Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

INDEF menilai pertumbuhan ekonomi 5,27 persen bersifat paradoks

Rabu, 08 Agustus 2018 - 17:05 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Sigit Kurniawan
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati. Sumber foto: https://bit.ly/2vuoPe3
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati. Sumber foto: https://bit.ly/2vuoPe3

Elshinta.com - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menggelar konferensi pers di kantornya yang berada di Jl. Batu Merah, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan. Tema yang diangkat INDEF adalah `Ekonomi Tumbuh Temporer Atau Berlanjut`. Tema ini diangkat setelah Kementerian Keuangan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II/2018 sebesar 5,27 persen

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan capaian pertumbuhan tersebut bersifat paradoks, karena kontradiksi dengan kinerja variabel makro ekonomi, khususnya di kinerja sektor riil yang menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 

"Menurut kami perlu disampaikan sejak dini ke pemerintah. Kalau kondisi ini enggak diantisipasi, maka kerugian dampaknya. Bukan karena ini di tahun politik, tapi kami konsen dampaknya ke publik secara keseluruhan," kata Enny di Kantor INDEF Jakarta, seperti dilaporkan Reporter Elshinta Amo Suryo.

Enny juga menyebut, momentum bulan puasa dan Lebaran, serta percepatan realisasi belanja pemerintah menjadi kontributor utama terjadinya peningkatan pertumbuhan. 

“Pertumbuhan ekonomi 5,27 persen nyaris 5,3 persen seharusnya secara ekonomi dampaknya sangat terasa dan perbedaan itu terefleksi dari aktifitas ekonomi karena ada lompatan. Namun saat ini kita lihat tidak terlalu banyak perubahan,” jelas Enny.
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menggelar konferensi pers di kantornya yang berada di Jl. Batu Merah, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan. Tema yang diangkat INDEF adalah `Ekonomi Tumbuh Temporer Atau Berlanjut`. Tema ini diangkat setelah Kementerian Keuangan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II/2018 sebesar 5,27 persen

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan capaian pertumbuhan tersebut bersifat paradoks, karena kontradiksi dengan kinerja variabel makro ekonomi, khususnya di kinerja sektor riil yang menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia. 

"Menurut kami perlu disampaikan sejak dini ke pemerintah. Kalau kondisi ini enggak diantisipasi, maka kerugian dampaknya. Bukan karena ini di tahun politik, tapi kami konsen dampaknya ke publik secara keseluruhan," kata Enny di Kantor INDEF Jakarta, seperti dilaporkan Reporter Elshinta Amo Suryo.

Enny juga menyebut, momentum bulan puasa dan Lebaran, serta percepatan realisasi belanja pemerintah menjadi kontributor utama terjadinya peningkatan pertumbuhan. 

“Pertumbuhan ekonomi 5,27 persen nyaris 5,3 persen seharusnya secara ekonomi dampaknya sangat terasa dan perbedaan itu terefleksi dari aktifitas ekonomi karena ada lompatan. Namun saat ini kita lihat tidak terlalu banyak perubahan,” jelas Enny.
 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com