Jumat, 14 Desember 2018 | 00:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

RSOP Dr. Soeharso kirim tim khusus tangani korban patah tulang Lombok

Rabu, 08 Agustus 2018 - 15:23 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: https://bit.ly/2AT6Cfq
Sumber foto: https://bit.ly/2AT6Cfq

Elshinta.com - Rumah Sakit Ortopedi Profesor Dr Soeharso (RSOP) Sukoharjo, Solo mengirimkan tim khusus untuk membantu menangani korban gempa Lombok, NTB, Rabu (8/8). 

Tim tersebut akan bekerja membantu sekitar 300 korban yang mengalami trauma patah tulang. Data ini merupakan data sementara dan kemungkinan akan bertambah, sebab penyisiran korban masih terus dilakukan oleh pihak terkait.

"RSOP mengirimkan 50 orang tenaga medis termasuk 6 orang dokter ahli ortopedi. Tim akan diberangkatkan setelah berkoordinasi dengan tim kesehatan lain yang melakukan pemetaan, menginventaris korban, dan mencatat kebutuhan. Keberangkatan tim RSOP akan membawa perlengkapan dan kebutuhan operasi lengkap," ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSOP Solo, Romaniyanto kepada Reporter Elshinta Deny Suryanti.

Selain itu, kebutuhan operasi juga dikirim bersama tim yang berangkat. Sehingga setibanya di lokasi yang dituju, relawan juga langsung mengambil tindakan operasi di lapangan. Prosedur oeprasi lapangan memanfaatkan rumah sakit darurat yang didirikan oleh RSPAD Gatot Subroto serta ruang bedah tambahan di rumah sakit daerah kota mataram Lombok.

"Tim yang akan bertolak dari Solo ke Lombok dengan pesawat udara dilengkapi perbekalan untuk kebutuhan operasi. Di antaranya yang terbanyak berupa implan dari besi untuk penyambung tulang. Selain itu juga dibawa instrumen alat operasi, baju operasi sekali pakai, pen penyambung tulang, obat bius, anti biotik, sarung tangan dan benang jahit yang sudah steril," ujarnya.

Saat ini, di Lombok terdapat sekitar 300 korban menunggu penanganan para ahli ortopedi untuk operasi penyambungan tulang. Sedangkan korban dengan trauma patah tulang yang sudah tertangani baru sekitar 100 orang. 

Bantuan pengabdian masyarakat RSOP, merupakan kerja sama dengan RSUD Dr Moewardi Solo, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK-UNS) Solo, dan Persatuan Bedah Ortopedi Indonesia (PBOI).

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

Elshinta.com - Rumah Sakit Ortopedi Profesor Dr Soeharso (RSOP) Sukoharjo, Solo mengirimkan tim khusus untuk membantu menangani korban gempa Lombok, NTB, Rabu (8/8). 

Tim tersebut akan bekerja membantu sekitar 300 korban yang mengalami trauma patah tulang. Data ini merupakan data sementara dan kemungkinan akan bertambah, sebab penyisiran korban masih terus dilakukan oleh pihak terkait.

"RSOP mengirimkan 50 orang tenaga medis termasuk 6 orang dokter ahli ortopedi. Tim akan diberangkatkan setelah berkoordinasi dengan tim kesehatan lain yang melakukan pemetaan, menginventaris korban, dan mencatat kebutuhan. Keberangkatan tim RSOP akan membawa perlengkapan dan kebutuhan operasi lengkap," ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSOP Solo, Romaniyanto kepada Reporter Elshinta Deny Suryanti.

Selain itu, kebutuhan operasi juga dikirim bersama tim yang berangkat. Sehingga setibanya di lokasi yang dituju, relawan juga langsung mengambil tindakan operasi di lapangan. Prosedur oeprasi lapangan memanfaatkan rumah sakit darurat yang didirikan oleh RSPAD Gatot Subroto serta ruang bedah tambahan di rumah sakit daerah kota mataram Lombok.

"Tim yang akan bertolak dari Solo ke Lombok dengan pesawat udara dilengkapi perbekalan untuk kebutuhan operasi. Di antaranya yang terbanyak berupa implan dari besi untuk penyambung tulang. Selain itu juga dibawa instrumen alat operasi, baju operasi sekali pakai, pen penyambung tulang, obat bius, anti biotik, sarung tangan dan benang jahit yang sudah steril," ujarnya.

Saat ini, di Lombok terdapat sekitar 300 korban menunggu penanganan para ahli ortopedi untuk operasi penyambungan tulang. Sedangkan korban dengan trauma patah tulang yang sudah tertangani baru sekitar 100 orang. 

Bantuan pengabdian masyarakat RSOP, merupakan kerja sama dengan RSUD Dr Moewardi Solo, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK-UNS) Solo, dan Persatuan Bedah Ortopedi Indonesia (PBOI).

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com