Selasa, 11 Desember 2018 | 06:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

UKM / Pemasaran

Cara bisnis modal kecil dengan sistem dropship dan reseller

Rabu, 08 Agustus 2018 - 18:28 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Sigit Kurniawan
Sumber foto: https://bit.ly/2OQU4YT
Sumber foto: https://bit.ly/2OQU4YT

Elshinta.com - Berbisnis tak selamanya mengharuskan kita untuk mengeluarkan modal besar. Kunci kesuksesan bisnis sebenarnya bukan terletak pada seberapa besar modal yang bisa kita keluarkan, namun bagaimana kita bisa melihat potensi dan memaksimalkannya menjadi peluang bisnis. Dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini yang begitu pesat, memungkinkan kita untuk mencari patner bisnis yang bisa mendatangkan profit dengan menjualkan barang mereka. 

Konsep droship atau reseller merupakan konsep yang sudah ada sejak dulu, namun dengan bantuan teknologi kini lebih mudah bagi Anda untuk menjalankannya. Sudah banyak sekali platform khusus yang menyediakan fasilitas reseller atau dropship, atau toko-toko online yang menyediakan fasilitas ini. Anda bisa mencoba salah satu sistem ini untuk menjadikan penghasilan tambahan bahkan penghasilan tetap bila Anda memang serius dengan bisnis ini. 

Sebelum itu, kita sebaiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu reseller dan apa itu dropship. Reseller adalah orang yang menjual kembali suatu barang atau produk. Sementara dropship adalah sebuah bisnis di mana Anda hanya meminta supplier mengirimkan barang atau produk ke supplier. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu tidak memiliki barang sendiri. 

Kedua sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut beberapa diantaranya.

Reseller

Kelebihan
•    Produk di tangan Anda sendiri sehingga tahu stock barang. Bila ada pelanggan yang memesan tinggal dikirimkan bila tersedia.
•    Tahu persis tentang kualitas dan spesifikasi barangnya karena Anda memegang produknya secara langsung. 
•    Bisa melakukan penjualan secara langsung maupun via internet.
•    Keuntungan berupa diskon atau potongan harga yang diberikan dari supplier lebih besar. 

Kekurangan
•    Butuh modal yang cukup besar karena mengingat Anda akan membeli barang atau produk dalam jumlah besar. 
•    Modal tersebut belum ditambah dengan ongkos distribusi yang cukup besar pula. 

Baca jugaTrik menghadapi persaingan usaha pada lokasi yang berdekatan

Dropship

Kelebihan
•    Menggunakan sistem dropship berarti tidak stock barang secara lansung hal ini membuat modal yang Anda keluarkan tidak banyak bahkan nyaris tidak ada. 
•    Tidak diribetkan dengan biaya distribusi
•    Hanya membutuhkan keahlian mencari pelanggan dan menyankinkan supplier untuk kerjasama

Kekurangan
•    Margin keuntungan yang didapatkan dari sistem dropship biasanya kecil karena Anda sendiri memang hanya membantu penjualan supplier saja. Stock produk, pengemasan, sampai ongkos kirim supplier yang menangani. 
•    Kita tidak memegang barang secara langsung sehingga kita tidak bisa tahu secara persis kondisi barang. 

Pahami Ketentuan dengan Supplier

Setelah mengetahui seluk beluk bisnis reseller dan dropship selanjutnya adalah bagaimana kita bisa mencari supplier yang bisa diajak kerjasama. Anda bisa datang langsung ke supplier atau menghubungi kontak mereka yang ada di email atau toko online lainnya. Selain itu, Anda juga bisa mencari supplier yang ada di Tokopedia atau Bukalapak. Biasanya, jika seller menerapkan sistem dropship atau reseller, mereka akan menuliskannya di kolom deskripsi. 

Selain itu, ada juga beberapa platform besar yang khusus menyediakan barang-barang dropship dan reseller. Beberapa contohnya seperti dusdusan.com, mallonlineindonesia.com, dan supplier.id. Di website ini tersedia catalog produk yang bisa Anda pilih.

Pada sistem dropship, Anda harus memahami ketentuan dan prosedur order barang dari konsumen dan hubungan Anda dengan supplier. Beberapa supplier bisa menerima order via aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp, email atau yang lebih canggih sudah terkomputerisasi di website. 

Sementara untuk pengirimannya menggunakan jasa pengiriman seperti JNE dan TIKI. Anda dropshipper berhak mendapatkan no resi pengiriman yang diberikan lagi kepada pelanggan. Bila pengiriamn barang sudah dilakukan dan no resi sudah didapatkan, maka tanggung jawab keselamatan barang tersebut ada pada perusahaan penyedia jasa pengiriman. 

