejak akhir 2012-Juli 2018). 

Berdasarkan rilis yang diterima, total penyelesaian transaksi bursa melalui C-BEST pada tahun 2017 sebesar 2,84 triliun unit dengan frekuensi mencapai 74.3 juta. Mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya dengan jumlah penyelesaian transaksi sebesar 1,91 triliun unit dengan frekuensi 64.9 juta. 

Direktur KSEI, Syafruddin menambahkan dalam sambutannya, penyelesaian transaksi efek menggunakan sistem terbaru ini mampu menyelesaikan 20.000 transaksi efek per menit, jauh lebih banyak dari sebelumnya yang hanya 3.000 transaksi efek per menit. 

"Pengembangan C-BEST Next Generation akan menghadirkan performa yang lebih tinggi dan lebih terintegrasi dengan aplikasi pendukung lainnya. Jumlah pemprosesan penyediaan transaksi pada C-BEST Next-G meningkat lebih dari 6 kali lipat kapasitas sebelumnya," ujar Syafruddin, Direktur KSEI.

Dalam pengembangan C-BEST Next-G tersebut, KSEI menunjuk Nasaq sebagai penyedia teknologi dan pengembangan sistemnya. Pemilihan Nasdaq karena mereka telah berpengalaman sebagai penyedia teknologi dan telah mengembangkan sistem bagi industri pasar modal utama dunia. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:14 WIB

Cegah ujaran kebencian, ulama se Nusantara bentuk Maulana

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 19:09 WIB

Kota Malang terima 4.319 berkas pelamar CPNS

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Listrik di Sulteng sudah normal

Arestasi | 19 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Polres Malang Kota gulung jaringan narkoba

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 18:35 WIB

Mensos: Hunian tetap pengungsi Sulteng selesai 2020

Elshinta.com - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal hari ini meluncurkan platform generasi terbaru sistem utama penyelesaian transaksi efek terpadu. Sistem utama yang dipakai bernama The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) yang sudah dipakai sejak tahun 2000 tersebut diperbarui menjadi C-BEST Next Generation (C-BEST Nex-G). 

Peluncuran sistem penyelesaian transaksi efek ini merupakan upaya KSEI dalam mendukung perkembangan Pasar Modal Indonesia terutama dari sisi peningkatan jumlah investor dan peningkatan jumlah penyelesaian transaksi. 

Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya mengungkapkan, inisiatif ini sudah dilakukan cukup lama dan kebutuhan terhadap sistem ini semakin nyata. 

"Kalau kita melihat, memang kebutuhan akan adanya sistem seperti ini sangat nyata sekali karena waktu tahun 2012, jumlah investor masih sekitar 281 ribuan, saat ini sudah tercatat 1.369.810," jelas Friderica dalam sambutannya di Main Hall, Bursa Efek Indonesia, Rabu (8/8). 

Peningkatan jumlah investor setelah pengembangan C-BEST Next G tersebut mencapai 387% (sejak akhir 2012-Juli 2018). 

Berdasarkan rilis yang diterima, total penyelesaian transaksi bursa melalui C-BEST pada tahun 2017 sebesar 2,84 triliun unit dengan frekuensi mencapai 74.3 juta. Mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya dengan jumlah penyelesaian transaksi sebesar 1,91 triliun unit dengan frekuensi 64.9 juta. 

Direktur KSEI, Syafruddin menambahkan dalam sambutannya, penyelesaian transaksi efek menggunakan sistem terbaru ini mampu menyelesaikan 20.000 transaksi efek per menit, jauh lebih banyak dari sebelumnya yang hanya 3.000 transaksi efek per menit. 

"Pengembangan C-BEST Next Generation akan menghadirkan performa yang lebih tinggi dan lebih terintegrasi dengan aplikasi pendukung lainnya. Jumlah pemprosesan penyediaan transaksi pada C-BEST Next-G meningkat lebih dari 6 kali lipat kapasitas sebelumnya," ujar Syafruddin, Direktur KSEI.

Dalam pengembangan C-BEST Next-G tersebut, KSEI menunjuk Nasaq sebagai penyedia teknologi dan pengembangan sistemnya. Pemilihan Nasdaq karena mereka telah berpengalaman sebagai penyedia teknologi dan telah mengembangkan sistem bagi industri pasar modal utama dunia. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com