Gempa Rabu siang di Malang dipicu subduksi Lempeng Indo-Australia
Elshinta
Rabu, 08 Agustus 2018 - 17:22 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Gempa Rabu siang di Malang dipicu subduksi Lempeng Indo-Australia
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Oh528O

Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi dengan magnitudo 5,1 yang mengguncang Kabupaten Malang pada Rabu (8/8) pukul 13.09 WIB terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam siaran pers badan, Rabu, menyebutkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik.

Berdasarkan hasil analisis, BMKG juga memutakhirkan data awal magnitudo gempa dari 5,2 menjadi 5,1. Gempa itu berpusat di koordinat 8,92 Lintang Selatan dan 112,41 Bujur Timur, di laut pada jarak 88 kilometer arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur, pada kedalaman 42 kilometer, seperti dilansir dari Antara.

Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh warga Malang, Karangkates dan Blitar pada skala II SIG-BMKG (III MMI); serta warga Tretes, Tulungagung, Lumajang, Yogyakarta, dan Kuta pada skala I SIG-BMKG (II MMI).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami. Selain itu, menurut pantauan BMKG, sampai pukul 13.30 WIB belum adanya aktivitas gempa bumi susulan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Distanak Sultra taksir kerugian akibat banjir Rp168,5 miliar
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:58 WIB
Elshinta.com - Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Tenggara (Sultra) m...
Banjir kepung sejumlah tempat di Maluku Utara
Senin, 17 Juni 2019 - 18:08 WIB
Elshinta.com  - Sejumlah kabupaten/kota di Maluku Utara (Malut) dikepung banjir menyusul h...
Tujuh kecamatan di Sultra terendam banjir
Senin, 17 Juni 2019 - 10:55 WIB
Elshinta.com - Tujuh kecamatan di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, terendam b...
Tebing longsor akibat hujan lebat
Senin, 17 Juni 2019 - 06:46 WIB
Elshinta.com - Tebing setinggi 20 meter di Kampung Neglasari RT 11 RW 4, Desa Mekarwangi, ...
Gempa Magnitudo 5,1 guncang Sumba Timur
Senin, 17 Juni 2019 - 06:14 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi tektonik dengan Magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Sumba Timur, Nusa T...
Warga temukan rangka manusia di bekas likuifaksi Petobo
Minggu, 16 Juni 2019 - 21:28 WIB
Elshinta.com - Warga kembali menemukan rangka manusia yang terkubur di lokasi bekas bencan...
Bupati perintahkan penanganan cepat bencana longsor di Pinrang
Minggu, 16 Juni 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Selain merendam beberapa hektare lahan pertanian, intensitas hujan dalam be...
Bantuan untuk penanganan banjir Sulawesi Tenggara masih berlanjut
Minggu, 16 Juni 2019 - 15:16 WIB
Elshinta.com - Pengiriman dan penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial untuk korban benc...
Puluhan rumah warga Muaragembong Bekasi rusak digerus abrasi
Minggu, 16 Juni 2019 - 14:25 WIB
Elshinta.com - Abrasi yang terjadi di ​​​​Kampung Muarajaya RT01/RW01, Desa Pantaimekar...
10 kecamatan di Gunung Kidul mulai kekeringan
Minggu, 16 Juni 2019 - 08:15 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mula...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)