Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Ditinggal rombongan, jemaah nonkuota telantar di Bandara Jeddah

Rabu, 08 Agustus 2018 - 20:56 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Jumailiyah dan Mariana. Sumber foto: Remond Fauzi/Radio Elshinta
Jumailiyah dan Mariana. Sumber foto: Remond Fauzi/Radio Elshinta

Elshinta.com - Dua jemaah nonkuota lanjut usia terlantar di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Rabu (8/8). Mereka mengklaim ditinggal rombongan yang berangkat ke Makkah.

“Tolong Pak… Tolong, bagaimana nasib saya ini,” kata Jumailiah (60) salah satu jemaah tersebut di Bandara Jeddah, seperti rilis yang diterima Reporter Elshinta, Remond Fauzi. 

Ia diketahui tiba dengan maskapai Saudi Arabia Airlines pada Rabu pagi. Selepas turun dari pesawat itu ia dan Mariana (78) ditemukan petugas Daker Bandara PPIH Arab Saudi tengah kebingungan dan berjalan ke sana-kemari.

Jumailiyah mengaku, mereka berangkat dalam rombongan empat orang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa (7/8) malam. Ia diantarkan keponakannya yang mendaftarkan Jumailiyah berangkat haji melalui jalur nonkuota. Dalam keterangan visa yang dibawa Jumailiyaj, mereka datang ke Tanah Suci dengan status sebagai "tamu kerajaan". Dalam visa itu juga tercantum biaya senilai 6.600 Riyal Arab Saudi atau sekitar Rp26 juta.

Jumailiyah mengklaim berasal dari Desa Robatan, Sampang, Jawa Timur.  Alamat paspornya didaftarkan di Tanjung Perak. “Saya ndak tahu bagaimana, pokoknya didaftarkan ponakan saya,” kata Jumailiyah yang mengatakan tak memiliki dana berangkat haji tersebut.

Bersama Jumailiyah, Mariana sedianya ditemani anak kandungnya. Namun, kata mereka, ketika turun dari pesawat sang anak meninggalkan mereka di Bandara Jeddah. “Terus ibunya dititipkan ke saya,” kata Jumailiyah.

Saat ditanyai, Mariana sudah agak sukar menjawab. Ia mengaku berasal dari Sukabumi, Jawa Barat dan hanya tahu bahwa ia didaftarkan anaknya berangkat haji. Dari visanya, ia didaftarkan berangkat dengan paspor keluaran kantor imigrasi di Jakarta. “Sudah saya mau pulang saja, tolong antar ke rumah saya di Pasar Kemis,” kata Mariana.

Petugas haji di Daker Bandara juga nampak kebingungan menangani dua jamaah yang telantar tersebut. Nomor penjemput yang dipegang Jumailiyah tak bisa dihubungi. 

Sepanjang gelombang kedatangan haji Indonesia ini, sudah nampak beberapa datang dengan jalur nonkuota atau yang awam disebut haji furodah tersebut. Pada awal-awal kedatangan gelombang kedua di Jeddah, belasan sudah terdeteksi datang melalui Bandara King Abdulaziz. 

Pihak PPIH Arab Saudi tak punya kewenangan menangani jamaah yang datang dengan  jalur tersebut seturut regulasi di Arab Saudi. “Kita coba hubungi pihak penjemput tapi belum berhasil,” kata salah satu petugas haji.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Elshinta.com - Dua jemaah nonkuota lanjut usia terlantar di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Rabu (8/8). Mereka mengklaim ditinggal rombongan yang berangkat ke Makkah.

“Tolong Pak… Tolong, bagaimana nasib saya ini,” kata Jumailiah (60) salah satu jemaah tersebut di Bandara Jeddah, seperti rilis yang diterima Reporter Elshinta, Remond Fauzi. 

Ia diketahui tiba dengan maskapai Saudi Arabia Airlines pada Rabu pagi. Selepas turun dari pesawat itu ia dan Mariana (78) ditemukan petugas Daker Bandara PPIH Arab Saudi tengah kebingungan dan berjalan ke sana-kemari.

Jumailiyah mengaku, mereka berangkat dalam rombongan empat orang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa (7/8) malam. Ia diantarkan keponakannya yang mendaftarkan Jumailiyah berangkat haji melalui jalur nonkuota. Dalam keterangan visa yang dibawa Jumailiyaj, mereka datang ke Tanah Suci dengan status sebagai "tamu kerajaan". Dalam visa itu juga tercantum biaya senilai 6.600 Riyal Arab Saudi atau sekitar Rp26 juta.

Jumailiyah mengklaim berasal dari Desa Robatan, Sampang, Jawa Timur.  Alamat paspornya didaftarkan di Tanjung Perak. “Saya ndak tahu bagaimana, pokoknya didaftarkan ponakan saya,” kata Jumailiyah yang mengatakan tak memiliki dana berangkat haji tersebut.

Bersama Jumailiyah, Mariana sedianya ditemani anak kandungnya. Namun, kata mereka, ketika turun dari pesawat sang anak meninggalkan mereka di Bandara Jeddah. “Terus ibunya dititipkan ke saya,” kata Jumailiyah.

Saat ditanyai, Mariana sudah agak sukar menjawab. Ia mengaku berasal dari Sukabumi, Jawa Barat dan hanya tahu bahwa ia didaftarkan anaknya berangkat haji. Dari visanya, ia didaftarkan berangkat dengan paspor keluaran kantor imigrasi di Jakarta. “Sudah saya mau pulang saja, tolong antar ke rumah saya di Pasar Kemis,” kata Mariana.

Petugas haji di Daker Bandara juga nampak kebingungan menangani dua jamaah yang telantar tersebut. Nomor penjemput yang dipegang Jumailiyah tak bisa dihubungi. 

Sepanjang gelombang kedatangan haji Indonesia ini, sudah nampak beberapa datang dengan jalur nonkuota atau yang awam disebut haji furodah tersebut. Pada awal-awal kedatangan gelombang kedua di Jeddah, belasan sudah terdeteksi datang melalui Bandara King Abdulaziz. 

Pihak PPIH Arab Saudi tak punya kewenangan menangani jamaah yang datang dengan  jalur tersebut seturut regulasi di Arab Saudi. “Kita coba hubungi pihak penjemput tapi belum berhasil,” kata salah satu petugas haji.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:29 WIB

Pemkab Aceh Barat hadiahkan Rp1 juta tiap santri

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com