Kamis, 16 Agustus 2018 | 23:22 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/ Pemasaran

Bagaimana mengukur kesuksesan email marketing

Rabu, 08 Agustus 2018 - 16:30 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2vqE5Zq
Sumber foto: https://bit.ly/2vqE5Zq

Elshinta.com - Email marketing merupakan satu dari sekian banyak teknik yang dilakukan di dalam dunia digital marketing untuk meraih konversi atau goals dari sebuah bisnis. Di dalam email marketing, kita membuat sebuah penawaran, ajakan dan semacamnya, biasanya disertai dengan tombol call to action (CAT) untuk diarahkan ke sebuah website. Ada beberapa alasan mengapa email marketing menjadi salah satu teknik yang patut diperhitungkan untuk menjangkau pelanggan. 

Pertama, informasi yang disampaikan kepada pelanggan mudah diterima dan cepat dibaca terlebih lagi saat ini layanan email sudah mengintegrasikan diri ke smartphone. Kedua, informasi yang disampaikan lebih tertarget karena Anda memiliki kontrol terhadap siapa saja informasi tersebut akan dikirimkan. Ketiga, email marketing merupakan salah satu praktik dari digital marketing yang cukup mudah dan murah untuk dilakukan. 

Pertanyaannya kemudian, bagaimana mengukur efektivitas dari email marketing? Dari mana kah kita bisa mengetahui campaign yang kita buat melalui email dianggap berhasil? Berikut adalah beberapa poin yang bisa Anda jadikan indikator guna menilai keberhasilan sebuah campaign email marketing. 

Click-Through Rate (CTR)

CTR merupakan jumlah orang atau audience yang mengklik link yang ada pada campaign tersebut. Berapa besar jumlah orang yang mau membuka link ini sangat ditentukan dari seberapa menarik konten email marketing yang Anda buat. Audience tentu akan berpikir seribu kali ketika memutuskan untuk membuka sebuah link
Oleh karenanya, penting dalam membuat struktur penulisan email marketi

Conversion Rate

Conversion rate merupakan jumlah audience yang merespon email Anda . Conversion rate juga berarti tingkat kesuksesan sebuah tujuan email marketing. Misalnya Anda menginginkan agar dengan email marketing, orang bisa membeli sebuah produk baru milik Anda. Maka persentase orang yang membeli itulah yang disebut sebagai conversion rate

Goals atau tujuan dari setiap campaign tentu saja berbeda-beda. Ada yang hanya sekadar mengarahkan ke website, mendaftar sebuah seminar, atau membeli produk. 

Baca jugaBagaimana menciptakan strategi pemasaran yang tepat untuk generasi millenial

Open Rate 

Indikator lainnya adalah seberapa banyak orang yang membuka email Anda. Ada beberapa aplikasi yang bisa dipakai untuk mengetahui ini seberapa banyak orang membuka email yang Anda kirimkan seperti Private Gmail Leak Tester, Security Alert Knowem dan Is Leaked. Aplikasi-aplikasi tersebut tentu sangat membantu dalam mengevaluasi dan menentukan strategi email marketing selanjutnya. 

Unsubsribe Rate

Persentase atau jumlah orang yang memutuskan untuk tidak berlangganan setelah mendapatkan email Anda juga menjadi indikator keberhasilan email marketing. Bila ternyata banyak orang yang lebih memilih berhenti berlangganan email, itu tandanya campaign Anda harus dievaluasi. Bisa jadi ini disebabkan karena pengiriman email yang terlalu sering sehingga membuat orang risih. Bisa pula karena konten yang kamu tawarkan tidak menarik. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 22:03 WIB

Ditemukan hewan tak layak kurban di Kediri

Arestasi | 16 Agustus 2018 - 21:55 WIB

Bawa sabu, Sekdin Pendidikan Bojonegoro ditangkap

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 21:45 WIB

KPID Sumut kembali adakan KPID Award 2018

Aktual Dalam Negeri | 16 Agustus 2018 - 21:32 WIB

102.976 narapidana dapat remisi HUT Kemerdekaan RI

Kesehatan | 16 Agustus 2018 - 21:12 WIB

Saran ahli kesehatan untuk posisi tidur terbaik

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com