Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Presiden Jokowi jawab tuduhan antek asing

Rabu, 08 Agustus 2018 - 14:16 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Presiden dalam acara Pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) XII, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8). Sumber foto: https://bit.ly/2OlrNZv
Presiden dalam acara Pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) XII, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8). Sumber foto: https://bit.ly/2OlrNZv

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklarifikasi tuduhan yang sudah menjurus fitnah dan dinilainya membahayakan negara ini, yaitu yang berkaitan dengan antek aseng, antek asing.

“Antek asing, bagaimana antek asing? Yang namanya Blok Mahakam, yang dulu dimiliki oleh Perancis dan Jepang, 100 persen sekarang kita berikan ke Pertamina,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) XII, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8). 

Seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab, Presiden Jokowi menegaskan, Blok Mahakam yang tadinya dikelola oleh Chevron telah diambil alih pemerintah 100 persen dan selanjutnya pengelolaannya diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Pertamina (Persero).

Presiden juga menyebut contoh pengelolaan tambang emas, PT Freeport Indonesia di Papua, yang menurutnya sulit sekali, selama 40 tahun Indonesia hanya diberikan 9,3 persen dan semuanya diam saja.

“Saya negosiasi, menteri-menteri 3,5 tahun, alot sekali. Jangan dipikir negosisasi seperti itu mudah, sangat alot sekali. Untuk minta, saya sampaikan jangan mundur minta mayoritas 51%. Saya sudah sampaikan, jangan mundur. Ditawar 30%, enggak. Saya sampaikan 51% mayoritas,” ungkap Presiden Jokowi.

Namun saat sudah tanda tangan yang namanya head of agreement, kesepakatan, Presiden Jokowi mengritisi suara yang muncul yang dinilainya malah jelek semuanya.

“Saya enggak mengerti gimana kita ini sebetulnya. 40 tahun 9 persen pada diam. Begitu ada kesepakatan head of agreement 51 persen tidak didukung penuh,” ucap Presiden Jokowi seraya menambahkan, "mestinya seluruh rakyat mendukung penuh, hingga nanti betul-betul bisa dikelola bangsa ini".

“Begitu dibilang antek asing,” ujar Presiden Jokowi.  

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklarifikasi tuduhan yang sudah menjurus fitnah dan dinilainya membahayakan negara ini, yaitu yang berkaitan dengan antek aseng, antek asing.

“Antek asing, bagaimana antek asing? Yang namanya Blok Mahakam, yang dulu dimiliki oleh Perancis dan Jepang, 100 persen sekarang kita berikan ke Pertamina,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) XII, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8). 

Seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab, Presiden Jokowi menegaskan, Blok Mahakam yang tadinya dikelola oleh Chevron telah diambil alih pemerintah 100 persen dan selanjutnya pengelolaannya diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Pertamina (Persero).

Presiden juga menyebut contoh pengelolaan tambang emas, PT Freeport Indonesia di Papua, yang menurutnya sulit sekali, selama 40 tahun Indonesia hanya diberikan 9,3 persen dan semuanya diam saja.

“Saya negosiasi, menteri-menteri 3,5 tahun, alot sekali. Jangan dipikir negosisasi seperti itu mudah, sangat alot sekali. Untuk minta, saya sampaikan jangan mundur minta mayoritas 51%. Saya sudah sampaikan, jangan mundur. Ditawar 30%, enggak. Saya sampaikan 51% mayoritas,” ungkap Presiden Jokowi.

Namun saat sudah tanda tangan yang namanya head of agreement, kesepakatan, Presiden Jokowi mengritisi suara yang muncul yang dinilainya malah jelek semuanya.

“Saya enggak mengerti gimana kita ini sebetulnya. 40 tahun 9 persen pada diam. Begitu ada kesepakatan head of agreement 51 persen tidak didukung penuh,” ucap Presiden Jokowi seraya menambahkan, "mestinya seluruh rakyat mendukung penuh, hingga nanti betul-betul bisa dikelola bangsa ini".

“Begitu dibilang antek asing,” ujar Presiden Jokowi.  

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com