Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Ditutup kertas perak, Kemenag pastikan katering tetap higienis sampai jemaah

Rabu, 08 Agustus 2018 - 18:37 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Salah satu contoh katering siap santap bagi jemaah haji Indonesia. Sumber foto: https://bit.ly/2KBnUgH
Salah satu contoh katering siap santap bagi jemaah haji Indonesia. Sumber foto: https://bit.ly/2KBnUgH

Elshinta.com - Layanan katering untuk jemaah menjadi salah satu inovasi perbaikan yang dilakukan Kementerian Agama kepada jemaah haji Indonesia. Antara lain dengan meningkatkan frekuensi konsumsi. Jika tahun lalu hanya 25 kali, kini meningkat menjadi 40 kali.

Layanan katering di Makkah diberikan dua kali sehari selama 20 hari, yakni makan siang dan malam. Sementara sarapan pagi, jemaah diberikan kudapan (snack) berat dalam bentuk roti.  “Katering dikemas dengan kertas perak (aluminium-foil) guna menjaga makanan tetap hangat dan higienis, terhindar dari bakteri,” jelas Kasi Katering Daerah Kerja (Daker) Makkah, Evy Nuryana, saat dihubungi Selasa (7/8) malam waktu Saudi. Menurutnya, tutup diberi warna berbeda antara makan siang dan malam, agar memudahkan jemaah lebih teliti sebelum menikmati. 

“Pada tutup tersebut juga diberikan jam maksimal santap dan tercantum pula informasi nomor telepon perusahaan penyedia katering serta untuk menyampaikan aduan jemaah ketika terjadi masalah di lapangan,” urai Evy, seperti rilis yang diterima Reporter Elshinta, Remond Fauzi, Rabu (8/8).

Kemenag melalui akun Instagram @kemenag_ri juga mengunggah hal serupa pada Selasa (7/8) malam. Beberapa jemaah yang sedang berada di Tanah Suci turut memberi komentar dalam unggahan tersebut. Antara lain @renyfarida.nya_banyuwangi menulis: Alhamdulillah kami dari kloter 5 asal jemaah haji Banyuwangi bersyukur atas apa yang kami dapatkan. Alhamdulillah nasi yang kami dapatkan selalu empuk dan super nikmat, lauknya pun nikmat, kami semakin sehat di sini.

Lain lagi dengan akun @imrann29 yang menyatakan: maaf, kenapa setelah beberapa hari cita rasa Indonesia nya udah gak ada lagi, seperti aroma masakan rumah sakit.

Sementara akun @asep_ginaa meminta agar jengkol dan pete dimasukkan dalam menu jemaah haji indonesia. Akun @churunm mengaku merasa tersanjung dengan pelayanan yang diterimanya. Ia menulis: Kami jemaah haji Indonesia merasa begitu tersanjung atas fasilitas dan pelayanan yang begitu istimewa kepada kami. Jazakumullah pada kemenag_ri.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 18:29 WIB

Sekitar 200 anak muda di Festival Kaum Muda

Pendidikan | 21 Oktober 2018 - 18:14 WIB

Menristekdikti: Peningkatan riset Indonesia tertinggi di dunia

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 17:52 WIB

Pertamina gelar touring bersama mahasiswa Sumut

Timnas Indonesia | 21 Oktober 2018 - 17:12 WIB

Bima Sakti Resmi Latih Timnas Indonesia

Elshinta.com - Layanan katering untuk jemaah menjadi salah satu inovasi perbaikan yang dilakukan Kementerian Agama kepada jemaah haji Indonesia. Antara lain dengan meningkatkan frekuensi konsumsi. Jika tahun lalu hanya 25 kali, kini meningkat menjadi 40 kali.

Layanan katering di Makkah diberikan dua kali sehari selama 20 hari, yakni makan siang dan malam. Sementara sarapan pagi, jemaah diberikan kudapan (snack) berat dalam bentuk roti.  “Katering dikemas dengan kertas perak (aluminium-foil) guna menjaga makanan tetap hangat dan higienis, terhindar dari bakteri,” jelas Kasi Katering Daerah Kerja (Daker) Makkah, Evy Nuryana, saat dihubungi Selasa (7/8) malam waktu Saudi. Menurutnya, tutup diberi warna berbeda antara makan siang dan malam, agar memudahkan jemaah lebih teliti sebelum menikmati. 

“Pada tutup tersebut juga diberikan jam maksimal santap dan tercantum pula informasi nomor telepon perusahaan penyedia katering serta untuk menyampaikan aduan jemaah ketika terjadi masalah di lapangan,” urai Evy, seperti rilis yang diterima Reporter Elshinta, Remond Fauzi, Rabu (8/8).

Kemenag melalui akun Instagram @kemenag_ri juga mengunggah hal serupa pada Selasa (7/8) malam. Beberapa jemaah yang sedang berada di Tanah Suci turut memberi komentar dalam unggahan tersebut. Antara lain @renyfarida.nya_banyuwangi menulis: Alhamdulillah kami dari kloter 5 asal jemaah haji Banyuwangi bersyukur atas apa yang kami dapatkan. Alhamdulillah nasi yang kami dapatkan selalu empuk dan super nikmat, lauknya pun nikmat, kami semakin sehat di sini.

Lain lagi dengan akun @imrann29 yang menyatakan: maaf, kenapa setelah beberapa hari cita rasa Indonesia nya udah gak ada lagi, seperti aroma masakan rumah sakit.

Sementara akun @asep_ginaa meminta agar jengkol dan pete dimasukkan dalam menu jemaah haji indonesia. Akun @churunm mengaku merasa tersanjung dengan pelayanan yang diterimanya. Ia menulis: Kami jemaah haji Indonesia merasa begitu tersanjung atas fasilitas dan pelayanan yang begitu istimewa kepada kami. Jazakumullah pada kemenag_ri.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com