Ketentuan lain yang harus Anda pahami juga adalah besaran dari keuntungan yang bisa didapatkan. Pada website-website dropship, setiap pengiriman sudah tercatat secara otomatis termasuk keuntungan Anda yang akan terkumpul dalam bentuk saldo. 

Tips Memilih Supplier

Di internet, supplier yang menyediakan fasilitas reseller dan dropship ini jumlahnya sangat banyak. Namun, dari semua supplier tersebut, ada beberapa yang memang bagus dan ada juga yang tidak. Dalam memilih supplier, ada tiga hal yang setidaknya Anda harus perhatikan. 

Pertama, produktivitas supplier. Sebaiknya jangan mencoba-coba memilih supplier yang produksinya atau jumlah barangnya masih terbatas. Jangan sampai Anda terpaksa menolak permintaan dari konsumen hanya karena stock belum tersedia di supplier. Oleh karenanya Anda sebaiknya memastikan aliran distribusi barang dari supplier juga harus lancar. 

Kedua, pastikan kualitas produknya bagus dengan harganya yang kompetitif. Hal ini penting untuk keberlangsungan usaha Anda kedepannya. Ada baiknya bila Anda datang sendiri ke supplier, atau bila melalui online, tanyakan kepada konsumen testimoni mereka. Bila testimoninya kurang baik, sebaiknya Anda mencari supplier lain. 

Ingat, konsumen hanya tahu produk tersebut datang dari Anda bukan dari supplier. Bila produknya yang bermasalah, Anda yang akan menjadi pihak yang dikomplain oleh pelanggan. Tawarkan produk sesuai dengan kualitas barangnya. Jangan menetapkan harga yang jauh lebih tinggi di pasaran, apalagi Anda menjualnya secara online. Konsumen sudah lebih cerdas dengan membandingkan toko online satu dengan yang lainnya. 

Ketiga, perhatikan sistem bagi hasil. Sebelum menjalani bisnis dropship Anda wajib mengetahui berapa persen keuntungan yang Anda dapatkan. Bila nanti tersimpan dalam bentuk saldo, berapa minimal pengambilannya dan sebagainya. 
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 06:36 WIB

PLN keluhkan ribuan kasus pencurian listrik di Jateng

Bencana Alam | 11 Desember 2018 - 06:27 WIB

BPBD sebut Kota Malang dilanda 197 kejadian bencana

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 06:16 WIB

Kemendagri perketat pengawasan, cegah jual beli blanko e-KTP

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 21:15 WIB

JK yakin Pemilu 2019 aman dan ekonomi lebih baik

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 20:50 WIB

Penetapan DPTHP 3 KPU Sukoharjo kembali tertunda

Elshinta.com - Berbisnis tak selamanya mengharuskan kita untuk mengeluarkan modal besar. Kunci kesuksesan bisnis sebenarnya bukan terletak pada seberapa besar modal yang bisa kita keluarkan, namun bagaimana kita bisa melihat potensi dan memaksimalkannya menjadi peluang bisnis. Dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini yang begitu pesat, memungkinkan kita untuk mencari patner bisnis yang bisa mendatangkan profit dengan menjualkan barang mereka. 

Konsep droship atau reseller merupakan konsep yang sudah ada sejak dulu, namun dengan bantuan teknologi kini lebih mudah bagi Anda untuk menjalankannya. Sudah banyak sekali platform khusus yang menyediakan fasilitas reseller atau dropship, atau toko-toko online yang menyediakan fasilitas ini. Anda bisa mencoba salah satu sistem ini untuk menjadikan penghasilan tambahan bahkan penghasilan tetap bila Anda memang serius dengan bisnis ini. 

Sebelum itu, kita sebaiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu reseller dan apa itu dropship. Reseller adalah orang yang menjual kembali suatu barang atau produk. Sementara dropship adalah sebuah bisnis di mana Anda hanya meminta supplier mengirimkan barang atau produk ke supplier. Keduanya memiliki kesamaan, yaitu tidak memiliki barang sendiri. 

Kedua sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut beberapa diantaranya.

Reseller

Kelebihan
•    Produk di tangan Anda sendiri sehingga tahu stock barang. Bila ada pelanggan yang memesan tinggal dikirimkan bila tersedia.
•    Tahu persis tentang kualitas dan spesifikasi barangnya karena Anda memegang produknya secara langsung. 
•    Bisa melakukan penjualan secara langsung maupun via internet.
•    Keuntungan berupa diskon atau potongan harga yang diberikan dari supplier lebih besar. 

Kekurangan
•    Butuh modal yang cukup besar karena mengingat Anda akan membeli barang atau produk dalam jumlah besar. 
•    Modal tersebut belum ditambah dengan ongkos distribusi yang cukup besar pula. 

