Ratusan warga masih terjebak di reruntuhan masjid di Lombok Utara
Rabu, 08 Agustus 2018 - 15:44 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Dody Handoko/Elshinta.

Elshinta.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan masih ada ratusan warga yang terjebak di dalam reruntuhan masjid akibat gempa di Lombok Utara. 

"Dari keterangan penduduk lokal saat terjadi gempa, masjid ambruk atapnya, di dalam terdapat sekitar 200 orang yang sedang pengajian," ujarnya di BNPB, kawasan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (8/8).

"Tim sedang melakukan penyelamatan warga yang tertimpa bangunan masjid itu. Diperkirakan masih ada yang hidup karena terdengar teriakan. Selain itu juga tercium bau mayat," tambahnya. 

Dikatakannya, kemungkinan jumlah korban yang meninggal akan bertambah karena diduga masih banyak korban yang tertimbun bangunan. 

"Selain itu ada desa-desa yang sulit dijangkau, terisolasi karena akses jalan terputus dan medan yang berat," ungkapnya, dilaporkan Reporter Dody Handoko

Dijelaskan lokasi desa terisolasi tersebut berada di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat dan Lombok Timur.

Desa yang terisolasi di Lombok Utara yaitu Bayan Beleq, Mumbul Sari, dan Sambik Elen (Kecamatan Bayan); Desa Teniga dan Tegal Maja (Kecamatan Tanjung); Desa Tukak Bendu Santong dan Desa Salut (Kecamatan Kayangan).

Desa yang terisolasi di Lombok Barat berada di Kecamatan Gunung Sari, yaitu Mekarsari, Kekait dan Wadon.

Sedangkan desa yang terisolasi di Lombok Timur yaitu Obel-obel, Belanting, Dara Kunci, Madayin, dan Bagik Manis (Kecamatan Sambalia); Sajang, Sembalun Lawang, Sembalun Timba Gading, Sembaliun Bumbung dan Bilok Petung (Kecamatan Sembalun).

"Yang paling parah terkena dampak gempa adalah Lombok Utara. Terdapat beberapa desa yang belum mendapatkan bantuan sama sekali," ucapnya. 

Seperti diberitakan gempa di Lombok Timur terjadi dengan kekuatan 7 Skala Richter terjadi pada Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB pada kedalaman 15 kilometer dengan pusat gempa di darat 18 kilometer Barat Laut Lombok Timur. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 18 Januari 2019 - 11:18 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai penggenangan...
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:57 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam perjalanannya ke Garut untuk kunjungan ...
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:52 WIB
Elshinta.com - Kalangan DPRD Maluku Utara (Malut) minta perusahaan penerbangan yang melaya...
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:24 WIB
Elshinta.com -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogy...
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:19 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendukung ...
Jumat, 18 Januari 2019 - 08:04 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melakuka...
Jumat, 18 Januari 2019 - 07:53 WIB
Elshinta.com -Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan, Pemprov Jawa Barat di b...
Jumat, 18 Januari 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com -Alat pendeteksi tsunami yang dipasang oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat di Wai...
Kamis, 17 Januari 2019 - 23:52 WIB
Elshinta.com - Persiapan pelaksanaan Millenial Road Safety Festival kian matang. Selain me...
Kamis, 17 Januari 2019 - 21:47 WIB
Elshinta.com - Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendalami modus jaringan kokain i...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)