Sabtu, 20 Oktober 2018 | 06:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pemilihan Presiden 2019

LSM: Materi kampanye presiden hendaknya terkait pengurangan kemiskinan

Rabu, 08 Agustus 2018 - 20:26 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Ma4FzG
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Ma4FzG

Elshinta.com - Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa Ah Maftuchan mendorong materi kampanye calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lebih berorientasi pada upaya pengurangan kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia.

"Siapa pun pasangan calon yang ikut dalam Pilpres (Pemilihan Presiden) 2019 dan nanti hendaknya menggunakan materi kampanye yang baik dan mencerdaskan, pasanglah agenda kerakyatan, agenda-agenda pengurangan kemiskinan dan ketimpangan dan mewujudkan kesejahteraan sebagai pemikiran utama dari materi kampanyenya," kata Ah Maftuchan di Jakarta, Rabu (8/8).

Dalam konferensi pers "Bukan Sekadar Menurunkan Kemiskinan Tetapi Melawan Ketimpangan untuk Pencapaian SDGs" yang diadakan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pencapaian Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), dia menuturkan calon presiden dan wakil presiden juga jangan memasukkan hal-hal yang berbau isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Kita perlu bergerak maju dengan menawarkan materi kampanye yang bermutu atau berkualitas. Kita tunjukkan demokrasi kita lebih maju dari Amerika," ujarnya.

Selain itu, Maftuchan mengharapkan calon presiden dan wakil presiden yang akan merebut periode pemerintahan lima tahun ke depan juga memberikan proyeksi menengah dan panjang yang harus disampaikan kepada calon pemilih. "Kita butuh keberlanjutan kesinambungan dalam melakukan pembangunan, dalam upaya menciptakan kesejahteraan dan menurunkan kemiskinan," tuturnya, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

Elshinta.com - Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa Ah Maftuchan mendorong materi kampanye calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lebih berorientasi pada upaya pengurangan kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia.

"Siapa pun pasangan calon yang ikut dalam Pilpres (Pemilihan Presiden) 2019 dan nanti hendaknya menggunakan materi kampanye yang baik dan mencerdaskan, pasanglah agenda kerakyatan, agenda-agenda pengurangan kemiskinan dan ketimpangan dan mewujudkan kesejahteraan sebagai pemikiran utama dari materi kampanyenya," kata Ah Maftuchan di Jakarta, Rabu (8/8).

Dalam konferensi pers "Bukan Sekadar Menurunkan Kemiskinan Tetapi Melawan Ketimpangan untuk Pencapaian SDGs" yang diadakan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pencapaian Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), dia menuturkan calon presiden dan wakil presiden juga jangan memasukkan hal-hal yang berbau isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Kita perlu bergerak maju dengan menawarkan materi kampanye yang bermutu atau berkualitas. Kita tunjukkan demokrasi kita lebih maju dari Amerika," ujarnya.

Selain itu, Maftuchan mengharapkan calon presiden dan wakil presiden yang akan merebut periode pemerintahan lima tahun ke depan juga memberikan proyeksi menengah dan panjang yang harus disampaikan kepada calon pemilih. "Kita butuh keberlanjutan kesinambungan dalam melakukan pembangunan, dalam upaya menciptakan kesejahteraan dan menurunkan kemiskinan," tuturnya, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com