Baca jugaTrik menghadapi persaingan usaha pada lokasi yang berdekatan

Dropship

Kelebihan
•    Menggunakan sistem dropship berarti tidak stock barang secara lansung hal ini membuat modal yang Anda keluarkan tidak banyak bahkan nyaris tidak ada. 
•    Tidak diribetkan dengan biaya distribusi
•    Hanya membutuhkan keahlian mencari pelanggan dan menyankinkan supplier untuk kerjasama

Kekurangan
•    Margin keuntungan yang didapatkan dari sistem dropship biasanya kecil karena Anda sendiri memang hanya membantu penjualan supplier saja. Stock produk, pengemasan, sampai ongkos kirim supplier yang menangani. 
•    Kita tidak memegang barang secara langsung sehingga kita tidak bisa tahu secara persis kondisi barang. 

Pahami Ketentuan dengan Supplier

Setelah mengetahui seluk beluk bisnis reseller dan dropship selanjutnya adalah bagaimana kita bisa mencari supplier yang bisa diajak kerjasama. Anda bisa datang langsung ke supplier atau menghubungi kontak mereka yang ada di email atau toko online lainnya. Selain itu, Anda juga bisa mencari supplier yang ada di Tokopedia atau Bukalapak. Biasanya, jika seller menerapkan sistem dropship atau reseller, mereka akan menuliskannya di kolom deskripsi. 

Selain itu, ada juga beberapa platform besar yang khusus menyediakan barang-barang dropship dan reseller. Beberapa contohnya seperti dusdusan.com, mallonlineindonesia.com, dan supplier.id. Di website ini tersedia catalog produk yang bisa Anda pilih.

Pada sistem dropship, Anda harus memahami ketentuan dan prosedur order barang dari konsumen dan hubungan Anda dengan supplier. Beberapa supplier bisa menerima order via aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp, email atau yang lebih canggih sudah terkomputerisasi di website. 

Sementara untuk pengirimannya menggunakan jasa pengiriman seperti JNE dan TIKI. Anda dropshipper berhak mendapatkan no resi pengiriman yang diberikan lagi kepada pelanggan. Bila pengiriamn barang sudah dilakukan dan no resi sudah didapatkan, maka tanggung jawab keselamatan barang tersebut ada pada perusahaan penyedia jasa pengiriman. 

Ketentuan lain yang harus Anda pahami juga adalah besaran dari keuntungan yang bisa didapatkan. Pada website-website dropship, setiap pengiriman sudah tercatat secara otomatis termasuk keuntungan Anda yang akan terkumpul dalam bentuk saldo. 

Tips Memilih Supplier

Di internet, supplier yang menyediakan fasilitas reseller dan dropship ini jumlahnya sangat banyak. Namun, dari semua supplier tersebut, ada beberapa yang memang bagus dan ada juga yang tidak. Dalam memilih supplier, ada tiga hal yang setidaknya Anda harus perhatikan. 

Pertama, produktivitas supplier. Sebaiknya jangan mencoba-coba memilih supplier yang produksinya atau jumlah barangnya masih terbatas. Jangan sampai Anda terpaksa menolak permintaan dari konsumen hanya karena stock belum tersedia di supplier. Oleh karenanya Anda sebaiknya memastikan aliran distribusi barang dari supplier juga harus lancar. 

Kedua, pastikan kualitas produknya bagus dengan harganya yang kompetitif. Hal ini penting untuk keberlangsungan usaha Anda kedepannya. Ada baiknya bila Anda datang sendiri ke supplier, atau bila melalui online, tanyakan kepada konsumen testimoni mereka. Bila testimoninya kurang baik, sebaiknya Anda mencari supplier lain. 

Ingat, konsumen hanya tahu produk tersebut datang dari Anda bukan dari supplier. Bila produknya yang bermasalah, Anda yang akan menjadi pihak yang dikomplain oleh pelanggan. Tawarkan produk sesuai dengan kualitas barangnya. Jangan menetapkan harga yang jauh lebih tinggi di pasaran, apalagi Anda menjualnya secara online. Konsumen sudah lebih cerdas dengan membandingkan toko online satu dengan yang lainnya. 

Ketiga, perhatikan sistem bagi hasil. Sebelum menjalani bisnis dropship Anda wajib mengetahui berapa persen keuntungan yang Anda dapatkan. Bila nanti tersimpan dalam bentuk saldo, berapa minimal pengambilannya dan sebagainya. 
 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 10 Desember 2018 - 15:45 WIB

Mengenal Tukangsayur.co, startup belanja bahan masakan

Senin, 10 Desember 2018 - 12:22 WIB

Peluang usaha keripik pisang

Senin, 10 Desember 2018 - 10:59 WIB

Mengemas produk yang menarik perhatian pembeli

Jumat, 07 Desember 2018 - 14:46 WIB

Lumine buka cabang di Indonesia, siap gandeng para UKM

Kamis, 06 Desember 2018 - 15:17 WIB

Untung rugi bisnis Thai Tea

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com