Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Tidak ada toleransi pemukulan oleh pengemudi ojek online

Rabu, 08 Agustus 2018 - 20:47 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno. Sumber foto: https://bit.ly/2Mu3mZ2
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno. Sumber foto: https://bit.ly/2Mu3mZ2

Elshinta.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menegaskan, tidak ada toleransi terhadap pengemodi ojek online yang memukul warga di jalan. Video pemukulan itu menjadi bahasan di media sosial.

"Kami akan sampaikan bahwa layanan kepada masyarakat harus diutamakan. Kami tidak bisa memberikan toleransi sedikit pun juga, tindak kekerasan kepada masyarakat," kata dia, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/8).
     
Di dalam video itu, ada pengemudi ojek online yang melintas di atas trotoar yang dibangun lebih baik untuk untuk kepentingan pejalan kaki yang marah-marah karena ditegur pejalan kaki bernama Alif. Sebenarnya, bukan pengemudi ojek online itu saja yang melintas di trotoar itu, melainkan banyak lagi pengemudi sepeda motor yang berlaku sama.

Di Jakarta, pengemudi sepeda motor menerabas trotoar yang sejatinya untuk pejalan kaki demi menghindari macet sudah sangat jamak terjadi. Publik menganggap hal itu biasa dan penegak hukum juga tidak menegakkan aturan sebagaimana mestinya tentang itu.
  
Pengemudi ojek online yang ditegur itu langsung membuka helm dan berbicara dengan nada tinggi. Perdebatan terus berlanjut hingga akhirnya wanita tersebut turun dari motornya dan memukul Alif dengan tangan dan helmnya, dikutip dari Antara. 
     
Uno akan menertibkan pengemudi ojek online, yang saat ini tergabung ke dalam dua perusahaan saja, yaitu GoJek dan Grab. Tidak jelas, apakah kedua perusahaan itu akan menegakkan tata tertib berkendara bagi para pengemudi yang menjadi mitra mereka. Hubungan antara perusahaan dan pengemudi bukanlah seperti majikan dan anak buah, melainkan mitra. "Saya sudah mendapat konfirmasi, sebelumnya kami nanti akan tegaskan di rapat bahwa pengemudi itu sudah ditindak tegas," kata Uno.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Elshinta.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menegaskan, tidak ada toleransi terhadap pengemodi ojek online yang memukul warga di jalan. Video pemukulan itu menjadi bahasan di media sosial.

"Kami akan sampaikan bahwa layanan kepada masyarakat harus diutamakan. Kami tidak bisa memberikan toleransi sedikit pun juga, tindak kekerasan kepada masyarakat," kata dia, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/8).
     
Di dalam video itu, ada pengemudi ojek online yang melintas di atas trotoar yang dibangun lebih baik untuk untuk kepentingan pejalan kaki yang marah-marah karena ditegur pejalan kaki bernama Alif. Sebenarnya, bukan pengemudi ojek online itu saja yang melintas di trotoar itu, melainkan banyak lagi pengemudi sepeda motor yang berlaku sama.

Di Jakarta, pengemudi sepeda motor menerabas trotoar yang sejatinya untuk pejalan kaki demi menghindari macet sudah sangat jamak terjadi. Publik menganggap hal itu biasa dan penegak hukum juga tidak menegakkan aturan sebagaimana mestinya tentang itu.
  
Pengemudi ojek online yang ditegur itu langsung membuka helm dan berbicara dengan nada tinggi. Perdebatan terus berlanjut hingga akhirnya wanita tersebut turun dari motornya dan memukul Alif dengan tangan dan helmnya, dikutip dari Antara. 
     
Uno akan menertibkan pengemudi ojek online, yang saat ini tergabung ke dalam dua perusahaan saja, yaitu GoJek dan Grab. Tidak jelas, apakah kedua perusahaan itu akan menegakkan tata tertib berkendara bagi para pengemudi yang menjadi mitra mereka. Hubungan antara perusahaan dan pengemudi bukanlah seperti majikan dan anak buah, melainkan mitra. "Saya sudah mendapat konfirmasi, sebelumnya kami nanti akan tegaskan di rapat bahwa pengemudi itu sudah ditindak tegas," kata Uno.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:29 WIB

Pemkab Aceh Barat hadiahkan Rp1 juta tiap santri

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com