Rabu, 17 Oktober 2018 | 07:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Pemkab Lombok Barat minta siskamling diaktifkan pasca gempa

Rabu, 08 Agustus 2018 - 17:35 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sejumlah korban gempa bumi berada di tenda pengungsian SDN 1 Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Selong, NTB. Sumber foto: https://bit.ly/2M7iizs
Sejumlah korban gempa bumi berada di tenda pengungsian SDN 1 Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Selong, NTB. Sumber foto: https://bit.ly/2M7iizs

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, meminta seluruh camat dan kepala desa untuk mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) guna mengantisipasi tindak pidana pencurian dan perampokan pasca gempa bumi 7 Skala Richter (SR).

"Kepada camat, kepala desa dan ketua rukun tetangga agar mengaktifkan siskamling di masing-masing lingkungan. Itu instruksi bupati," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kabupaten Lombok Barat, H. Fadjar Taufik, di Lombok Barat, Rabu (8/8). 

Ia mengatakan instruksi tersebut diterbitkan oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, setelah menggelar rapat koordinasi penanganan dampak bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Barat. Empat kecamatan terdampak cukup parah di Kabupaten Lombok Barat, adalah Kecamatan Gunungsari, Batulayar, Lingsar, dan Narmada. Seluruhnya di wilayah utara berbatasan dengan Kabupaten Lombok Utara.

Dalam instruksinya, lanjut Fadjar, bupati juga meminta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), dan tim terpadu penanganan konflik sosial, untuk lebih waspada terhadap kejadian dan fenomena alam dan sosial yang menimbulkan keresahan masyarakat. Pasalnya ada beberapa kelompok atau oknum yang memanfaatkan situasi pasca gempa. "Saat ini, merebak isu pencurian dan perampokan di beberapa tempat. Untuk itu, bupati meminta agar siskamling diaktifkan dan semua pihak harus waspada," ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Para kepala desa, kepala dusun dan ketua rukun tetangga juga diminta untuk selalu berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat dan pihak keamanan jika terjadi sesuatu yang berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca gempa.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 17 Oktober 2018 - 06:29 WIB

Timnas Indonesia vs Hong Kong imbang, ini pengakuan Bima Sakti

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 01:23 WIB

Gempa guncang Sumba Barat Daya dan Badung Bali

Bencana Alam | 16 Oktober 2018 - 21:57 WIB

BPBD: Dampak kekeringan Gunung Kidul meluas

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, meminta seluruh camat dan kepala desa untuk mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) guna mengantisipasi tindak pidana pencurian dan perampokan pasca gempa bumi 7 Skala Richter (SR).

"Kepada camat, kepala desa dan ketua rukun tetangga agar mengaktifkan siskamling di masing-masing lingkungan. Itu instruksi bupati," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kabupaten Lombok Barat, H. Fadjar Taufik, di Lombok Barat, Rabu (8/8). 

Ia mengatakan instruksi tersebut diterbitkan oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, setelah menggelar rapat koordinasi penanganan dampak bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Barat. Empat kecamatan terdampak cukup parah di Kabupaten Lombok Barat, adalah Kecamatan Gunungsari, Batulayar, Lingsar, dan Narmada. Seluruhnya di wilayah utara berbatasan dengan Kabupaten Lombok Utara.

Dalam instruksinya, lanjut Fadjar, bupati juga meminta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), dan tim terpadu penanganan konflik sosial, untuk lebih waspada terhadap kejadian dan fenomena alam dan sosial yang menimbulkan keresahan masyarakat. Pasalnya ada beberapa kelompok atau oknum yang memanfaatkan situasi pasca gempa. "Saat ini, merebak isu pencurian dan perampokan di beberapa tempat. Untuk itu, bupati meminta agar siskamling diaktifkan dan semua pihak harus waspada," ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Para kepala desa, kepala dusun dan ketua rukun tetangga juga diminta untuk selalu berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat dan pihak keamanan jika terjadi sesuatu yang berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca gempa.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com