Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:58 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pileg 2019

Masyarakat diminta lapor bacaleg eks-napi kejahatan seksual

Rabu, 08 Agustus 2018 - 20:08 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2OiPDVK
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2OiPDVK

Elshinta.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta masyarakat untuk melaporkan bakal calon legislator eks napi pelaku kejahatan seksual anak.

"Peran legislatif dalam mengadakan kualitas penyelenggraan perlindungan anak sangat menentukan. Kualitas bakal calon legislatif seharusnya benar-benar selektif," kata Ketua KPAI Susanto di Jakarta, Rabu (8/8).

Selain itu pelaporan tersebut diharapkan melahirkan legislatif yang bebas dari perilaku kekerasan terhadap anak. KPAI meminta agar masyarakat dan lembaga perlindungan anak memberi infromasi kepada KPU/KPUD, Bawaslu dan KPAI jika ada bakal calon legislatif eks pelaku kejahatan seksual anak.

Dikutip Antara, KPAI menyambut baik terbitnya PKPU No.20 tahun 2018 yang merupakan momentum positif bagi proses seleksi bakal calon legislatif. Menurut PKPU No 20 tahun 2018, Pasal 7 (1), bakal calon anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota adalah warga negara RI dan Harus memenuhi persyaratan: (h) bukan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, atau korupsi.

Sementara itu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan KPU Akan segera mengumumkan Daftar Calon Sementara (DCS) kepada publik. Dia berharap masyarakat dapat berpartisipasi untuk memberi informasi jika ada nama di daftar calon sementara yang tidak memenuhi syarat. "Kami harap publik dapat memberi tahu kami jika di dalam daftar calon sementara ada mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak atau korupsi," kata Wahyu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Lingkungan | 18 Oktober 2018 - 21:48 WIB

TMMD, Warga beri lahan, TNI buat jalan

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 21:36 WIB

Naikan branding, Pemkab Kudus optimalkan Tim Jaring Pukat

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Warga temukan ratusan peluru di tempat pembuangan sampah

Pemasaran | 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Pentingnya menggunakan email marketing bagi bisnis online

Elshinta.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta masyarakat untuk melaporkan bakal calon legislator eks napi pelaku kejahatan seksual anak.

"Peran legislatif dalam mengadakan kualitas penyelenggraan perlindungan anak sangat menentukan. Kualitas bakal calon legislatif seharusnya benar-benar selektif," kata Ketua KPAI Susanto di Jakarta, Rabu (8/8).

Selain itu pelaporan tersebut diharapkan melahirkan legislatif yang bebas dari perilaku kekerasan terhadap anak. KPAI meminta agar masyarakat dan lembaga perlindungan anak memberi infromasi kepada KPU/KPUD, Bawaslu dan KPAI jika ada bakal calon legislatif eks pelaku kejahatan seksual anak.

Dikutip Antara, KPAI menyambut baik terbitnya PKPU No.20 tahun 2018 yang merupakan momentum positif bagi proses seleksi bakal calon legislatif. Menurut PKPU No 20 tahun 2018, Pasal 7 (1), bakal calon anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota adalah warga negara RI dan Harus memenuhi persyaratan: (h) bukan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, atau korupsi.

Sementara itu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan KPU Akan segera mengumumkan Daftar Calon Sementara (DCS) kepada publik. Dia berharap masyarakat dapat berpartisipasi untuk memberi informasi jika ada nama di daftar calon sementara yang tidak memenuhi syarat. "Kami harap publik dapat memberi tahu kami jika di dalam daftar calon sementara ada mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak atau korupsi," kata Wahyu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:35 WIB

PKB Lumajang optimis raih 200 ribu suara

Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:25 WIB

Honorer DKI dukung Prabowo-Sandiaga

Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:25 WIB

KPU Langkat buka 277 posko layanan pemilih

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com