Selasa, 11 Desember 2018 | 08:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Mataram perpanjang libur sekolah sampai Sabtu

Rabu, 08 Agustus 2018 - 19:44 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi sejumlah anak bernyanyi bersama dengan relawan di tempat penampungan pengungsi korban gempa bumi. Sumber foto: https://bit.ly/2vr5Ukk
Ilustrasi sejumlah anak bernyanyi bersama dengan relawan di tempat penampungan pengungsi korban gempa bumi. Sumber foto: https://bit.ly/2vr5Ukk

Elshinta.com - Setelah gempa 7 Skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok pada Minggu malam (5/8), Pemerintah Kota Mataram memutuskan memperpanjang libur sekolah dari taman kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Pertama dan sekolah sederajat sampai Sabtu (11/8).

"Aktivitas proses belajar mengajar di semua sekolah tingkat TK, SD dan SMP se-Kota Mataram dimulai hari Senin (13/8). Sedianya, siswa mulai masuk Kamis (9/8)," kata Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Mataram Lalu Mahsun di Mataram, Rabu (8/8).

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, ia melanjutkan, menyampaikan kebijakan itu saat memimpin rapat persiapan masuk sekolah bersama Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan dan instansi terkait lain. Ia menjelaskan Pemerintah Kota Mataram menerapkan kebijakan lokal itu karena hingga saat ini belum ada keputusan dari Pemerintah Provinsi mengenai perpanjangan masa libur sekolah.

Kebijakan memperpanjang libur sekolah, menurut dia, dijalankan dengan mempertimbangkan kemungkinan masih adanya gempa susulan dan banyaknya anak-anak yang masih harus tinggal di pengungsian bersama keluarga karena rumah mereka rusak. Pertimbangan lainnya, anak-anak masih membutuhkan waktu untuk pemulihan setelah trauma akibat gempa.

Meski memutuskan meliburkan anak-anak sekolah, Pemerintah Kota Mataram meminta para guru dan kepala sekolah tetap masuk pada Kamis (9/8) untuk mengecek kondisi sekolah didampingi para petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pemeritah Kota juga meminta sekolah membenahi ruang kelas, ruang guru, serta ruangan sekolah lain yang terdampak gempa. "Dengan demikian, ketika anak-anak masuk tidak tampak pernah terjadi gempa bumi," ujarnya.

Ia juga mengingatkan para guru agar tidak langsung memulai kegiatan belajar mengajar saat anak-anak pertama masuk sekolah, namun memulainya dengan kegiatan ringan seperti menyanyi dan bermain untuk mendukung pemulihan trauma anak yang terdampak gempa. "Terakhir, Wakil Wali Kota mengajak semua pegawai negeri sipil untuk melakukan aksi gotong-royong di sekolah SD maupun SMP se-Kota Mataram pada Jumat (10/8)," kata Lalu Mahsun, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 11 Desember 2018 - 08:27 WIB

Ada empat kasus terkait KTP-el yang tengah ditangani

Aktual Sepakbola | 11 Desember 2018 - 08:19 WIB

Phil Foden perpanjang kontrak sampai 2024 dengan Manchester City

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 08:08 WIB

Kartu disabilitas seharusnya tidak dipahami sebagai kartu bansos

Aktual Luar Negeri | 11 Desember 2018 - 07:57 WIB

Harga minyak kembali jatuh

Bencana Alam | 11 Desember 2018 - 07:46 WIB

Bogor cairkan Rp1,5 M untuk pemulihan pascabencana puting beliung

Arestasi | 11 Desember 2018 - 07:35 WIB

Polrestabes Medan gagalkan pengiriman empat kilogram sabu

Elshinta.com - Setelah gempa 7 Skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok pada Minggu malam (5/8), Pemerintah Kota Mataram memutuskan memperpanjang libur sekolah dari taman kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Pertama dan sekolah sederajat sampai Sabtu (11/8).

"Aktivitas proses belajar mengajar di semua sekolah tingkat TK, SD dan SMP se-Kota Mataram dimulai hari Senin (13/8). Sedianya, siswa mulai masuk Kamis (9/8)," kata Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Mataram Lalu Mahsun di Mataram, Rabu (8/8).

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, ia melanjutkan, menyampaikan kebijakan itu saat memimpin rapat persiapan masuk sekolah bersama Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan dan instansi terkait lain. Ia menjelaskan Pemerintah Kota Mataram menerapkan kebijakan lokal itu karena hingga saat ini belum ada keputusan dari Pemerintah Provinsi mengenai perpanjangan masa libur sekolah.

Kebijakan memperpanjang libur sekolah, menurut dia, dijalankan dengan mempertimbangkan kemungkinan masih adanya gempa susulan dan banyaknya anak-anak yang masih harus tinggal di pengungsian bersama keluarga karena rumah mereka rusak. Pertimbangan lainnya, anak-anak masih membutuhkan waktu untuk pemulihan setelah trauma akibat gempa.

Meski memutuskan meliburkan anak-anak sekolah, Pemerintah Kota Mataram meminta para guru dan kepala sekolah tetap masuk pada Kamis (9/8) untuk mengecek kondisi sekolah didampingi para petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pemeritah Kota juga meminta sekolah membenahi ruang kelas, ruang guru, serta ruangan sekolah lain yang terdampak gempa. "Dengan demikian, ketika anak-anak masuk tidak tampak pernah terjadi gempa bumi," ujarnya.

Ia juga mengingatkan para guru agar tidak langsung memulai kegiatan belajar mengajar saat anak-anak pertama masuk sekolah, namun memulainya dengan kegiatan ringan seperti menyanyi dan bermain untuk mendukung pemulihan trauma anak yang terdampak gempa. "Terakhir, Wakil Wali Kota mengajak semua pegawai negeri sipil untuk melakukan aksi gotong-royong di sekolah SD maupun SMP se-Kota Mataram pada Jumat (10/8)," kata Lalu Mahsun, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 06:56 WIB

Waspada hujan lebat satu minggu ke depan

Selasa, 11 Desember 2018 - 06:36 WIB

PLN keluhkan ribuan kasus pencurian listrik di Jateng

Selasa, 11 Desember 2018 - 06:27 WIB

BPBD sebut Kota Malang dilanda 197 kejadian bencana

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com